Nafsu Sudah Di Ubun-Ubun , Kapan Ahok Dipenjara ?

image

M2000 – Ahok itu media daring , setiap apa yang dilakukan Ahok selalu saja menjadi berita yang menarik untuk diketahui khalayak ramai , bahkan bisa dibilang di seluruh Indonesia bukan hanya di Jakarta saja , bahkan admin masih ingat dulu waktu pilkada , ada spanduk partai Nasdem di kota Solo bertuliskan ” Ada kader Kami Yang Seperti Ahok ” …sampai segitunya ya , padahal Ahok sendiri bukan dari partai Nasdem.

Kini biarpun Ahok sudah jadi tersangka atau terdakwa , Ahok masih menguasai media , bahkan tak hanya oleh pendukung-pendukung Ahok , tapi juga para hatersnya , terbukti mereka sering nge share berita tentang Ahok , walaupun tentunya sudah di pilih-pilih yang tepat untuk menjatuhkan Ahok .

Yang paling dominan memusuhi Ahok tentu saja kelompok yang menamakan dirinya FPI ..Bahkan jauh sebelum kasus penistaan agama.
Namun ,  Setelah hampir lima tahun berseteru dengan Ahok, FPI hingga kini masih gagal memasukkan Ahok ke penjara. Bahkan setelah demo hingga berjilid-jilid dengan biaya bermilyar-miliar yang entah darimana asalnya ,  hasilnya hingga saat ini hanya tersangka dan terdakwa. Padahal tuntutan utama demo besar yang ikut digagas FPI itu adalah ‘tangkap dan penjarakan Ahok’. Nyaris tak terdengar saat itu tuntutan ‘tersangkakan dan terdakwakan Ahok’.

Bisa dibilang , Kegagalan memenjarakan Ahok, merupakan kegagalan besar FPI hingga kini. Itulah sebabnya empat saksi yang dihadirkan pada sidang Ahok (3/1/2017) itu, kompak bak kelompok paduan suara meminta hakim agar menahan Ahok.

“Mereka juga seperti koor (paduan suara) minta hakim menahan saya. Semua saksi minta yang sama”, kata Ahok setelah menjalani persidangan.

Empat orang saksi yang hadir, di antaranya dua anggota Front Pembela Islam (FPI), yaitu Habib Novel dan Muchsin, Advokat palsu Gus Joy dan Syamsul Hilal sangat getol meminta hakim agar memenjarakan Ahok.
Alasannya, Ahok kerap mengulangi perbuatannya dan sangat mungkin menghilangkan barang bukti. Tentu saja permintaan saksi ini akan diabaikan oleh hakim dan tak akan menahan Ahok yang sangat kooperatif dan tidak mungkin menghilangkan barang bukti.

Mengapa mereka sangat getol memenjarakan Ahok kendatipun belum ada vonis di pengadilan? Apa alasannya?

Pertama,
Aksi balas dendam kesumat. Sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa Habib Novel, pernah masuk penjara, gara-gara Ahok. Ia didakwa melakukan tindakan kriminal pada media Oktober 2014 silam. Saat itu Novel dikenakan pasal berlapis karena keterlibatannya pada demo penolakan Ahok yang berujung rusuh di depan gedung DPRD DKI Jakarta. Sekretaris Jenderal FPI DKI ini, dianggap sebagai penanggung jawab demo yang menyebabkan 16 petugas polisi luka-luka. Saat itu, Polda Metro Jaya langsung menahan 21 anggota FPI termasuk Novel.

Setelah bebas dari penjara, maka jelas Novel ingin membalas dendam kepada Ahok. Dendamnya menjadi semakin menyala-nyala tak kala ia gagal menghalangi Ahok menjadi Gubernur DKI, dan malahan mendekam di penjara. Untuk itu, dengan segala cara, Novel ingin membalas dendam kesumatnya kepada Ahok. Ahok harus dipenjara, terserah bagaimanapun caranya.
Jika Ahok pernah dipenjara walaupun hanya beberapa hari saja, maka Novel dan kelompoknya akan puas dan bersorak kegirangan. Impian dan kerinduan mereka selama ini untuk memenjarakan Ahok, menjadi kenyataan.
Bahkan saking gemesnya , kemarin dalam sebuah forum di FB , ada yang mengatakan , ‘gak apa-apa Ahok dipenjara yang penting bisa ikut Pilkada dan menang satu putaran …yang tentu saja langsung mendapat reaksi keras para haters Ahok …Seru banget ya ?

Kedua,
Mereka sangat mungkin mempunyai keyakinan tersembunyi bahwa pengadilan akhirnya akan membebaskan Ahok dari segala tuduhan. Itu bisa saja terjadi mengingat hakim tengah memeriksa kebenaran materiil perkara. Apalagi semua saksi yang dihadirkan tak satupun dari Kepulauan Seribu yang menyaksikan langsung kejadian dan hanya melandaskan kesaksiannya pada video potongan Buni Yani.

Hampir dapat dipastikan bahwa Ahok akan mampu menghadirkan para saksi fakta yang hadir saat dia pidato di Kepulauan Seribu. Kesaksian hebat warga Kepulauan Seribu itu bisa langsung mematikan kesaksian Novel, Gus Joy dan saksi pelapor lainnya. Apalagi hari Kamis kemarin (5/1/2017), warga Kepulauan Seribu sudah datang berbondong-bondong ke Rumah Lembang. Mereka menyatakan dukungan kepada Ahok sekaligus menegaskkan bahwa Ahok sama sekali tidak pernah menista agama Islam saat pidato di Kepulauan Seribu itu.

