Iklan
Oleh: masshar2000 | 26 November 2016

Bukan Membela Jokowi-Ahok , Tapi Membela Akal Sehat

image

M2000 – Pada aksi damai 411 lalu , FPI yang mempelopori GNPF MUI seakan diatas angin karena dibawah komando Imam Besarnya , ratusan ribu orang berbondong-bondong mengikuti ajakannya untuk menyuarakan aksi bela Islam di Jakarta dan di beberapa kota di Indonesia.

Karena saat itu presiden Jokowi tidak mau menemui mereka dan hanya memerintahkan Jusuf Kalla wakilnya , Jokowi pun dituding sang Imam sudah menistakan ulama .

Waktu berlanjut , Ahok pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka namun tidak ditahan .
Sang Imam pun menuntut lagi agar Ahok segera ditahan karena sudah berstatus tersangka dan sang Imam pun berencana akan mengerahkan massa yang lebih besar pada tanggal 2 desember dengan sebutan mereka jum’at kubro dengan acara sholat jum’at di bundaran HI atau patung kuda.

Banyak yang menyayangkan , kenapa sang Imam begitu ngotot ingin memenjarakan Ahok..ada agenda apa , bukankan ini negara hukum ?
Jokowi pun sudah jelas tidak akan menginterverensi kasus Ahok.

Bahkan MUI pun juga sudah mewanti-wanti agar jangan lagi membawa-bawa nama MUI .
Sejumlah ulama pun yang pada aksi damai ikut terjun , nyatanya sudah tidak mau lagi diajak demo atau aksi bela Islam ataupun apa namanya , karena mereka menganggap akan banyak mudharatnya daripada manfaatnya.
Bahkan isu penggulingan Jokowi pun bergulir di masyarakat.

Kini banyak yang terpanggil membela Jokowi atau Ahok.
Orang-orang ini bukan timses, bukan kader parpol, tidak dibayar, namun mereka rela komitmen waktu, bahkan beberapa membela secara militan.

Ada yang sampai turun ke jalan, ada yang sebatas membuat status di media sosial disela kesibukan, lalu menghabiskan waktu berjam-jam membalas komentar.

Apakah ini politik ?
Jawabannya adalah BUKAN.

Mereka bukan sedang membela politik Presiden RI atau Gubernur DKI.. tapi sebuah gerak Reflek spontan membela AKAL SEHAT yang diancam oleh “Kekonyolan”.

Ini adalah naluri alamiah manusia, seperti sel darah putih memerangi virus yang mengancam tubuh, Akal pun akan memerangi “Kebahlulan” yang menyerang.

KEKONYOLAN & KEBAHLULAN

Sejak Jokowi terpilih jadi Presiden RI, mata & kuping kita dibombardir oleh Kekonyolan & Kebahlulan yang membuat nalar kita bereaksi keras demi menjaga keseimbangan akal sehat.

Makin “Bahlul” informasinya,
makin keras akal melawan..

Jokowi bersih, difitnah korup
Jokowi Muslim, difitnah Kristen
Jokowi asli Jawa, difitnah Tionghoa
AKAL SEHATNYA DIMANA ?

ini hanya sedikit contoh dari BERTON-TON SAMPAH informasi yang harus dicerna akal sehat sejak pasca Pilpres sampai hari ini.. ini yang membuat kita membela.

Sama halnya menimpa pada Ahok..
Ahok bersih, difitnah korup Sumber Waras.. Sanusi korupsi reklamasi, Ahok yang dibenci.. Ahok bentak-bentak maling, difitnah maki-maki rakyat.. AKAL SEHATNYA DIMANA ?

Dugaan penistaan agama Ahok pun sebenarnya sangat jelas disebabkan oleh TRANSKRIP Buni Yani yang menghilangkan kata “PAKAI” sehingga seolah-olah Ahok menistakan Al-Quran.
Ya , kini sudah imbang lah , SBY atau Si Buni Yani sudah jadi tersangka seperti Ahok dan dua-duanya tidak ditahan .

SALAH JOKOWI AHOK HANYA DUA

Kesalahan Jokowi Ahok itu hanya dua.. Pertama, mereka berdua alergi bagi-bagi dana anggaran negara kepada elit-elit politik dan orang-orang besar petinggi negeri seperti rezim-rezim terdahulu.

Kedua, mereka mencoba MEMPERBAIKI SISTEM bobrok negeri ini. Dulu-dulu yang namanya pemberantasan korupsi itu orientasi “orang”. Asal ada tumbal, Gayus Tambunan masuk, lainnya aman…Semua kader dan petinggi Demokrat masuk bui , putra mahkota Cikeas aman…Padahal namanya juga turut disebut-sebut oleh Nazarudin , kader Demokrat  pertama yang pertama masuk bui dan selanjutnya menyeret yang lain.

Ya , bedanya …Jokowi-Ahok tidak puas dengan hanya satu-dua tumbal seperti rezim-rezim terdahulu. Jokowi Ahok ingin REFORMASI TOTAL sistem yang otomatis memiskinkan para elit politik yang tadinya gendut dari uang rakyat.
Pungli aja dibabat apalagi korupsi …itu saja sih

Dan pernahkah anda berpikir , orang-orang yang benci Jokowi-Ahok dan suka bikin rusuh, resah  … orangnya itu-itu juga

Selamat berpikir dengan sehat…

Thank to :
Gus Permadi Arya ( Ust. Abu Janda Al-Boliwudi )
-Muslim Nahdliyin-

Iklan

Responses

  1. S7

    Suka


gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: