Inilah Jumlah Uang Mahar Penggandaan Uang Dimas Kanjeng

image

MUI beserta petugas kepolisian mengusut kasus Dimas Kanjeng

M2000 – Bagi anda yang mengikuti berita tentang Dimas Kanjeng si pengganda uang , pastinya akan penasaran tentang bagaimana Dimas Kanjeng bisa mendatangkan uang sebanyak itu.
Ya, tentu saja Dimas Kanjeng tidak bisa mencetak uang sendiri karena bukan Peruri dan pastinya kalau bisa mencetak uang sendiri pastilah itu uang palsu.
Namun menariknya , uang yang dikeluarkan dari jubahnya adalah uang asli .

Nah , buat yang penasaran bagaimana Dimas Kanjeng mendapatkan uang sebanyak itu , silahkan membacanya dulu
disini  lalu kembali melanjutkannya ke artikel ini.

Baca : Begini cara Dimas Kanjeng menggandakan uang

Anda sudah membacanya ?
Kalau sudah mari kita lanjutkan pembahasan kasus ini.
Ada harga, ada rupa. Begitu kira-kira temuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, tentang kutipan uang bagi pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang ingin menggandakan uang.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan pengurus padepokan mematok harga bervariasi untuk peralatan ritual penggandaan uang. Informasi variasi harga berikut barang-barang ritual itu diperoleh MUI dari pengaduan suami-istri warga Kabupaten Lumajang yang menjadi korban Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

image

Sosok Dimas Kanjeng

Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo Yasin menerangkan, variasi harga peralatan ritual tergantung khasiatnya. Salah satu alatnya adalah jimat yang dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi lembaran tulisan Arab, minyak wangi, serta uang “pemancing.”

“Jimat itu diletakkan di dalam kotak kayu yang dibuat sendiri oleh pengikut, namun ukurannya ditentukan pihak padepokan,” ucap Yasin kemarin, Jumat, 30 September 2016, di kantornya.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi 46 tahun kini sudah ditahan pihak berwajib.
Dimas Kanjeng diciduk Polda Jatim dan Polres Probolinggo dalam penggerebekan besar-besaran di padepokannya pada 22 September 2016.
Dia ditangkap karena diduga menjadi dalang pembunuhan dua bekas anak buahnya yang dinilai bakal membuka rahasia penipuan. Dimas Kanjeng Taat Pribadi juga telah ditetapkan sebagai tersangka penipuan dengan modus penggandaan uang.

Menurut  Yasin, jimat tersebut dijual kepada pengikut atau yang biasa disebut kalangan padepokan sebagai mahar seharga Rp 500 ribu.  Ada pula kartu ATM untuk mencairkan uang, kartu karamah, dan pin logo santri padepokan.

Kartu ATM pencairan, Yasin melanjutkan penjelasannya, ditukar dengan mahar uang Rp 1,5 juta, kartu karamah dihargai Rp 1 juta, serta pin logo Rp 310 ribu. “Itu berdasarkan pengakuan pelapor,” kata Yasin.

Itu sebabnya, MUI Kabupaten Probolinggo segera melaporkan kepada Polres Probolinggo. “Barang bukti ini akan kami serahkan ke polisi,” tutur Yasin.

Polisi menduga demonstrasi penggandaan uang oleh Kanjeng Dimas Taat Pribadi seperti yang muncul di video di YouTube adalah tipuan.
Polisi pun menyita tiga jubah yang dilengkapi kantong di bagian kanan-kirinya. Namun, Dimas Kanjeng Taat Pribadi membantah soal jubah. “Bohong itu,” katanya di Polda jawa Timur menjelang pemeriksaan kemarin, Jumat, 30 September 2016.

Menurut sumber terpercaya yang sudah memakainya , jubah yang dilengkapi 3 kantong besar tersebut memang mampu untuk menyimpan uang 100 juta rupiah uang pecahan 100 ribu.
Jadi jangan heran kalau Dia bisa mengeluarkan banyak uang dari jubahnya.

Library : tempo

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s