Hebat , ini trik dan strategi Jokowi bebaskan 10 WNI tawanan Abu Sayyaf tanpa uang tebusan, pemerintah Filipina saja heran

image

M2000 – Ini benar-benar kabar gembira , sepuluh warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok militan Filipina, Abu Sayyaf, dipastikan telah dibebaskan. Menurut kepolisian wilayah Sulu, Abu Sayyaf meninggalkan para WNI di rumah gubernur Provinsi Sulu.

Diungkapkan Kepala Kepolisian Sulu, Wilfredo Cayat, mendapatkan para sandera berada di depan rumah Gubernur Sulu, Abdusakur Toto Tan II. Sang Gubernur langsung membawa mereka ke dalam dan memberi mereka makan.

“Gubernur Tan menelpon saya dan mereka menyerahkan ke 10 orang itu kepada kami. Saat ini kami sedang mempersiapkan untuk membawa mereka ke Zamboanga dan menyerahkannya ke pejabat konsuler mereka,” kata Cayat seperti dikutip dari Inquirer, Minggu (1/5/2016).

Cayat juga memastikan jika para sandera yang dibebaskan adalah para awak kapal tugboat. Mereka diculik dari perairan Sulu pada tanggal 28 Maret lalu. Mereka identifikasi sebagai Peter Tonson, Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Surian Syah, Surianto, Wawan Saputria, Bayu Oktavianto, Reynaldi dan Wendi Raknadian.(sindonews)

Ini adalah sebuah prestasi yang patut diapresiasi pada pemerintahan Jokowi. Terhitung hanya 33 hari sandera telah dibebaskan. 
Sebelumnya Peristiwa penculikan serupa pernah terjadi pada 30 Maret 2005 lalu. Saat itu ada tiga ABK Indonesia yang merupakan awak kapal Bonggaya 91 berbendera Malaysia yang diculik.
Tiga ABK itu adalah Achmad Resmiadi (Kapten), Erikson Hutagaol, (Klasi), dan Yamin Labuso (Klasi). Sementara empat ABK lainnya dilepas dan melaporkan peristiwa ini ke Balai Polis Sandakan pada 31 Maret 2005.

Saat itu kapal tengah berlayar di kawasan Sandakan saat sebuah kelompok garis keras di Mindanao menyergap kapal tersebut dan menyandera mereka di kawasan Tawi Tawi, Filipina Selatan.
Para penculik kemudian minta tebusan kepada pemerintah Indonesia sebesar 790 ribu dolar AS. Para penculik juga minta kiriman obat-obatan. Pemerintah Indonesia pun berkoordinasi dengan Filipina.

Lewat kontak senjata antara tentara Filipina dengan penculik maka pada pada 12 Juni 2005 dua sandera yakni Yamin Labaso dan Erikson Hutagaol berhasil dibebaskan.
Belakangan, pada 10 September 2005, giliran Resmiadi yang berhasil dibebaskan tentara Filipina setelah terlibat kontak senjata.(beritasatu) .
Total 164 hari untuk membebaskan 3 sandera!!

Bebasnya sandera abu sayyaf pada 1 Mei 2016 ini tentu bukan tanpa usaha. Jokowi langsung turun tangan dalam usaha membebaskan 14 sandera ini. Setelah tawaran bantuan militer Indonesia ditolak Filipina, Jokowi langsung melakukan komunikasi intensif dengan Presiden Filipina Benigno Aquino III. (liputan6)

image

Pasukan Abu Sayyaf yang sudah bergabung ISIS

Jokowi memerintahkan Panglima TNI untuk kerahkan kekuatan penuh mengepung Filipina, bebaskan sandera.
” Saya sudah siapkan pasukan di darat, laut dan udara untuk mengambil tindakan di perbatasan Filipina,” kata Panglima TNI saat menghadiri peringatan HUT ke-64 Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu lalu (16/4/2016).(okezone)

Namun tidak mudah untuk membebaskan sandera di negara lain .
Jokowi rupanya tak kehabisan akal. Tim Senyap pun diturunkan. Tim senyap ini dirahasiakan identitasnya. Mereka ini yang menjadi panjang tangan Pemerintah dalam membebaskan sandera. Bahkan keselamatan Tim Senyap ini sendiri belum tentu ‘happy ending’

“Tim senyap ini khusus diturunkan untuk bebaskan sandera. Bahkan keselamatan mereka sendiri di hutan Filipina kita tidak tahu. Dan sekarang mereka masih lagi bertugas untuk menyelamatkan yang 4 orang lagi,” ucap  Ridwan Habib Pengamat Terorisme dalam acara Breaking News Metro TV.

Anehnya , Pemerintah Filipina sendiri tidak percaya sandera bisa bebas tanpa uang tebusan dan mempertanyakan apakah pembebasan tidak ‘dibumbui’ dengan sejumlah tebusan.
“Sangat sulit dibayangkan bila Abu Sayyaf membebaskan para sandera tanpa menerima sejumlah uang,” papar Hussin Amin.

Contoh nyata adalah sandera asal warga negara Kanada. Setelah gagal mencapai kesepakatan tebusan, sandera tersebut dipenggal tanpa ampun. Akibat insiden ini, Perdana Menteri Kanada Justin Trundeau berjanji akan membantu Filipina guna menumpas kelompok Abu Sayyaf dan membebaskan sandera warga asing lainnya termasuk warga Kanada yang masih tersisa.(merdeka)

Wah….ternyata jalan berliku – liku telah ditempuh pemerintah Indonesia. Ini patut kita apresiasikan. Karena Filipina saja heran bukan kepalang. Dan bila Filipina saja heran, ini artinya murni pembebasan tawanan Abu Sayyaf tak ada sangkut paut dengan ‘Marry Jane’ sang terpidana mati Narkoba.

Bagaimana menurut anda?
Ssttt…masih ada yang menganggap ini pencitraan …???

…PDIP punya Sukarno , Golkar punya Suharto , Rakyat punya Jokowi…

Bravo Mister President !!!

Library : beritateratas

Iklan

3 thoughts on “Hebat , ini trik dan strategi Jokowi bebaskan 10 WNI tawanan Abu Sayyaf tanpa uang tebusan, pemerintah Filipina saja heran

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s