Seandainya Sunan Kudus Hidup Di Jaman Sekarang , Apakah Beliau Juga Akan Di Demo Dan Di Boikot ?

image

M2000 – Hampir setiap hari pasca gerakan 411  dan aksi 212 kejadian demi kejadian yang bisa  memecah belah NKRI , seakan semakin menjadi-jadi.
Kasus Bom Bekasi dan tertangkapnya sejumlah teroris di berbagai daerah pun seakan menambah panas suasana yang sebenarnya adem , aman dan nyaman.
Sejumlah pihak yang tidak suka dengan pemerintah atau kita sebut saja haters Jokowi silih berganti mengatakan itu adalah setingan atau pengalihan isu …Sakit bener mendengarnya .

Bagaimana tidak , polisi yang bersusah payah mencegah sebelum bom meledak dikatakan setingan , padahal disaat yang sama di sejumlah negara bom sudah meledak dan menewaskan ratusan orang…Bener-bener gak punya otak dan bisa dikatakan biadab orang yang mengatakan itu setingan .

Terakhir kasus TKA asal china yang dikoar-koarkan sampai 10 juta orang menyerbu Indonesia , sangat tidak masuk akal , padahal gaji di Cina lebih besar dari Indonesia , namun anehnya banyak orang yang percaya.
Kalau yang aneh lagi sih banyak , yang paling lucu adalah boikot Sari Roti .
Entah milik siapa , yang jelas pasca boikot Sari Roti dan pedagang kecil merugi , sejumlah  media aneh menyebutkan itu gara-gara Ahok…Asli dungu bin bahlul banget .
Ya jelas saja yang ngajak boikot siapa yang disalahin siapa.

Nah , seandinya nih , sunan Kudus hidup di jaman sekarang apakah beliau juga akan didemo dan di boikot .
Ada cerita menarik nih tentang kisah sunan Kudus .

Sunan Kudus, salah satu dari anggota dewan Walisongo penyebar Islam di Nusantara, menggunakan pendekatan tasawuf dalam berdakwah. Beliau sangat ahli syariat, dan justru karenanya, bisa mendudukkan bahwa akhlak itu jauh lebih tinggi di atas fiqih.

Secara fiqih, syariat formal, sangat jelas bahwa menyembelih Sapi dan memakan dagingnya adalah halal. Namun beliau melarang hal itu, melarang para santrinya menyembelih Sapi dengan alasan demi menghormati pemeluk agama Hindu yang menganggap Sapi adalah hewan suci, karena simbol tunggangan Dewa Wisnu.
Bahkan menurut sejarahnya , sunan Kudus rela menambatkan salah satu sapinya di halaman masjid supaya orang-orang Hindu yang sangat menghormati sapi tertarik untuk datang ke masjid dan mendengarkan ceramahnya.

image

Kularang kalian menyembelih sapi. Mari kita hormati pemeluk agama Hindu. Kalau mau makan daging, kerbau saja,” begitu kira-kira dhawuh Sunan Kudus apabila diIndonesiakan.

Sunan Kudus pasti tahu bahwa ajaran Hindu berbeda dengan ajaran Islam, namun beliau tidak menyalahkan ajaran Hindu, apalagi menghinanya. Seluruh atribut dan tradisi Hindu beliau hormati. Hingga sampai ketika membangun masjid, menaranya pun dibuat persis seperti bangunan Pura atau Candi.

Bayangkan seandainya di masa Sunan Kudus sudah ada ormas radikal dan majelis orang pintar . Serta merta beliau akan dicaci maki sebagai ulama munafiq pembela kapir, tukang melecehkan Islam dan menista agama. Mungkin pula akan didemo atau disweeping dengan dalih telah mencampur adukkan agama Islam dan agama Hindu.

MUI pernah mengeluarkan fatwa haram terhadap pluralisme, maka andai MUI ada di jaman Sunan Kudus, bisa jadi sunan Kudus atau Sayyid Ja’far Shodiq itu akan divonis oleh ormas garis keras dengan dukungan GNPF MUI sebagai dedengkot pluralis  yang telah merusak akidah umat Islam.

Mari kita bandingkan, Sunan Kudus secara nyata telah berhasil gemilang membuat warga Kudus masuk Islam. Seratus persen warga Hindu di Kudus masuk Islam hanya dalam waktu singkat, karena merasa dihormati keyakinannya, dihargai perasaan keagamannya.

Islam yang datang kepada mereka adalah agama yang lembut, ramah dan penuh kemuliaan. Merasa bahwa Dewanya pun dihormati, mereka  sukarela masuk Islam, lalu bergotong royong membangun menara masjid Al Aqso yang terkenal sebagai Menara Kudus itu.

Sampai sekarang, warga Kudus tradisional tidak berani menyembelih sapi karena menaati larangan Sunan Kudus itu. Anda pasti akan sulit menemukan jagal sapi di sana atau mungkin tak ada jagal sapi di Kudus. Padahal sekarang sudah tidak ada warga selain muslim.
Sampai sekarang pula, Anda pasti kesulitan menemukan pemeluk Hindu di Kudus. Jadi, Islamnya orang Kudus yang dulu banyak pemeluk Hindu, bertahan kuat sampai kini.

Dan perlu kita ketahui, Kudus adalah satu-satunya nama daerah di Indonesia yang memakai kata dari bahasa Arab. Kudus dari Quddus yang artinya suci.
Masjid yang beliau dirikan bersama para muallaf dari Hindu itupun dinamai dengan nama Arab’ Al Aqsho. Jadi, betapa hebatnya Sayyid Ja’far Shodiq. Beliau bisa mengislamkan orang Hindu dan menamai daerah dengan nama Arab.

Nah, coba bayangkan seandainya Sunan Kudus memakai cara seperti MUI saat ini, mengharamkan orang Islam memakai busana mirip orang Hindu, mengharamkan udheng, jarit, sarung dan sebagainya yang saat itu merupakan pakaian ibadah orang Hindu.

Karena fatwa haram tersebut lantas orang Hindu merasa dihina kesuciannya, dianggap najis busana yang meraka pakai, bahkan diprovokasi dengan kebencian plus tindakan kriminal pengikut ormas garis keras macam di Solo dan Jakarta, apakah ada orang Hindu yang mau masuk Islam?

Apakah Islam akan bisa masuk dan berkembang di Jawa dan Nusantara? Dan apakah kita semua, termasuk bapak dan ibu yang ada di MUI akan menjadi manusia beriman?

Sedangkan orang-orang beragama Islam sekarang ini adalah keturunan dari orang Islam di masa lalu, yang nenek moyangnya dulu kemungkinan bukan pemeluk Islam.

Library : dutaislam.com

Iklan

3 thoughts on “Seandainya Sunan Kudus Hidup Di Jaman Sekarang , Apakah Beliau Juga Akan Di Demo Dan Di Boikot ?

  1. Kenapa tidak membuat tulisan tentang asal muasal dari MUI Mas? Ya biar umat tercerahkan.
    Dan tentu sudah pasti bakal di boikot KANJENG SUNAN KUDUS ITU, kan mereka tidak menyakini keberadaan WALI SONGO.

    Suka

  2. Saya punya teman FB, dia seorang muslim tp kalo bikin status diakhiri dg kata “rahayu” katanya itu budaya org jawa. Pdh sbg seorang muslim kita pny kata salam yg sesuai syariat Islam yaitu “Assalamualaikum wr wb…..” knp g pke ini aja, knp budaya menjadikan kita meminggirkan syari’at ?!?? Itu hny salah satu contoh blm lg yg lain, sprt cara berpakaian, beribadah dll……

    Suka

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s