Lantas kapan Ahok di penjara ?

Menunggu vonis pengadilan?
Kalau ia bebas, bagaimana?
Usaha memenjarakan Ahok kembali gagal sejak Sumber Waras, Reklamasi, bus berkarat Trans Jakarta hingga kasus UPS atau USB Lulung.
Puncak kepuasan untuk melihat Ahok di penjara, tak kesampaian. Ejakulasi politik busuk yang sarat kepentingan, gagal lagi, gagal lagi dan gagal lagi.
Nah, inilah ketakutan pertama mereka. Maka tanpa malu dengan muka tebal, para saksi itu kompak meminta hakim untuk menahan Ahok, kalau bisa satu hari saja.

Ketiga,
Dengan status ‘Ahok pernah di penjara’, maka mereka akan menggunakan status itu untuk terus menyerang Ahok menjelang Pilkada 15 Februari mendatang.
Mereka dengan mudah melakukan propaganda bahwa orang pernah di penjara jangan dipilih. Orang yang pernah di penjara sangat tidak layak menjadi gubernur DKI Jakarta.

Jika Ahok di penjara sebelum Pilkada 15 Februari, maka jelas Ahok tidak bisa lagi semberangan ngomong di luar sana. Ketika Ahok di penjara, maka akses para wartawan meliput segala perkataannya sangat terbatas dan jelas status Ahok sebagai media daring pun perlahan-lahan akan luntur dan yang jelas Ahok tidak bisa lagi kampanye di rumah Lembang atau blusukan sambil berselfi ria dengan warga Jakarta yang mengelu-elukannya.

Jika Ahok di penjara, sangat mungkin elektabilitasnya terjun bebas mendekati nol. Untuk apa memilih calon yang di penjara? Begitu kira-kira kampanye para lawan politik selanjutnya.
Namun impian mereka untuk memenjarakan Ahok belum juga menjadi kenyataan. Bahkan gara-gara Ahok gagal di penjara, ketakutan besar FPI akhirnya mulai terbukti.
Apa saja itu?

Gara-gara Ahok tidak dipenjara, maka Ahok bisa dengan bebas ngomong di depan wartawan tentang hasil sidang. Sebagai contoh saat sidang usai, beberapa baris ucapan Ahok, langsung menggegerkan jagat sosial media.

Ada saksi yang malu kerja di Pizza Hut tapi sengaja diubah jadi Fitsa Hats. Saya sampai ketawa padahal semua mesti tanda tangan. Dia bilangnya enggak memperhatikan”, ujar Ahok usai sidang. “Saya pikir dia malu tidak boleh dipimpin oleh yang tidak seiman. Pizza Hut kan punya Amerika. Dia tulis Fitsa Hats,” kata Ahok lebih lanjut.

Keterangan Ahok di atas, langsung tertuju kepada Habib Novel yang foto BAP-nya dengan tulisan Fitsa Hats itu, tersebar luas. Gegerlah sosial media.
Bullyan dan meme olok-olokan terhadap Novel menjadi hal paling lucu dan konyol di awal tahun 2017 ini. Nama Novel pun jatuh ke titik nadir.

image

Meme fitsa hats yang menyebar di media

BACA JUGA : Apakah Habib Novel memang seorang Habib , ini ulasannya

Tidak cukup sampai di situ, Ahok juga membongkar kedok kesaksian palsu Habib Novel yang menuduh Ahok membunuh dua anak buah Novel dan merekayasa pemenjaraan dirinya. Kesaksian palsu itu bisa dipidana 7 tahun penjara.
Gus Joy, saksi kedua, tidak luput juga dari serangan balik Ahok. Di persidangan, Gus Joy sebagaimana diungkap Ahok mengaku sebagi Advokat namun belum pernah disumpah.

Jelas, tindakan mengaku-ngaku sebagai advokat oleh Gus Joy ini terancam pidana penjara 7 tahun. Bersamaan dengan terbongkarnya advokat palsu Gus Joy, terbongkar juga kasus Gus Joy lainnya yakni kasus penipuan terkait pemberian tanah wakaf seluas 1.000 meter persegi di daerah Jonggol, Bogor. Terbongkarnya kedok Novel dan Gus Joy, itu terjadi karena Ahok masih bebas ngomong di luar penjara. Lagi-lagi ketakutan FPI bila Ahok tidak dipenjara, terbukti.

Maka ke depan jika Ahok tidak ditahan alias dipenjara, Ahok terus bebas berkeliaran untuk kampanye, membeberkan hasil sidang yang tidak disiarkan langsung dan membuka kedok para saksi lainnya yang belum terungkap. Bukan hanya itu, bila Ahok masih belum ditahan, maka besar kemungkinan ia menang satu putaran, bebas di pengadilan dan menjadi gubernur lagi.

Jika demikian, kapan Ahok di penjara?

Hmmm…Menunggu Ahok dipenjara seperti menunggu film G30S/PKI ditayangkan lagi di layar kaca .

Library : seword , terberita.com

One thought on “Nafsu Sudah Di Ubun-Ubun , Kapan Ahok Dipenjara ?

  1. Ping-balik: Ketika Kebencian Di Mobilisasi ( True Story : Pakistan ) | #M2000

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s