Iklan
Oleh: masshar2000 | 13 Februari 2017

Koran Tempo Pun Kena Fitnah Berita HOAX

image

Masshar2000.Com – Jika anda adalah pembaca cerdas , pastilah lebih menyukai berita-berita yang disajikan dari tempo , media Indonesia , dan media-media resmi lainnya dibanding situs-situs hoax yang banyak bermunculan menjelang pilkada.

Namun jika anda adalah penggemar berita anti mainstream yang bisa dibilang uptodate , pastilah meninggalkan media-media tersebut , karena memang media-media besar seperti itu masuk dalam hitungan pers  .. Jadi berita yang muncul sudah mengalami banyak editan karena kode etik jurnalistik yang tidak boleh dilanggar.

Dengan bermunculannya media-media anti mainstream ini , kita akan makin susah menilai , mana yang nyata dan mana yang hoax.

Contoh nyata adalah apa yang dialami koran Tempo hari ini (13/2).

image

Setelah menyebar luas dan jadi viral ,  pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso memberi klarifikasi terkait dengan beredarnya cover palsu surat kabar tersebut. Sampul yang ilustrasinya seolah-olah halaman depan Koran Tempo tersebut beredar di media sosial pada Senin, 13 Februari 2017.

Sampul depan Koran Tempo dengan headline berjudul “Ahok: Jika Kami Menang Gereja Dijakarta Harus Lebih Besar dari Istiqlal”, kata Budi, dipastikan hasil rekayasa.
Gambar yang disebar itu rekayasa dari halaman depan Koran Tempo edisi 27 Juni 2016,” ucapnya, Senin, 13 Februari 2017.

Sedangkan sampul asli Koran Tempo edisi 27 Juni 2016 berjudul
DKI Beli Tanah Rp 648 Miliar Milik Sendiri”
dengan gambar Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.

Cover ini menampilkan berita tentang Pemerintah Provinsi DKI membeli lahan seluas 4,6 hektare senilai Rp 648 miliar di Jalan Lingkar Luar Cengkareng, Jakarta Barat, yang ternyata milik Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan.
Sejumlah kejanggalan terlihat pada sampul palsu, antara lain judulnya yang panjang, terdiri atas lima baris. Kalimat dalam judul pun tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Selain itu, tulisan “Dijakarta” salah, seharusnya “di Jakarta”. Sedangkan pada cover asli, judulnya hanya tiga baris dan memenuhi kaidah bahasa yang benar.

Mengingat sampul tersebut rekayasa, Budi berharap publik tidak mempercayai. Budi menduga pembuat sampul Koran Tempo palsu itu punya kepentingan tertentu, terutama menyangkut pemilihan kepala daerah DKI. “Kami menyesalkan rekayasa gambar, yang bisa dibuat siapa saja, dan berpotensi memperkeruh suasana menjelang pemilihan gubernur ini,” tutur Budi.

Hayo kerjaan siapa nih ..Demen banget nyebar berita hoax .
#TurnBackHoax

Iklan

gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: