Iklan
Oleh: masshar2000 | 26 Desember 2016

Karena Cerdas Ada Batasnya

image

M2000 – Apa yang terjadi akhir-akhir ini , perdebatan , demo-demoan , kafir-kafiran , boikot-boikotan dan aksi radikal terjadi hampir bersamaan dalam waktu yang cepat

Sejak pakde Jokowi terpilih jadi Presiden RI.. Harus kita akui , ada fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya di bumi pertiwi ini, yakni: provokasi SARA yang sistematis, terstruktur dan masif.

Provokasi ini bertujuan untuk hasut konflik horisontal membenturkan etnis dan agama di tingkat akar rumput
Dengan harapan bila terjadi konflik horisontal, jadi punya alasan untuk memakzulkan (melengserkan) pakde dari kursi RI1.
Apa saja yang mereka dengung-dengungkan selama ini .
Catat dulu ya ” Mereka ” adalah golongan Provokator  yang terorganisir.

1. ISU KOMUNIS PKI

Saat Pilpres , pakde adalah salah satu orang dinegri ini yang paling banyak mendapatkan fitnah .
Tentu anda masih ingat kasus OBOR RAKYAT yang membabi buta memfitnah pakde dengan mengatakan pakde adalah anak PKI , bahkan
pasca pilpres, isu kebangkitan “komunis PKI” digendang oleh orang-orang yang pernah berkuasa dengan tujuan untuk hasut sentimen anti pemerintah.

Masih segar ingatan kita tempo hari tiba2 viral di media sosial foto ruko berspanduk “kantor sekretariat PKI”, juga foto stiker PKI ditempel di jalanan sebuah kota.

Rakyat TIDAK BODOH.. kalau kata pedangdut Caca Handika.. itu sih pasang pasang sendiri.. foto foto sendiri.. heboh heboh sendiri…tolong  dilanjutkan sendiri.
Isu “komunis PKI” ini dihembuskan oleh pihak yang tidak suka PDI-P berkuasa karena takut keturunan Presiden Soekarno balas dendam atas penggulingan pak Karno lewat isu G30S.

2. ISU ANTEK ASENG

Isu kedua yang digembar gembor dengan tujuan provokasi kebencian terhadap pemerintah adalah “aseng”.

“Indonesia dikuasai Tiongkok” atau pakde membela taipan 9 naga, latah dipercaya secara massal bak sebuah SIRKUS KEDUNGUAN.

Kenapa dungu?
Karena sejak dulu Indonesia memang sudah DIKUASAI ASING. sejak era Soeharto sampai SBY, asing menguasai setiap sendi Republik ini.

Blok minyak dikuasi Konglomerasi raksasa Amerika Chevron, Mobil, Exxon, dkk, dengan bagi hasil yang menyedihkan 90% lebih untuk asing. Freeport dibiarkan MERAMPOK kandungan emas terbesar di dunia.
Perampok BLBI semuanya menjadi KAYA RAYA pada masa rezim ORBA memanfaatkan budaya KKN kolusi dengan pejabat merampok uang negara.

Taipan 9 naga yang diributkan karena menguasai hajat hidup orang banyak juga bukan kaya mendadak.. tapi jadi kaya berkat KKN pada era Soeharto.
Semua kekacauan di negeri ini BUKAN terjadi instan.. tapi akumulasi kebobrokan rezim-rezim pemerintah yang lalu.. tapi kenapa semua seolah jadi salah satu orang, pakde Jokowi?

jawab: karena cerdas ada batasnya, tapi dungu tak mengenal batas.

3. ISU SEKTARIAN

Isu sektarian (agama) juga gencar digendang oleh para Elit provokator yang ingin “mensuriahkan” Indonesia MEMBENTURKAN umat beragama di tingkat akar rumput.

Tahun 2015 isu “Syiah” digendang habis2an oleh kelompok islam garis keras, padahal yang DISASAR sebenarnya adalah Sunni moderat seperti NU karena NU sangat anti radikalisme & anti terorisme.

Bahkan masih segar dalam ingatan kita , pakde difitnah lagi dengan mengatakan pakde sudah dipengaruhi oleh orang-orang Syiah , terlebih saat pakde berkunjung ke Iran , negrinya orang-orang syiah disaat Aleppo dilanda krisis kemanusiaan .
Alasannya klasik , mereka mengangap perang di Aleppo adalah perang sektarian antara syiah dan sunny , yang mana pemerintah dianggapnya rezim syiah yang dibela Iran.
Apakah begitu yang terjadi disana , kenapa media-media mainstream memberitakan seperti itu .
Kapan-kapan insya Allah kita bahas tentang apa yang terjadi di Aleppo …Apa yang sesungguhnya terjadi disana .

Lalu insiden bakar-bakaran di Tanjung Balai yang berbau OPSUS (operasi khusus) oknum intelijen yang sangat menyengat
Rakyat Indonesia tidak bodoh.. MUSTAHIL warga setempat bisa keliling kota membakar 10 vihara.. kecuali orang2 terlatih dan terkoordinir.

Dan yang terbaru insiden di hotel Jambi.
Berdasarkan foto-foto lama 1 minggu yang lalu, TIDAK ADA lafadz “Allah” pada hiasan Natal tersebut.
Ada pelaku provokator yang sengaja modifikasi batuan kerikil hiasan menjadi lafadz “Allah” dengan tujuan menghasut konflik sektarian.

image

Simak baik-baik gambarnya ..

Provokasi demi provokasi tiada henti ingin menyulut kemarahan kalangan orang-orang BODOH yang mudah tersulut.
Kita hanya bisa berdoa semoga populasi orang bodoh di negeri ini tidak banyak.. dan semoga aparat cepat menangkap para pelaku provokator yang ingin memecah belah NKRI.
Memang sih untuk menjadi radikal tidak harus pintar .

Anda sendiri termasuk golongan yang mana ,CERDAS , BODOH ATAU DUNGU ?

Sebelum menjawab perlu diingat kalimat atau kata kuncinya : Cerdas ada batasnya tapi Dungu tak mengenal batas “.

Iklan

Responses

  1. Setuju banget, tulisannya bagus bgt mas.

    Suka

  2. Dimanakah toleransi beragama kita ?

    https://nofgipiston.wordpress.com/2016/12/26/membuat-scroll-text-telolet-om-menggunakan-arduino-dan-lcd/

    Suka


gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: