Larangan Memilih Pemimpin Non Muslim , Ini Penjelasannya

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

M2000 – Di masyarakat , setiap akan ada pileg atau pilkada , seringkali kita mendengar kalimat ‘ jangan memilih pemimpin non muslim ‘.
Saya sendiri juga bingung yang disebut pemimpin itu apa , kalau dalam pemilihan legislatif , apakah mereka juga pemimpin , menurut saya , mereka bukan pemimpin , mereka itu orang yang mencari pekerjaan .
Karena menurut hemat saya kalau toh mereka jadi pun , saya tidak pernah merasa dipimpin mereka …Mereka hanya orang yang mencari kerja , jadi hemat saya lagi , saya akan memilih yang menurut saya mampu , terlebih lagi karena memang saya kenal dan menurut saya dia mampu untuk bekerja tanpa memandang apakah dia pria atau wanita , muslim atau non muslim.

Dan masih dalam kasus yang sama , baru-baru ini, banyak berita yang mengabarkan berita tetang video Gubernur DKI Jakarta di Kepulauan Seribu.
Bahkan berita ini semakin viral dengan adanya demo damai yang terjadi di Jakarta pada awal desember kemarin.
Terdapat kalimat yang menjadi perhatian dalam berita ini, “Masyarakat kepulauan tidak perlu takut jika tidak ingin memiliki beliau sebagai Gubernur untuk masa pemilihan ini, karena dibohongin ‘PAKAI’ surat Al-Maidah ayat 51, dan dibodoh-bodohin, ditakut-takutin masuk negara.”

Coba perhatikan penggalan kalimat tersebut ,
1. Dibohongin surat Al Maidah
2. Dibohonin ‘PAKAI’ surat Al Maidah

Pada nomor satu jelas sekali kalimat tersebut mengatakan surat Al Maidah itu bohong.
Sedangkan pada nomor dua mengatakan yang  bohong itu seseorang yang menggunakan surat Al Maidah , artinya ada subyeknya yaitu orang .

Penjelasan singkatnya , pada nomor satu jelas sekali menandakan bahwa itu menistakan Al Qur’an dengan mengatakan bahwa Al Maidah itu bohong.
Sedangkan pada nomor dua , kalimat tersebut menuduh seseorang yang membohongi orang lain dengan surat Al Maidah .
Bisa jadi , seseorang menyampaikan arti yang salah dari kandungan surat Al Maidah kepada orang lain , artinya bukan surat Al Maidahnya yang salah atau bohong , tapi orangnya yang salah mengartikan surat tersebut , ingat ada subyeknya yaitu orang.

Hal ini pernah diungkapkan Buya Syafii , Quraish Shihab dan juga imam besar masjid Istiqlal yang mengatakan Ahok tidak menistakan agama .
Namun MUI berkata lain , Ahok sudah menistakan agama .

Tapi bagaimanapun , kalimat atau pidato yang disampaikan tersebutlah yang kemudian memicu kehebohan di kalangan masyarakat, khususnya kaum Muslim dengan dipotongnya kata ” PAKAI ” yang akhirnya berubah maknanya.

Lantas apa sebenarnya isi dari surat Al-Maiadh ayat 51?

Pemimpin memiliki peran penting dalam perkembangan kelompok atau negara sehingga ia harus memiliki karakteristik sebagaimana layaknya seorang pemimpin. Oleh karena itu, kita harus bisa memilih pemimpin yang tepat.

Surat Al-Maidah ayat 51 mengatakan bahwa orang-orang beriman dilarang untuk memilih orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin karena sebagian dari mereka adalah “awliya”. “Barangsiapa yang memilih mereka menjadi “awliya” maka mereka termasuk golongannya dan Allah tidak akan memberi petunjuk pada orang yang zalim”.

Memilih pemimpin menurut Islam tersebut, sudah jelas bahwa kita dilarang untuk memilih orang Nasrani dan Yahudi sebagai pemimpin.

Lantas, apakah semua orang Nasrani dan Yahudi dilarang menjadi pemimpin atau ada ketentuan lainnya ?

