Inilah Doa Malaikat Kepada Orang Yang Pelit

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

M2000 – Di dunia yang dihuni milyaran manusia ini tentunya punya beragam karakter dari para manusianya sendiri.
Khusus untuk karakter soal kepemilikan harta dan cara membelanjakannya , kita akan persempit persoalannya menjadi pelit dan tidak pelit ( dermawan ) yang akan kita bahas disini.

Karakter seseorang dalam mengeluarkan hartanya tentu berbeda-beda. Ada yang begitu dermawan dan senang memberi, ada pula yang mengaku hemat dan mengeluarkan harta hanya untuk kepentingan pribadi.

Bagi tipe yang kedua ini, mengeluarkan harta untuk orang lain adalah hal yang sulit apalagi untuk sedekah.
Tidak heran jika pada akhirnya mereka dijuluki si pelit. Ternyata selain manusia, malaikat juga sangat membenci orang yang mempunyai sifat ini.

Tidak tanggung-tanggung, bahkan makhluk suci ini mendoakan mereka setiap pagi. Bukan doa yang baik, namun hal buruk terhadap harta yang disimpan oleh orang pelit tersebut.
Seperti apa doanya?
Berikut selengkapnya.

Sifat pelit ini memang membuat risih dalam pergaulan sehari-hari. Terkadang jangankan untuk orang lain, untuk kepentingannya sendiri pun mereka enggan untuk mengeluarkan. Mulai sekarang sudah sepatutnya kita berhati-hati.

Pasalnya, sifat ini tidak hanya membawa petaka dalam pergaulan bermasyarakat. Karena ternyata, malaikat Allah juga tidak menyukai sifat ini. Setiap  pagi, makhluk Allah yang tercipta dari nur (cahaya) tersebut turun ke bumi untuk mendoakan manusia.

Tidak hanya untuk mereka yang dermawan saja. Namun terhadap orang pelit juga sama. Tapi isi doanya sangat berbeda. Bagi si dermawan malaikat mendoakan agar Allah menambah harta. Namun bagi si pelit, malaikat meminta agar hartanya dilenyapkan saja.
Hal ini dijelaskan Rasulullah SAW dalam Hadist Riwayat Muslim berikut ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang hamba memasuki waktu pagi pada setiap harinya, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satunya memohon: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi dermawan yang menyedekahkan hartanya.’ Dan satu lagi memohon: ‘Ya Allah, musnahkanlah harta si bakhil.  (HR. Muslim: 1678).

Bagaimana, Ngeri tidak doanya?
Terkadang manusia terjebak dalam sifat yang dianggapnya sebagai hemat. Tidak masalah jika demikian, asal kan jangan menjurus ke sifat pelit.

Secara sederhana, berhemat dapat didefinisikan sebagai kehati-hatian dalam menggunakan uang, sedangkan pelit berarti enggan mengeluarkan uangnya untuk hal yang bermanfaat sekalipun.

Orang hemat dapat mengendalikan uangnya, sedangkan orang pelit ‘dikendalikan’ oleh uang. Sebagai ilustrasi, seseorang yang hendak mengurangi pengeluaran dengan membawa bekal makan siang dari rumah setiap harinya berarti melakukan tindakan berhemat.
Lain halnya dengan orang pelit, mereka mencegah pengeluaran dengan terus-menerus meminta kepada temannya atau mengandalkan traktiran teman.

Dalam benak orang pelit, kebahagiaan hanya tertumpu pada banyaknya uang yang berhasil di kumpulkan, sedangkan orang hemat tidak akan membiarkan uang jadi tumpuan kebahagiannya.
Orang hemat punya target yang masuk akal, misalnya ingin mencicil rumah atau ingin naik haji atau barangkali memang sudah memplaning untuk dapat selalu bersedekah tiap bulannya , dan akan melakukan tindakan berhemat yang masuk akal pula.

Sebaliknya, orang pelit bisa jadi menargetkan hal-hal yang kurang diperlukan seperti barang-barang mewah. Cara yang mereka gunakan pun kadang tidak masuk akal dan sering menyengsarakan diri sendiri.

Bahkan orang pelit pun tidak suka dengan orang lain yang juga pelit , mereka akan menyindir bahwa mereka pelit dan tidak sadar dirinya pelit.
Sebagai penutup , berhemat boleh saja dan memang seharusnya kita tidak boros dan menghambur-hamburkan uang hal-hal yang kurang bermanfaat .

Tapi berhemat juga harus pada tempatnya , kalau memang harus ada uang yang harus dikeluarkan untuk kepentingan orang banyak apalagi untuk kemaslahatan umat kenapa harus terlalu membatasi , bukankah kita memang dianjurkan untuk banyak-banyak bersedekah ?
Dan nyatanya , bersedekah tidak akan membuat kita miskin , justru Allah akan menggantinya dengan rejeki yang berlipat ganda .

Kita menang harus bisa mengendalikan uang , bukan uang yang mengendalikan kita…ingat …uang dan harta tidak dibawa mati.
Anda termasuk golongan yang mana ?

Semoga bermanfaat,
Wassallamu’allaikum…

Library : infounik

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s