Ternyata Cina Adalah Aulia ( Teman Setia ) Negara-Negara Arab

image

Masshar2000.Com – Isu PKI yang mengemuka belakangan ini memang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat .

Beberapa pihak memang memandang PKI sebagai ancaman serius .Menurut mereka PKI sudah terang-terangan menunjukkan eksistensinya , salah satu yang menurut mereka kelihatan nyata adalah adanya gambar yang mirip palu arit pada mata uang rupiah baru .
Ada lagi indikasi yang menurut mereka bahwa negri ini sudah dikuasai komunis Cina adalah banyaknya proyek-proyek pemerintah yang melibatkan taipan-taipan aseng dan menyebut adanya 9 naga yang berniat menguasai Indonesia.

Benarkah kedekatan pemerintah dengan pengusaha Cina adalah tanda-tanda bangkitnya komunis di Indonesia ?

Menurut hemat saya , banyak orang di Indonesia yang salah paham atau gagal paham memahami hubungan pemerintah dengan Cina .
Kenapa saya bilang begitu , karena Cinapun ternyata sudah berafiliasi dengan negara-negara Arab Teluk seperti Saudi, Qatar, Bahrain, UEA, Kuwait, dan Oman.

Banyak yang menganggap China hanya menjalin partnership dengan Iran, bukan negara-negara Arab. Ada juga yang berapologi kalau negara-negara Arab tidak mungkin menjalin relasi dengan China yang “komunis”. Sejumlah asumsi itu sama sekali tidak benar. Haqqul yaqin keliru dan hoax , saya ulangi lagi HOAX .

BACA :

Paham Komunis PKI hanya isu , sudah tidak laku

Dulu, sejak 1949, saat Mao Tse Tung dan Partai Komunis menguasai Tiongkok, kedua negara memang tidak memiliki hubungan bilateral, baik hubungan diplomatik maupun relasi bisnis karena China berada di “gerbong Soviet” yang komunis sementara negara-negara Arab Teluk, terutama Saudi sebagai komanandannya, berada di “blok Amerika” yang kapitalis.

Tetapi sejak Uni Soviet rontok pada 1989 dan wilayah kekuasaannya “mbrodoli” sejak awal 1990-an, ditambah dengan China yang melakukan reformasi kebijakan politik-ekonomi yang setengah komunis dan setengah kapitalis, Arab Teluk mulai menjalin hubungan mesra dengan China.

Kini, seiring dengan ledakan ekonomi yang luar biasa di China, “Negara Panda” ini menjadi partner strategis dan “auliya” (teman setia) negara-negara Arab Teluk, dan tentu saja termasuk Saudi yang menjadi simbol negara muslim .

Meskipun pada 1985 terjadi pertemuan resmi tertutup antara Saudi dan China di Oman, hubungan diplomatik secara resmi antara kedua negara baru dilakukan pada tahun 1990. Meski hubungan diplomatik sudah terjadi sejak 1990 tapi baru 1999 Presiden PRC Jiang Zemin mengunjungi Riyadh yang disambut sangat hangat oleh kerajaan.
Kunjungan itu menghasilkan berbagai keputusan penting kerja sama ekonomi tertutama di bidang energi dan perminyakan. Saudi membalas kunjungan kenegaraan ketika pada tahun 2006, mendiang Raja Abdullah mengadakan kunjungan bersejarah ke Beijing. Empat bulan berikutnya, Presiden Hu Jintao juga mengunjungi Saudi.

Tahun lalu, Putra Mahkota Muhammad bin Salman kembali mengunjungi PRC (China) yang disambut hangat oleh Presiden Xi Jinping. Selain China, Purtra Mahkota Muhammad bin Salman juga mengunjungi Jepang.
China dan Jepang memang dua negara terbesar negara-negara tujuan ekspor bagi Saudi, selain Korea Selatan, India, dan Amerika.
Berbagai kunjungan resmi para pemimpin di kedua negara itu menghasilkan berbagai keputusan penting menyangkut kerjasama kedua negara, bukan hanya kerja sama di dunia ekonomi dan bisnis saja tetapi juga di bidang politik, kemiliteran, dan kebudayaan. Di bidang ekonomi dan perdagangan, total investasi kedua negara mencapai lebih dari $75 Milyar, melebihi hubungan dagang Saudi-USA.

Penting untuk dicatat, China adalah importir terbesar minyak dari Saudi yang mengsuplai lebih dari 20% kebutuhan energi di Negara Panda itu, dan Saudi adalah penyetok minyak terbesar bagi China. Berbagai industri papan atas Saudi termasuk Aramco (industri minyak terbesar di dunia) dan SABIC yang bergerak di Petrochemicals sudah lama beroperasi di China.
Begitu pula perusahaan top Tiongkok seperti Sinopec dan PetroChina Co juga beroperasi di Saudi.

Bukan hanya di bidang energi, pertambangan, dan perminyakan saja, kerja sama kedua negara terjadi hampir di semua sektor: telekomunikasi, transportasi, industri tekstil dan lain sebagainya.
Hasilnya sungguh luar biasa: produk-produk China membanjiri bahkan “men-tsunami” pasar Saudi: ponsel, TV, bus, pakaian, makanan, dan pernik-pernik lain (seperti jubah, abaya, sajadah, tasbih, “boneka onta”, dan aneka “oleh-oleh haji” semua “made in” China!
Pemirsa boleh membuktikan sendiri saat naik haji atau umroh dan membeli oleh-oleh dari sana perhatikan merk dan buatan mana ?
Atau jika anda diberi oleh-oleh haji dari saudara atau kerabat , lihatlah ada tulisan ” made in Cina ” apa tidak , pasti sebagian besar ada .

Dan tahu tidak , bahkan China kini juga berpartisipasi membangun konstruksi rel kereta api yang menghubungkan Mekah dan Madinah lewat Jeddah sehingga memudahkan perjalanan haji dan umrah.

Apakah warga atau rakyat di belahan arab protes dan mengecam pemerintahannya sebagai antek aseng dan mereka takut masuknya paham komunis ?

Anda cerdas , pasti bisa menjawabnya …

Sumber : klik Disini

Iklan

One thought on “Ternyata Cina Adalah Aulia ( Teman Setia ) Negara-Negara Arab

  1. Ping-balik: Fakta Di Balik Murahnya Harga Mainan Asal China | #M2000

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s