Di dalam surat Al-Maidah ayat 51 terdapat kata “awliya” yang merupakan alasan mengapa kita dilarang memilih pemimpin kafir.
Beberapa ulama mengungkapkan pendapatnya masing-masing mengenai penyebab turunnya surat tersebut.

As-Saddi mengatakan jika ayat iin diturunkan berkaitan dengan dua orang lelaki. Salah satu lelaki mengatakan bahwa ia akan pergi kepada si Yahudi untuk berlindung dan masuk agamanya, barangkali ia bermanfaat untuk lelaki tersebut.
Sedangkan, lelaki yang lain mengatakan bahwa ia akan pergi ke si Fulan yang beragama nasrani ke Negeri Syam dan ia akan berlindung serta ikut masuk ke agamanya.

Setelah itu, turunlah surat Al-Maidah ayat 51 yang melarang mereka untuk mengambil orang Yahudi dan Nsrani sebagai “awliya”.

Di dalam surat lain, yakni AN-Nisaa ayat 144 mengatakan bahwa kita dilarang untuk menjadikan orang kafir menjadi “awliya” dengan meninggalkan mukmin karena Allah akan menyiksa kita dengan alasan ini.

Dari kedua ayat tersebut, ada kata “awliya” dan apakah maksud dari kata tersebut?

Menurut Ibn Katsir, Maksud dari istilah “awliya” adalah berteman akrab, tulus, setia, membuka rahasia orang mukmin pada mereka dan merahasiakan kecintaan orang mukmin pada mereka.
Jadi, tafsir Ibn Katsir mengatakan jika kata “awliya” sebagai pemimpin yang baik. Maksudnya adalah berteman dalam arti beraliansi dan bersekutu dengan meninggalkan kaum mukmin, namun bukan bermakna dilarang berteman sehari-hari.

Surat Al-Maidah tersebut diturunkan dalam konteks ketika kaum muslim kalah di dalam perang Uhud, jadi banyak yang tergoda untuk bersekutu dengan pihak Nasrani dan Yahudi untuk mendapatkan keuntungan, padahal hal ini jelas dilarang.

Berdasarkan ulasan dalil memilih pemimpin di atas maka kita tahu bahwa memilih pemimpin adalah suatu pekerjaan yang tidak mudah. Terlepas dari masalah yang terjadi, sebagai masyarakat Indonesia seharusnya kita bisa saling menghormati dan menghargai kepercayaan masing-masing orang karena itu adalah hak pribadi yang tidak bisa kita paksakan.

Memahami surat dengan baik adalah solusi agar kita tidak terjebak dengan masalah atau konflik-konflik yang terjadi.
Oleh karena itu, toleransi antar umat sangat diperlukan untuk menciptakan perdamaian di Indonesia dan memahami larangan memilih pemimpin non Muslim.

Ingat …jangan mudah terprovokasi , salinglah menghargai , jangan saling menghujat , jangan mengkafir-kafirkan orang lain , apalagi mengkafir-kafirkan sesama muslim hanya karena berbeda pendapat.
Kita tidak pernah tahu akhir kehidupan dari seseorang …siapa tahu , orang yang kita kafir-kafirkan , kelak mendapat hidayah dan justru menjadi pemimpin ummat…Bukankah sudah banyak contoh dari para sahabat Rosullullah.
Tengoklah kisah Umar Bin Khatab atau Khalid atau yang lainnya.

Simaklah video pencerahan dari Habib Ali Zaenal Abidin ini,

Semoga bermanfaat,
Wassallamu’allaikum…

Note : Maaf , jika ada tulisan yang salah atau salah dalam mengartikan , silahkan diluruskan jika berkenan.

Library : kumpulanmisteri.com

Iklan

One thought on “Larangan Memilih Pemimpin Non Muslim , Ini Penjelasannya

  1. Sedangkan pada nomor dua mengatakan yang bohong itu seseorang yang menggunakan surat Al Maidah, artinya ada subyeknya yaitu orang.

    Org menyampaikan surat Al Maidah ayat 51 koq di bilang bohong, tunjukkin bohongnya dmn ?!? Kalo org menyampaikan surat Al Maidah ayat 51 d bilang bohong, itu artinya apa yg dia sampaikan(Al Maidah ayat 51) adl bohong.

    Suka

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s