Iklan
Oleh: masshar2000 | 23 April 2016

Bos Yamaha : kepergian Lorenzo ibarat pria gay di diskotik

image

M2000 – Kepergian Lorenzo dari Yamaha ke Ducati ternyata masih membayang di benak bos Yamaha.
Lin Jarvis menilai Yamaha sudah berusaha maksimal untuk mempertahankan Jorge Lorenzo. Ia menganalogikan keputusan pembalapnya memilih Ducati seperti ketika berada di dalam diskotek

Ini seperti pergi ke diskotek dan meminta gadis untuk menari, tapi dia malah memilih pria di sebelah anda. Tentu kami lebih suka Jorge bertahan, tidak perlu diragukan lagi,” ucap Jarvis dikutip Motorsport, Jumat (22/4/2016).

Mudah-mudahan kami bisa menyelesaikan musim ini seperti delapan tahun sebelumnya. Kami sudah berpacu dengan baik, jadi ketika mengetahui era itu berakhir jelas sangat menyedihkan,” tambahnya.

Jarvis memang jadi salah satu pihak yang terpukul atas kepergian Lorenzo. Beberapa waktu lalu ia menyiratkan rasa frustrasinya setelah mengetahui pembalap andalannya masih belum mau menandatangani kontrak baru di Yamaha.

Sampai akhirnya ketakutan Jarvis terbukti Senin (18/4/2016) lalu. Lorenzo memastikan diri bakal meninggalkan Yamaha dan memilih gabung Ducati di musim 2017 nanti.

image

Jarvis menilai, ada tiga keputusan yang mungkin mempengaruhi Lorenzo memilih hengkang dari Yamaha. Selain itu, ia menyebut jika tim Garpu Tala sejatinya sudah menyiapkan proposal perpanjangan kontrak dengan baik.

Tidak ada yang mustahil. Kami membuat proposal terbaik sebagai perusahaan dan Jorge jelas sedang mencari motivasi baru. Mungkin ada tiga faktor yang membantunya membuat keputusan,” bantahnya.

Dia ( Ducati ) punya proposal yang sangat baik, mungkin lebih besar dari kami. Saya pikir Ducati adalah motor yang sangat kompetitif sehingga itu tidak terlalu menakutkan untuk buat suatu perubahan. Selain itu, mungkin jadi pembalap nomor satu di tim masa depan adalah sesuatu yang menarik,” jelasnya.

Di Yamaha, kami sudah menyatukan Valentino dan Jorge selama bertahun-tahun dan itu tidak mudah, percayalah, ketika harus menyatukan dua sosok terbaik di tim yang sama. Kami selalu memperlakukan mereka sama dan adil dan akan terus melakukannya sampai akhir tahun,” pungkasnya.

Dari pernyataan Lin Jarvis tersebut menggambarkan kekesalannya pada Lorenzo dan bisa tersirat bahwa Yamaha sebenarnya tempat yang terbaik untuk Lorenzo yang selama delapan musim sudah memberikan tiga gelar juara dunia.
Lin Jarvis menilai bahwa keputusan Lorenzo adalah salah.

Dan itu bisa dimaknai juga dengan ketakutan pihak Yamaha yang tidak punya lagi andalan untuk meraih gelar juara dunia lagi, terlebih dengan performa Ducati yang sekarang , tentu Yamaha semakin ketar-ketir dengan hadirnya Lorenzo musim depan di Ducati.

Bagaimanapun dan biarpun Yamaha masih punya Rossi , tentu amunisi Yamaha tidak sekuat jika Lorenzo masih bergabung.
Musim ini atau musim terakhir Lorenzo di Yamaha , banyak kalangan menilai Lorenzo masih prioritas dan kandidat juara dunia .

Bagaimana pendapat masbro semua ?

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: