Heboh , Spanduk Tolak Wayang Kulit Bukan Budaya Islam , Siapa Yang Bikin ?

image

Masshar2000.Com – Hari minggu 22 Januari 2017 Jakarta kembali digegerkan dengan penemuan sejumlah spanduk yang berisi penolakan pementasan wayang kulit yang akan diselenggarakan oleh Cawagub Djarot Saiful Hidayat, spanduk tersebut dipasang di sejumlah tempat di Jakarta.

Lucunya alasan penolakan pementasan wayang yang mengatasnamakan aliansi umat Islam se-Jakarta itu adalah karena wayang kulit diaggap bukan budaya dan tidak ada dalam syariat Islam.

Melihat isi dari spanduk konyol ini kita bisa langsung tahu kalau pembuat dan pemasang spanduk ini hanyalah seorang dungu yang buta sejarah Indonesia.
Yang membuat spanduk ini tidak sadar bahwa tanpa wayang dia sendiri mungkin tidak akan mengenal Islam saat ini.

Sebelum Islam datang dan berkembang di pulau Jawa, masyarakat Jawa telah lama menggemari akan kesenian, baik pertunjukan wayang dengan gamelannya maupun seni tarik suara. Maka oleh karena itu para walisongo mengambil siasat menjadikan kesenian itu sebagai alat dakwahnya, guna memasukkan ajaran islam kepada masyarakat Islam kepada masyarakat lewat apa yang selama ini menjadi kegemarannya.

Adalah Sunan Kalijaga sendiri yang mempelopori dakwah Islam melalui media wayang kulit, peristiwa itu terjadi kira-kira tahun 1443 M.

Dan sekarang setelah Islam berhasil tersebar luas di tanah Jawa, muncul orang-orang baru yang sok pintar dan sok islam paling benar menentang kebudayaan yang dulunya di gunakan sebagai sarana syiar.

Spanduk itu sendiri diketahui terdapat di cempaka Putih Jakarta.
Pendiri Majalah Tempo yang juga seorang sastrawan, Goenawan Mohamad ikut mengunggah foto tersebut melalui Twitter ‏@gm_gm
Spanduk di Cempaka Putih, Jakarta. Wayang kulit dilarang. (Menurut orang2 yg tahu, syiar Islam di Jawa dgn wayang),” tulis GM.

Setelah itu, GM kembali mengunggah foto spanduk yang lain.

Ini spanduk yang lain. Di Cempaka Putih, Jakarta. Pencinta wayang, siap2 pindah…” tulis GM.

Ketika dikonfirmasi mengenai kasus ini, Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Suyatno mengaku malah baru mendengarnya dari wartawan.

DPP FPI yang saat ini di cap sebagai ormas intoleransi tentu saja merasa dipojokkan dan  langsung membuat pernyataan resmi melalui akun instagramnya .

image

Menurut anda , siapa yang membuat dan memasang spanduk tersebut ?
Oke , FPI kita anggap tidak melakukannya , tapi kan bisa saja simpatisannya.
Seperti kasus yang terjadi kemarin saat demo di polda metro jaya , ada peserta demo yang membawa bendera yang dicoret-coret , setelah tertangkap , ternyata FPI tidak mengakuinya karena memang si pelaku tidak mempunyai Kartu Anggota FPI  dan memang pelaku juga mengaku kalau dia hanya simpatisan FPI .

Kemungkinan kedua adalah pendukung Ahok sendiri yang membuat dan memasang spanduk tersebut supaya FPI yang selama ini dicap ormas intoleransi akan tersudut . Sehingga tuntutan agar FPI dibubarkan semakin besar.

Opsi ketiga adalah orang-orang dungu yang tidak tahu sejarah Islam , atau hanya orang-orang sumbu pendek yang tergabung dalam pasukan nasi bungkus …Asal ada duit hayo aja …Hajar blehhh….

image

Tapi kalau menurut penulis sih , mungkin yang memasang memang memberi peringatan agar jangan memutar wayang kulit keras-keras , kasihan tetangga , cuma dianya salah buat tulisan di spanduk …Keren kan opini penulis ?

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s