Terima Pinangan Partai NasDem , Gerindra Bilang Ridwan Kamil Lebih Sombong Dari Ahok

image

M2000 – Seperti kita tahu , walikota Bandung Ridwan Kamil sudah menerima pinangan partai NasDem untuk diusung pada Pilgub Jabar nanti . Ridwan Kamil mau menerima pinangan Nasdem dengan alasan Partai Nasdem satu visi dengan dirinya yang menegakkan 4 pilar demokrasi.

Partai Gerindra yang dulu mengusung Ridwan Kamil menjadi walikota Bandung mengaku kecewa dengan keputusan Ridwan yang mau begitu saja menerima pinangan partai Nasdem dan mengacuhkan Gerindra yang sudah menjadikannya sebagai walikota Bandung .

Menurut Gerindra , komunikasi politik Ridwan Kamil dianggap jauh lebih buruk dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bahkan, muncul kesan bahwa pria yang akrab disapa Kang Emil itu lebih sombong dari Ahok.
Ridwan Kamil lebih memilih menerima pinangan Partai NasDem di Pilgub Jabar ketimbang melakukan komunikasi intesif dengan dua partai pengusungnya di Pilkada Kota Bandung, yakni Partai Gerindra dan PKS.
Bahkan, Emil terkesan meninggalkan dua partai pengusungnya tersebut dengan alasan dia bukan kader partai. Selain itu, ia juga menyatakan tidak ada jaminan dari Gerindra maupun PKS untuk mengusungnya di Pilgub Jabar.

Fakta hari ini apakah Gerindra dan PKS akan mendukung lagi? tidak pasti. Dalam politik praktis tidak ada kepastian, apalagi saya bukan kadernya,” tulis Ridwan Kamil di Facebook Aninditta Syarif 18 Maret 2016 lalu.

image

Komentar Ridwan Kamil di Facebook Aninditta Syarif

Sikap Emil tersebut berbeda jauh ketimbang cara Ahok mendekati PDI Perjuangan jelang Pilgub DKI Jakarta tahun 2016 lalu.
Kala itu, Ahok menaruh harapan besar agar dirinya kembali dicalonkan PDIP. Padahal, Ahok bukan kader PDIP. Posisinya sama dengan Ridwan Kamil yang bukan kader Gerindra.

Demi PDIP, Ahok rela tidak maju lewat jalur independen meski syaratnya sudah terpenuhi.
Ahok tidak pernah putus asa meski banyak kader dan politisi PDIP mengisyaratkan bahwa Ahok tidak akan diusung PDIP di Pilkada Jakarta.
Namun Ahok tetap yakin bahwa keputusan tertinggi ada di tangan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Karena itu, Ahok terus mendekati Megawati.
Hasilnya tidak sia-sia. Megawati memberikan restu kepada Ahok untuk berpasangan dengan Djarot pada detik-detik terakhir pendaftaran cagub DKI ke KPU.

Lain Ahok lain Ridwan Kamil. Di Pilgub Jabar, Ridwan Kamil lebih memilih NasDem ketimbang harus mengemis ke Gerindra dan PKS agar didukung di Pilgub Jabar.
Sikap Emil yang dianggap sombong membuat Gerinda kecewa.
Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum Daerah Partai Gerindra Jawa Barat, Sunatra mengaku kecewa dengan sikap Ridwan.
Sunatra menuturkan, Ridwan Kamil tidak memiliki integritas dan komitmen. Padahal, berkat Gerindra, pria yang akrab disapa Kang Emil itu dapat menjadi wali kota Bandung.

Sunatra mengatakan, setelah menjabat wali kota, Emil tidak memiliki itikad baik dalam menjaga komunikasi dengan partai pengusungnya, terutama menyangkut Pilgub Jabar 2018.

Jadi alangkah indahnya yang bersangkutan istilahnya pahit manisnya mesti dibicarakan dulu dengan yang mengusungnya di Pilwalkot dulu,” ucap Sunatra.

Melihat sikap Ridwan yang dianggap terlalu sombong, Gerindra Jabar pun menutup pintu. Gerinda menegaskan tidak akan mendukung Ridwan Kamil dalam pertarungan Pilkada Jabar 2018.
Ya, itu menutup dukungan. Maka kami tidak lagi calonkan Emil (Ridwan Kamil),” pungkas Sunatra.

Mungkin Ridwan Kamil memilih yang pasti-pasti saja , apalagi karakter Ridwan Kamil sepertinya lebih cocok dengan partai Nasionalis murni yang mengusung tema kebangsaan .
Satu lagi .. Nasdem sudah bermain cantik dalam berpolitik khususnya pada pilgub Jabar ini. Kenapa demikian , karena kemungkinan besar Gerindra dan PKS akan mengusung istri dari Ahmad Heryawan yang sudah santer terdengar , kalaupun Ridwan Kamil diajak , kemungkinan Ridwan Kamil akan di posisikan sebagai cawagub yang hanya dimanfaatkan untuk mendongkrak suara .
Tujuan utama ya kadernya sendiri yaitu istri gubenur Jabar Ahmad Heryawan yang jelas kader partai ( PKS ).

Maka Nasdem buru-buru mendekati Ridwan yang masih netral dan punya  reputasi baik di masyarakat dengan harapan Ridwan tidak diambil dua partai pengusungnya saat jadi walikota dulu.
Ya , inilah politik ..Semua mesti jago-jago dan bermain cantik dan cepat sebelum didahului dan Nasdem sudah melakukan itu.

Library : pojoksatu

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s