Iklan
Oleh: masshar2000 | 18 Februari 2017

Muram Setelah Bertemu Megawati , Apakah Ahok Dimarahi Mega ?

image

Masshar2000.Com – Pasca pencoblosan pilgub DKI  , jum’at kemarin (17/2) adalah pertemuan pertama antara Ahok dan Megawati .

Pertemuan tersebut dilakukan di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar Nomor 27.
Setelah pertemuan tersebut , Ahok langsung ke Balai Kota sekitar pukul 17.00 WIB dengan mobil Toyota Land Cruiser berpelat nomor B 1966 RFR. Ia masuk ke ruang kerjanya dengan tergesa-gesa.

Tadi ke ini sebentar, ketemu Ibu sebentar. Ibu Mega, sudah ya,” kata Ahok di Balai Kota saat ditanya oleh wartawan, Jumat (17/2).
Ketika ditanya membahas apa dengan Megawati, Ahok enggan bercerita.
Tanya ke mereka (timses),” ujarnya.

Ada dua pertanyaan publik tentang pertemuan Ahok-Mega itu.
Pertama, mengapa Ahok tiba-tiba bungkam soal isi pertemuannya dengan Mega?
Dilihat dari sifat nya yang suka ceplas-ceplos dan kerap kali keselo lidah untuk memberi info penting tentang kegiatannya , jelas ini ada sesuatu yang disembunyikan .
Kedua, mengapa seusai pertemuan itu, Ahok bermuka muram ?

Nah , yang penasaran , yuk mari kita diskusikan disini , tentunya dengan hati riang gembira dan pikiran jernih , jangan ikut-ikutan muram ya !

Pertemuan Ahok-Mega 17 Jum’at Februari itu jelas erat kaitannya dengan hasil Pilkada 2017. Pertemuan itu cukup bersejarah bagi karir Ahok ke depan karena akan menentukan langkah politik Ahok dalam putaran kedua Pilkada pada bulan April mendatang.
Ahok yang selama ini berperan sebagai kutu loncat dari partai satu ke partai lain, gampang berubah prinsip politik seperti maju dari jalur partai berubah ke jalur independen lalu balik lagi ke jalur partai, akan dihentikan oleh Mega , ya oleh Megawati , kenapa ?

Kemungkinan besar , pertemuan Ahok-Mega itu tidak lain dari tindak lanjut pernyataan Ahok yang ingin melakukan pertemuan dengan Agus dan bahkan kirim salam kepada SBY.
Saat Agus mengucapkan selamat kepada Ahok lewat telepon, Ahok mengutarakan niatnya untuk bertemu dengan Agus pada masa depan sekaligus titip salam kepada SBY. Dalam konteks Pilkada, jelas ucapan Ahok ini bertendensi politis walaupun mungkin hanya biasa saja  , seperti saat ada yang berpamitan dengan kita , pastilah kita mengatakan ” hati-hati di jalan , salam buat bapak-ibu dirumah “.
Tapi lihat efeknya , sesaat setelah itu di medsos langsung ramai diberitakan “Ahok merayu Agus , dulu mengumpat sekarang menjilat “.

Pasca perhitungan dan perolehan suara yang hampir sama dengan Anies, jelas membuat Ahok ketar-ketir apalagi pendukungnya.
Namun bagi Mega yang sudah malang melintang di perpolitikan tanah air bahkan sebelum kita lahir , ucapan Ahok yang memberi sinyal rayuan kepada SBY demi memenangi Pilkada adalah tindakan tidak etis.
Di dunia politik , SBY adalah lawan abadi Mega. Selama sepuluh tahun SBY memerintah, tak satu kalipun Mega mau tunduk dan mau bertemu langsung dengan SBY , bahkan SBY pun tidak berani menyinggung maupun mengusik ketenangan mantan Bos nya itu .
Pun pada saat Jokowi mencalonkan diri pada Pilpres 2014 lalu, Mega tidak pernah mau merapat kepada SBY apalagi sampai mengemis-emis dukungan .

Beberapa waktu lalu , SBY pernah curhat di twitternya bahwa ada satu dua orang di lingkaran istana yang menghalanginya untuk bertemu Jokowi.
Jika benar tuduhan SBY bahwa ada orang-orang yang menghalangi Presiden Jokowi untuk bertemu dengan SBY,  mungkin saja Mega termasuk salah seorang di antaranya.

Jika dilihat perseteruan Mega-SBY selama lebih sepuluh tahun, maka sangat masuk akal jika Mega sampai detik ini tidak mau berdamai dengan SBY.
Dan ketika Ahok mencoba ” merapat ” kepada SBY, kemungkinan Mega marah besar.
Bagi Mega, jika pada level nasional saja saat Jokowi bertarung sengit untuk meraih kursi RI-1 tanpa mengemis dukungan SBY,  apalagi di level daerah.

Mega jelas tidak mau Ahok yang dia dukung mati-matian untuk mencoba-coba mengemis dukungan kepada SBY. Biarpun kalah, Mega tetap bersih kukuh untuk tidak mau mengemis dukungan kepada SBY…Mungkin dalam kamusnya Mega ” Lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup terjajah “.

Ya , bisa jadi dalam pertemuan tertutup kemarin Mega terus menasehati Ahok agar percaya kepada kekuatan sendiri. Segala sesuatu adalah kehendak Tuhan. Jika Ahok tetap konsisten, tetap berjuang di jalan kebenaran untuk memajukan bangsanya, maka jalan untuk kembali menjadi DKI-1 tetap terbuka lebar.
Bukankah ketika sudah banyak senjata yang ditujukan kepada Ahok untuk menjatuhkannya dari isu etnis hingga agama ,  namun Ahok tetap tegar berdiri hari ini dan bahkan masih bisa memenangkan Pilkada DKI Jakarta ?

Ahok memang tidak menang satu putaran. Dan itu harus dimaknai bahwa perjuangan belumlah selesai. Kemenangan tertunda itu juga sekaligus sinyal agar seluruh pendukung Ahok merapatkan barisan untuk bertarung pada putaran kedua dan bukannya mengemis dukungan kepada SBY.
Mengemis dukungan kepada SBY sama dengan blunder Ahok yang juga merendahkan martabat Megawati…Dan Ahok sadar betul kalau Mega marah .

Maka pertemuan Ahok-Mega kemarin kemungkinan isinya adalah Mega memarahi Ahok. Mega marah kepada Ahok karena dia offiside mencoba mengemis dukungan kepada Agus-SBY. Itulah sebabnya (ini dugaan) mengapa Ahok saat kembali ke balai kota, wajahnya masam dan tidak mau membocorkan isi pertemuannya dengan Mega. Karena jikalau Ahok mengatakan bahwa dia telah dimarahi oleh Mega terkait kirim salamnya kepada SBY, maka gegerlah media di tanah air , terutama lawan Ahok pastilah akan ngakak guling-guling .

Ada yang punya pendapat lain ?

Salam Literasi…

Iklan

gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: