Iklan
Oleh: masshar2000 | 24 Juni 2016

Hukum Puasa Ramadhan Bagi Orang Sakit Dan Pekerja Berat

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

M2000 – Pada kesempatan kali ini admin akan membahas seputar puasa wajib di bulan ramadhan.

Kita tentunya tahu , puasa ramadhan memang diwajibkan bagi orang-orang yang beriman ( muslim ) yang sudah akhil baligh.
Untuk anak kecil , bisa kita ajarkan cara puasa setengah hari atau latihan puasa.

Ada beberapa golongan yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa , antara lain orang sakit , lanjut usia , datang bulan , melahirkan , musafir dalam perjalanan dan lain-lain.

Nah , dalam kesempatan kali ini kita akan membahas untuk yang sakit tadi …satu-satu dulu ya , kalau kepanjangan nanti malah pada ‘gak mau baca.
Oya nanti ada tambahan , khususnya bagi anda yang pekerja berat , bagaimana Islam mengatur perihal ini dalam puasa ramadhan ,

1. Orang Sakit

Ya , orang sakit memang diperbolehkan untuk tidak berpuasa .
Setiap penyakit yang melampaui batas kesehatan seseorang, maka orang itu boleh berbuka.
Dasarnya adalah firman Allah SWT:
“Dan barangsiapa sakit atau sedang di dalam perjalanan (lalu berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya.” (Al-Baqarah: 185)

Adapun sakit ringan, seperti batuk, pusing dan yang serupa tidak boleh berbuka karenanya.
Kecuali kalau menurut kedokteran, atau menurut kebiasaan dan pengalamannya atau menurut perkiraannya bahwa puasa akan membuatnya sakit, hinga menambah parah penyakitnya, atau dapat menunda masa kesembuhannya, maka boleh bagi si sakit berbuka, bahkan makruh hukumnya ia berpuasa.

Apabila penyakit yang dideritanya sudah kronis, maka si penderita tidak wajib berniat di malam hari untuk berpuasa sekalipun ada kemungkinan besok harinya ia akan sembuh, karena yang menjadi pegangan adalah kondisi sekarang.

Jika puasa dapat menyebabkan seseorang pingsang maka ia berbuka dan harus menggantinya.Dan kalau sedang berpuasa ia pingsan di siang hari, lalu sadar sebelum matahari terbenam, maka puasanya sah selagi di pagi harinya ia dalam keadaan puasa.

Kalau pingsan terjadi sebelum fajar shubuh hingga matahari terbenam, maka menurut Jumhur Ulama, puasanya tidak sah. Adapun mengqadha puasa bagi orang yang pingsan itu wajib hukumnya, menurut Jumhur Ulama sekalipun masa pingsannya itu lama (berhari-hari).

Sebagian ulama ada yang menfatwakan bahwa orang yang pingsan atau hilang akal sekejap, atau mengkonsumsi obat penenang untuk suatu maslahat hingga hilang rasa sadarnya, jika hal itu terjadi kurang dari tiga hari, maka ia wajib mengganti puasanya, karena dikiaskan kepada orang yang ketiduran, dan jika lebih dari tiga hari, maka ia tidak wajib menggantinya karena dikiaskan dengan orang yang gila.

Barangsiapa yang tak berdaya kelaparan atau kehausan (karena berpuasa) hingga dikhawatirkan akan membahayakan dirinya atau menghilangkan sebagian indra-nya, maka boleh berbuka tetapi wajib mengqadha’ (menggantinya), karena menjaga keselamatan jiwa itu wajib.

Selanjutnya…

Bolehkan Pekerja Berat Tidak Puasa ?

Iklan

Laman: 1 2


Responses

  1. Yes. sependapat dengan admin, terlebih pada pembahasan yang kedua.

    Suka

  2. Yes. sependapat dengan admin, terlebih pada pembahasan yang kedua…

    Suka


gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: