MUI Serukan Rujuk Nasional , Jokowi : Yang Berantem Siapa ?

image

M2000 – Seperti diberitakan , antara Polri dan GNPF MUI sudah bersepakat untuk melaksanakan aksi damai atau aksi bela Islam jilid 3 di Monas , dan hal itupun membuat suasana lebih adem.

Presiden Joko Widodo sendiri menegaskan kondisi bangsa saat ini sangat baik. Karena itu, Jokowi menilai gagasan rujuk nasional yang dikemukakan MUI bukan istilah tepat jika dimaksudkan sebagai silaturahmi nasional.

Rujuk apa? Yang berantem siapa? Saya kira rujuk-rujuk itu, la wong kita enggak berantem, kok,” kata Jokowi saat menjamu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar minum teh bersama di beranda belakang Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

Jokowi mengatakan pihaknya justru ingin mengingatkan kembali keberadaan Indonesia yang dianugerahi dengan perbedaan dan keberagaman.

Kita ingin mengingatkan kembali betapa kita ini beragam, betapa kita ini majemuk. Enggaklah, saya kira rujuk, rekonsiliasi, kalau kita berada pada posisi apa? Posisi apa?” tanya Jokowi ke Muhaimin.

Berantem,” jawab Muhaimin.

Nah, itu. Kita ini baik-baik saja. Kita bertemu MUI juga sudah, bertemu NU juga sudah, bertemu Muhammadiyah juga sudah. Saya kira kita ini baik-baik saja,” kata Jokowi.

Hanya, perlu sekali lagi kita mengingatkan kepada kita semuanya tentang keberagaman itu, tentang pentingnya Pancasila, tentang pentingnya NKRI, tentang pentingnya Bhinneka Tunggal Ika. Mengingatkan itu saja,” tambah Jokowi.

Ya , jika dicermati secara seksama , pernyataan presiden Jokowi memang ada benarnya .
Selama ini pemerintah memang tidak ada perselisihan dengan pihak manapun .Kalaupun ada perselisihan , itupun yang melakukan pihak luar dan Jokowi pun tidak mempersalahkannya .

Sebagai perumpamaan adalah , jika anda seorang bapak atau kepala keluarga yang selalu direpotkan oleh ulah anaknya sendiri , namun sang bapak tidak mempersalahkannya, terus sang anak diminta pamannya untuk berdamai dengan bapaknya , ini kan aneh .
Seharusnya sang anak atau sang paman menganjurkan sang anak minta maaf kepada bapaknya , bukan mengajak mereka untuk berdamai.
Kata damai atau rujuk bisa di istilahkan kedua pihak bersalah…Lha ini kan hanya satu pihak yang berulah .
Catat , yang membuat ulah siapa , dia yang harusnya minta maaf , bukan mengajak berdamai …Minta maaf dan mengakui salah apa susahnya.
Kalau masih tidak mau minta maaf dan tetap minta damai , ngelonjak itu namanya.

Ya , hal itu , memang tidak lepas dari pernyataan MUI beberapa hari lalu.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin sebelumnya menggagas pertemuan dengan tema rujuk nasional. Konsolidasi nasional penting untuk bertukar pikiran, juga mencari solusi bersama guna mempererat solidaritas nasional.

Saat ini, dalam pandangan Ma’ruf, beredar banyak prasangka buruk. Terjadi jurang perbedaan kesepahaman yang berpotensi memecah persatuan nasional.

Kita perlu melakukan pertemuan, dialog nasional untuk bisa mencapai rujuk nasional. Jadi rujuk nasional akan menyatukan seluruh potensi bangsa ini, jangan sampai ada kecurigaan, ada prasangka, ada praduga yang tidak tepat dan membuat kesalahpahaman,” ujar Ma’ruf Amin saat dihubungi detikcom, Selasa (29/11).

Library : detik.com

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s