Dari 14 Daftar Terpidana Mati , 4 Orang Di Eksekusi Lebih Dulu , Ini Alasannya

image

M2000 – Hari Kamis malam dinihari , dibawah guyuran hujan lebat , eksekusi mati jilid 3 terpidana mati kasus narkoba telah dilaksanakan.

Kejaksaan Agung dibantu personel Satuan Brimob Polri menembak narapidana Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat sekitar pukul 00.46 WIB.

Hingga menjelang detik akhir eksekusi mati, Kejaksaan Agung telah mengisolasi 14 terpidana mati. Bahkan 14 peti jenazah juga telah disiapkan, yang artinya mereka tinggal menunggu waktu tiga hari kemudian untuk dijemput tim jaksa eksekutor ke lapangan tembak.

Namun akhirnya, di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan itu, Kejaksaan Agung baru mengeksekuasi mati Freddy Budiman (warga Indonesia), Seck Osmani (warga Senegal), Humprey Eijeke (warga Nigeria), dan Michael Titus (warga Nigeria).

image

Tempat atau lokasi hukuman mati Nusa Kambangan

Eksekusi mati kali ini sering disebut eksekusi jilid III karena menjadi ketiga kalinya semasa pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo. Jika pada jilid III, jumlah napi yang dieksekusi mati berjumlah empat orang, di jilid II (29 April 2015) berjumlah delapan orang dan jilid I (18 Januari 2015) berjumlah enam orang.

Menjelang eksekusi mati jilid II lalu , terpidana mati Mary Jane Veloso (warga Filipina) lolos dari eksekusi di detik-detik akhir eksekusi mati dengan alasan masih ada proses hukum lain di negara asalnya. Kini terulang di jilid III, sebanyak 10 terpidana mati lolos dari hadapan regu tembak.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Noor Rochmad belum menjelaskan alasan 10 orang ini lolos dari eksekusi mati. “Melalui kajian yang komprehensif,” kata Noor melalui pesan singkatnya, Jumat dinihari.

Sedangkan yang belum dieksekusi masih tunggu kabar selanjutnya. Noor berjanji akan segera mengabarkan nasib 10 orang lainnya yang masuk daftar eksekusi.

Sampai hari ini kami belum tahu apakah sisanya mengajukan grasi. Memang kajian kami dengan tim yang ada sementara ini empat dulu yang dieksekusi. Ada banyak pertimbangan yang harus diambil,” kata Noor.

Salah satu pertimbangan yaitu perbuatan, termasuk secara masif dalam mengedarkan narkoba.
Perlu diketahui Seck Osmani adalah pemasok kepada pengedar lainnya, Michael juga begitu, Doktor (Humprey) juga licik dengan cara kamuflase warung makannya, itulah alasan saya. Dari peninjauan hukum mereka dua kali PK dan semuanya di tolak,” katanya.

Sedangkan Freddy Budiman, kata dia, semua orang tahu bagaimana dia menjadi gembong narkoba.
“Keputusan kasasinya juga hukuman mati, yang bersangkutan tidak pernah mengajukan grasi kepada presiden, karena haknya sudah gugur karena lewat waktu. Dan selama di Lapas yang bersangkutan masih mengendalikan peredaran narkoba,” kata Noor.

Bagaimanakah nasib 10 terpidana mati yang masih lolos dari timah panas , apakah akan masuk dalam daftar eksekusi jilid 4 ?
Kita tunggu saja kelanjutannya nanti !

Baca juga :
¤ Pengakuan Brimob Sang Eksekutor , ” Maaf ,saya hanya menjalankan tugas “

¤ Ini Urutan Dan Prosedur Eksekusi , Berapakah Peluru Yang Di gunakan ?

Library : antara, republika

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s