Iklan
Oleh: masshar2000 | 15 Januari 2017

OPM Nyatakan Siap Berperang , TNI : Kami Tertawa Saja

image

M2000 – Papua , yang dulu kita kenal sebagai Irian Jaya , ternyata sampai sekarang masih saja terjadi propaganda untuk segera melepaskan diri dari Republik Indonesia .

Goliath Tabuni yang mengklaim sebagai Jenderal dan Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sudah menyatakan perang terhadap Pemerintah Indonesia. Tabuni juga mengundang PBB, khususnya tentara di pangkalan Amerika di Darwin, Australia, untuk masuk Papua.

Dalam pernyataan tersebut juga nampak ada perpecahan dalam tubuh organisasi papua merdeka. Karena itu Tabuni memperingatkan organisasi lain untuk menolak pimpinan lain selain Tabuni.

Berikut pernyataan lengkap Goliath Tabuni sesuai aslinya (pernyataan sikap ini mulanya ditulis huruf besar semua).

Pernyataan Sikap

Bahwa, dengan mengingat perjuangan kemerdekaan bangsa Papua Barat, maka Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), sebagai Tentara Perjuangan Benteng Nasional Bangsa Papua, yang memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat dan bangsa Papua Barat.

Dengan ini, dibawah Pimpinan Jenderal Goliath Tabuni kami menyeruhkan dan menyatakan pernyataan sikap.

Pertama :
Kepada Komando Daerah Pertahanan (KODAP) di seluruh wilayah Papua Barat, segerah melaksanakan revolusi tahapan sesuai perintah panglima tinggi tanggal 11 Desember 2012 di Tingginambut.

Kedua :
TPNPB di seluruh pegunungan, pesisir pantai di Papua Barat bersatu dalam satu komando nasional, dan sekarang kami satukan kekuatan senjata dan amunisi. Maka kami nyatakan sikap bahwa siap perang lawan militer Indonesia hanya untuk satu tujuan Papua merdeka.

Ketiga :
TPNPB perang bukan minta otonomi, pemekaran atau minta makan minum, tetapi TPNPB perang untuk merebut kemerdekaan Papua Barat, maka perlawanan bersenjata TPNPB dan militer Indonesia, tidak akan berhenti sebelum misi perdamaian PBB masuk di Papua Barat.

Keempat :
Kami menyeruhkan kepada negara-negara pendukung kemerdekaan Papua Barat di seluruh dunia, bahwa segerah mendesak PBB untuk kirim pasukan perdamaian pangkalan militer Amerika yang ada di Darwin Australia masuk di Papua untuk mengadakan referendum Papua Barat.

Kelima :
Kepada pimpinan ULMWP dan pimpinan NRFPB, WPNCL dan PNWP segerah hentikan perlombaan kabinet dan konstitusi negara masing-masing. TPN-OPM tidak mengakui semua kabinet dan konstitusi selain 1 Juli 1971, oleh karena itu, TPNPB memberikan warning kepada kelompok yang bermain kepentingan yang menghambat perjuangan Papua merdeka.

Keenam :
TPNPB dan rakyat bangsa Papua Barat mendukung penuh ULMWP menjadi anggota penuh di MSG pada KTT MSG tanggal 21–22 Desember 2016 di Vanuatu, dengan alas an bahwa bangsa Papua Barat bukan Melayu kami adalah ras Melanesia.

Ketujuh :
Komando nasional dibawah Pimpinan Jenderal Goliath Tabuni adalah satu kesatuan Tentara Nasional Bangsa Papua Barat, yang dipilih melalui Forum KTT TPN-OPM di Biak tanggal 1-5 Mei 2012, maka siapapun yang berada di suatu negra merdeka kelaim sebagai panglima tinggi atas nama bangsa Papua Barat demi hukum kami menyatakan tidak.

Demikian pernyataan kami Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka.

Pada tanggal          : 19 Desember 2016
Di Markas KODAP    : Kwiyawagi Papua Barat

Apa Respon Kodam XVII Cenderawasih ?

Seperti dilansir gatra.com, Kodam XVII/Cenderawasih mengklaim situasi Tanah Papua dalam keadaan aman dan kondusif. Bahkan hampir seluruh masyarakat Papua sedang mempersiapkan Pemilukada serentak Februari 2017 mendatang.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Teguh Pudji Rahardjo menyebutkan pernyataan ultimatum perang yang dinyatakan oleh Goliat Tabuni, salah satu pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Puncak Jaya diduga terkait indikasi dukung mendukung dalam kelompok OPM pada Pilkada di Puncak Jaya.

Pernyataan itu malahan kami indikasikan karena didalam kelompok Goliat ada saling mendukung kandidat dalam pilkada setempat. Situasi di Puncak Jaya atau wilayah lain, aman-aman saja,” jelasnya.

Kodam Cenderawasih juga mengklaim tak mendapatkan surat ataupun sejenisnya yang menyatakan perang dari kelompok OPM itu. “Kalau menyatakan perang ya ke kami, bukan ke media. Kami tak menerima langsung pernyataan yang tak bisa dipertanggung jawabkan ini,” ungkapnya.

Menurut Kodam Cenderawasih, Goliat Tabuni adalah masyarakat biasa yang wajib dilindungi dan memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk membangun daerahnya. Walaupun Goliat memiliki anggota atau anak buah yang sudah bergabung dengan NKRI, Kodam Cenderawasih masih menunggu Goliat untuk turun gunung dan bergabung dengan pemerintah.

Enumbi itu kan pengawalnya. Enumbi sudah menyerahkan diri ke NKRI dan bergabung membangun daerahnya. Untuk pernyataan perang tersebut, ya kami ketawa saja lah. Tak perlu ditanggapi itu. Kami yang dilatih perang saja, justru ingin perang dengan pembangunan, artinya membuka keterisolasian Papua dengan pembangunan,” ucapnya .

Kodam Cenderawasih , mengaku walau sejumlah anak buahnya sudah menyerah dan bergabung dengan NKRI, kelompok Goliat Tabuni masih memiliki kekuatan senjata, walaupun kekuatannya sangat kecil.
“Goliat itu sudah tua dan sakit-sakitan, kami ga perlu tanggapi dia lah,” kata Teguh.

Library : Suara Papua

Iklan

Responses

  1. Jawabannya politis ga ya

    Suka


gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: