Iklan
Oleh: masshar2000 | 10 Februari 2017

Apa Arti Dan Makna Baiat , Dan Baiat Mana Yang Dilarang

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

Masshar2000.Com – Kata baiat seringkali kita dengar saat ada penangkapan teroris yang terafiliasi dengan jaringan ISIS .
Mereka mengaku sudah di baiat sehingga mereka melakukan aksi tidak terpuji di negri ini , alasannya sederhana , mereka harus patuh dan taat terhadap pimpinan mereka yang sudah membaiat , bahkan uniknya pada aksi bom panci Bekasi beberapa waktu lalu , mereka mengaku membaiat dirinya dan menurut mereka , kalau laki-laki diperbolehkan membaiat dirinya sendiri , sedangkan perempuan minimal di baiat suaminya.

Benarkah mereka sah sudah di baiat ?

Sebelum lebih jauh , mari kita pelajari dulu apa itu Baiat .
Inilah jawaban dari konsultasisyariah.com tentang Baiat dan larangannya .

Ibnu Khaldun dalam kitabnya, al-Muqadimah menyatakan,

البيعة هي العهد على الطاعة، كأن المبايع يعاهد أميره على أنه يسلم له النظر في أمر نفسه وأمور المسلمين، لا ينازغه في شيء من ذلك، ويطيعه فيما يكلفه به من الأمر على المنشط والمكره

Bai’at adalah janji untuk taat. Seolah orang yang berbai’at itu berjanji kepada pemimpinnya untuk menyerahkan kepadanya segala kebijakan terkait urusan dirinya dan urusan kaum muslimin. Tanpa sedikitpun berkeinginan menentangnya. Serta taat kepada perintah pimpinan yang dibebankan kepadanya, suka maupun tidak.” (Mukadimah Ibnu Khaldun, 1/108).

Istilah baiat telah dikenal sejak masa silam, bahkan sebelum Islam tersebar . Masyarakat memberikan baiatnya kepada masing-masing kepala kabilah mereka. Mentaati setiap perintah dan larangan pimpinan kabilah.

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus, setiap orang yang masuk islam, membaiat beliau. Mereka berjanji setia untuk mendengar dan taat kepada semua aturan beliau dan juga berbaiat untuk melindungi beliau.

Dalam sejarah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita mengenal baiat aqabah pertama, baiat aqabah kedua, kemudian ada juga baiat ridhwan, untuk menuntut darah Utsman.

Salah satu isi baiat sahabat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dinyatakan dalam hadis dari Abbas bin Abdul Muthalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada beberapa orang Madinah yang membaiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bertanya,

Apa yang harus kami Baiatkan?”
Lalu beliau bersabda,

تبايعوني على السمع والطاعة في النشاط والكسل وعلى النفقة في العسر واليسر وعلى الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر وعلى أن تقولوا في الله لا يأخذكم في الله لومة لائم وعلى أن تنصروني إذا قدمت عليكم وتمنعوني ما تمنعون منه أنفسكم وأزواجكم وأبناءكم فلكم الجنة

” Kalian baiat aku untuk mendengar dan taat, baik ketika sedang semangat maupun lagi malas. Untuk memberi nafkah baik ketika sedang sulit maupun sedang longgar, untuk selalu amar makruf nahi munkar, menyatakan kebenaran syariat Allah, tanpa takut dengan celaan apapun. Dan baiat untuk membelaku jika aku datang ke negeri kalian, dan melindungiku sebagaimana kalian melindungi diri kalian, istri kalian, dan anak kalian. Sehingga kalian mendapat surga “. (HR. Ibn Majah 7012 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Demikianlah para khalifah, semuanya dibaiat oleh ahlul halli wal aqdi, sebagai wakil dari umat.

Wajib Baiat Kepada Pemerintah yang Sah

Islam sangat antuasias untuk mewujudkan persatuan umatnya. Sementara persatuan tidak mungkin terwujud, kecuali jika di sana ada satu imam yang memimpin semuanya. Karena itulah, ketika di tengah kaum muslimin ada pemimpin dan pemerintah yang sah, maka kaum muslimin diwajibkan membaiatnya.

مَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً

“Barangsiapa yang mati, sedangkan di lehernya tidak ada ikatan bai’at, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah”. (HR. Muslim 4899).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya mati dalam kondisi jahiliyah karena manusia yang hidup di zaman jahiliyah, mereka tidak punya pemimin satu negara. Adanya pemimpin kabilah-kabilah kecil. Sehingga peluang terjadinya peperangan antar-suku sangat besar.

An-Nawawi mengatakan,

(ميتة جاهلية) أي على صفة موتهم من حيث هم فوضى لا إمام لهم

” Mati dalam keadaan jahiliyah artinya mati seperti orang jahiliyah, dimana mereka suka perang, kacau, tidak punya pemimpin tunggal “. (Syarh Shahih Muslim, 12/238).

Sehingga makna hadist, orang yang tidak membaiat pemerintah yang sah, seperti orang jahiliyah. Ini sejalan dengan keteragan di hadist lain, dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ خَرَجَ مِنَ الطَّاعَةِ، وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ، مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

“Siapa yang tidak mau taat, memisahkan diri dari jamaah (di bawah imam), hingga dia mati maka dia mati jahiliyah.” (HR. Muslim ).

Demikian pula ketika dalam satu wilayah negara ada lebih dari satu pemimpin, maka salah satunya harus dibunuh.

Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.

إِذَا بُويِعَ لِخَلِيفَتَيْنِ فَاقْتُلُوا الْآخَرَ مِنْهُمَا

“Jika ada dua khalifah dibaiat, maka bunuhlah yang dibaiat terakhir”. (HR. Muslim 4905).

Ini artinya dalam satu wilayah tidak boleh ada dua atau lebih pemimpin tertinggi , harus satu supaya tidak terjadi perselisihan yang mendatangkan mudharat.

Dalam hadist lain, dari Abdullah bin Amar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَايَعَ إِمَاماً فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ مَا اسْتَطَاعَ َإِنْ جِاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوا عُنُقَ الآخَرِ

“Barangsiapa berbai’at kepada seorang imam (penguasa), ia memberikan telapak tangannya dan buah hatinya, maka hendaklan ia mentaatinya sesuai dengan kemampuannya, jika kemudian ada orang lain yang menentangnya, maka penggallah leher orang itu.” (HR. Ahmad 6657, Abu Daud 4250 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Dengan demikian, baiat sifatnya mengikat dan menutup.  Mengikat masyarakat setelah mereka membaiat agar tidak melepaskan baiatnya dan menutup terjadinya baiat yang baru. Dengan batasan ini, tidak ada lagi peluang terjadinya pemberontakan atau kekacauan di tengah kaum muslimin.

Baiat Menyatukan Umat

Sekali lagi, inilah tujuan besar baiat. Baiat menyatukan umat. Sehingga baiat yang dilakukan kelompok-kelompok kecil, mencintai jika mereka satu kelompok, dan membenci jika beda kelompok, ini jelas baiat yang merusak persatuan umat dan tidak boleh dilakukan , harus kepada pemimpin tertinggi di wilayah tersebut.

Anda bisa lihat seperti yang dilakukan LDII. Loyallitas dibangun karena kelompok. Siapa yang sepakat menunjuk Madigol Abu Ubaidah sebagai imam, mengiuti semua pendapatnya dan taat pada khuthut LDII maka dia kawan. Di luar itu, sesat dan musuh.

Atau yang dilakukan NII pada masa lalu , mereka membuat baiat yang mengikat lingkup kelompoknya. Selain NII, mereka adalah thaghut.

Baiat-baiat yang dilakukan oleh pengikut kelompok-kelompok ini justru memecah-belah kaum muslimin. Jelas masyarakat tidak akan bersedia ketika mereka dipaksa untuk mengikuti semua pendapat imam LDII atau NII. Inilah yang disebut baiat bid’ah. Allah  mencelanya dalam al-Quran

كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

“Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS. ar-Rum: 32).

Dr. Sholeh al-Fauzan mengatakan,

البيعة لا تكون إلا لولي أمر المسلمين ، وهذه البيعات المتعددة مبتدعة ، وهي من إفرازات الاختلاف ، والواجب على المسلمين الذين هم في بلد واحد وفي مملكة واحدة أن تكون بيعتهم واحدة لإمام واحد ، ولا يجوز المبايعات المتعددة

” Baiat hanya diberikan kepada satu pemimpin kaum muslimin. Sementara baiat  yang banyak, statusnya bid’ah. Dan ini sumber ikhtilaf. Kewajiban kaum muslimin yang tinggal di negeri tertentu, di wilayah kekuasaan tertentu, agar baiat mereka hanya ditujukan untuk satu orang, satu pemimpin. Dan tidak boleh ada banyak baiat “. (Muntaqa Fatawa al-Fauzan, 1/367)

Semoga bermanfaat ,
Wassallamu’allaikum , …

Iklan

Responses

  1. […] Apa arti dan makna Baiat , Baiat mana yang dilarang […]

    Suka


gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: