Iklan
Oleh: masshar2000 | 25 Januari 2017

Soal Diskriminalisasi Ulama Dan Rizieq Shihab , Ini Tanggapan Ketua Umum Al-Washliyah

image

Yusnar Yusuf , Ketua umum Al Washliyah

Masshar2000.Com – Belakangan marak diberitakan adanya diskriminalisasi terhadap para ulama seperti yang sering di katakan Rizieq Shihab .
Masyarakat pun bertanya-tanya apakah benar negara dalam hal ini Polri sudah mendirkriminalisasi para ulama , sebab selama ini baik-baik saja hubungan antara negara dan ulama , terbukti presiden pun beberapa kali mengundang para ulama ke istana negara …Ulama mana yang didiskriminalisasi negara ?
Kira-kira begitulah pertanyaan masyarakat.

Menanggapi hal itu , Ketua Umum Pengurus Besar Al-Washliyah, Yusnar Yusuf meminta masyarakat tidak cepat menyimpulkan kasus yang dihadapi beberapa pimpinan ormas dan aktivis Islam sebagai bentuk kriminalisasi seperti persoalan Rizieq Shihab dan Bachtiar Nashir.

Siapa dan apa itu Al Washliyah ?

Al Jam’iyatul Washliyah adalah salah satu organisasi Islam di Indonesia , diketuai Yusnar Yusuf Rangkuti M.Sc. Ph.D.
Kata Al jam’iyatul Washliyah berasal dari Bahasa Arab Yang artinya Perkumpulan atau perhimpunan yang menghubungkan, baik yang menghubungkan Manusia dengan Allah (hablun minAllah) dan yang menghubungkan Manusia dengan Manusia(hablun minannas).Al Jam’iyatul washliyah sekarang lebih di kenal dengan Al Washliyah.Al wasliyah khusus aktif membela kemaslahatan umat Islam dan Indonesia pada umumnya.

Yayasan ini pula yang mempunyai data , apakah seseorang menang habib atau bukan yang dilihat dari garis keturunannya .
Al Washliyah , kemarin namanya sempat mencuat tatkala ada pertanyaan apakah habib  Novel Bamukmin memang benar seorang habib   .
Dan Al Washliyah melalui perwakilannya mengatakan kalau Novel Bamukmin bukan habib karena tidak ada garis keturunan dari nabi. Belakangan Novel Bamukmin mengatakan kalau habib adalah nama aslinya di KTP pemberian orang tua …jadi memang bukan seorang habib seperti yang dimaksud masyarakat.

Namun,  Yusnar yang juga merupakan salah satu ketua MUI ini berharap pengawasan harus dilakukan dengan ketat.
Iyalah harus diawasi, kan ada pengadilan lihat sajalah nanti,” ujar Yusnar seperti dilansir Republika.co.id, Selasa (24/1).

Yusnar berharap pendukung Habib Rizieq dan Bachtiar Nashir objektif dalam menilai pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian. Apakah pemeriksaan merupakan rekayasa atau memang karena adanya fakta.
Jika pemeriksaan tersebut hanya rekayasa, menurut Yusnar, kepolisian pasti akan menerima akibatnya.
Untuk itu, Yusnar menegaskan, masyarakat harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Yusnar berpendapat, dalam situasi saat ini sulit untuk membedakan kebenaran yang sesungguhnya. Misalnya, hasil pemeriksaan bisa berbeda ketika disampaikan ke publik. Untuk itu, menurut Yusnar, semua pihak tidak mudah memberikan keseimpulan.

Seperti diketahui, beberapa pimpinan Ormas Islam seperti  Rizieq Shihab dan Bachtiar Nashir dilaporkan ke kepolisian dengan berbagai kasus. Kasus yang dihadapi mereka bagi para pendukungnya dinilai sebagai bentuk kriminalisasi ulama seperti yang diucapkan imam besar FPI tersebut.

Jadi siapapun kita , terlebih yang muslim tidak boleh langsung terpancing atau emosi karena adanya isu diskriminalisasi ulama seperti yang sedang terjadi saat ini …
Biarlah proses hukum berjalan sebagaimana mestinya , karena memang hukum harus berdiri diatas kepentingan kelompok atau golongan ..Dan tidak boleh kalah dengan desakan masyarakat.

Sebagai catatan , kita hidup di dunia , biarlah hukum di dunia yang menyelesaikan , dan kita hidup di Indonesia , biarlah proses hukum di Indonesia yang menjalankan .
…Karena Kita Bukanlah Hakim Yang Agung …

Takbir…

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: