Siapa Bilang Ahok Tak Suka Demo , Ini buktinya

image

M2000 – Unjuk rasa besar 98 lalu seakan sudah hilang gaungnya setelah beberapa bulan terakhir muncul demo 411 , 212 dan 313 yang sangat menyita perhatian publik.

Terkait demo atau unjuk rasa damai bertajuk ‘Aksi 313’ digelar di Jakarta, Jumat lalu  (31/3/2017) ternyata berbuntut panjang.
Aksi yang dinisiasi oleh Forum Umat Islam (FUI) itu seyogyanya di pimpin oleh Sekjen FUI Gatot Saptono alias Muhamad Al Kaththath .
Namun sehari sebelum aksi, Sekretaris Jenderal FUI Muhammad Al-Khaththath diciduk aparat atas tuduhan makar.

Sebelumnya Al Kaththath mengatakan aksi akan berlangsung damai serta menuntut Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dicopot sebagai gubernur DKI Jakarta dan dijebloskan ke penjara karena dugaan penodaan agama.
Namun saat hari pelaksanaan aksi, situasi pun nampak sedikit berbeda.
Informasi soal penangkapan Al-Khaththath oleh Polda Metro Jaya menjadi buah bibir di beberapa massa aksi. Al-Khaththath ditangkap atas dugaan permufakatan makar. Maklum, Al-Khaththath merupakan pimpinan aksi.

Adapun dalam orasinya, massa menuntut lima hal, yakni kriminalisasi terhadap ulama-ulama di Indonesia dihentikan, meminta Ahok dicopot dari jabatannya karena berstatus sebagai terdakwa dugaan kasus penodaan agama, penjarakan Ahok sesuai KUHP Pasal 156a tentang penodaan agama.
Kemudian meminta peraturan daerah bernuansa syariah di semua wilayah Indonesia tidak dibatalkan, dan meminta Al-Khaththath dibebaskan.

Saat demo terkait dirinya baru saja usai, Ahok kemudian juga demo. Siapa bilang Ahok tidak suka demo.
Namun, demo dilakukan mantan Bupati Belitung Timur tersebut jauh berbeda dibanding dilakukan massa FUI.
Dia tak demo di jalanan, melainkan melalui media sosial.

Dalam demonya, Ahok tak menuntut apa-apa, tapi malah menjukkan sesuatu yang luar biasa.
Ya, dia demo gambar rancangan Masjid Apung Mbah Priok di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Gambar rancangan tersebut di-posting melalui akunnya pada Instagram, Twitter, Facebook.

image

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menetapkan makam keramat Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad atau dikenal Makam Mbah Priok di Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebagai cagar budaya.
Dalam kompleks Makam Mbah Priok berusia 100 tahun ini, rencananya dibangun masjid dan fasilitas umum lain.

Habib Abdullah bin Abdurahman Alaydrus atau Habib Sting selaku pewaris sekaligus penjaga makam keramat mengatakan, masjid itu akan dibangun di sisi barat makam.
Masjid itu nanti diberi nama Masjid Keramat Mbah Priok. Konsep masjid yang akan dibangun di kompleks makam keramat ini berupa masjid apung.
Nanti, pintu untuk masuk ke masjid dibuat dari dua arah. Pintu pertama dari sisi barat makam dan satunya lagi dari pintu depan komplek makam.

image

Rencananya masjid akan memiliki lebar 24 meter. Namun untuk panjang diserahkan ke pihak Pemprov DKI Jakarta.
Sementara itu, dalam gambar desain yang di-posting Ahok, terlihat kompleks makam dilengkapi fasilitas masjid, taman bermain, minimarket, galeri UKM, taman, lapangan futsal, dapur, roof top, kandang hewan ternak, toko, klinik, bengkel, dan parkiran.
Mbah Priok merupakan tokoh yang dipercayai penyebar agama Islam di Jakarta.

Masjid Raya Daan Mogot

Selain demo menunjukkan konsep makam mbah Priok , Ahok juga menunjukkan progres pembangunan masjid raya Jakarta.

Masjid Raya Daan Mogot di Daan Mogot, Jakarta Barat, yang dibangun Pemprov DKI Jakarta pada era Ahok, segera diresmikan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Arifin menjelaskan, Masjid Raya Daan Mogot berbeda dengan masjid lainnya.
Menurut Arifin, pembangunan Masjid Raya Daan Mogot mengikuti konsep masjid nabi.

Berbeda dengan masjid lainnya karena di situ ada ruang buat sarana pendidikan, ada ruang untuk ekonomi, ada ruang perkantoran, ada ruang-ruang yang memang diperuntukkan untuk itu,” kata Arifin di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/2/2017).

Arifin mengatakan, pembangunan Masjid Raya Daan Mogot ini akan rampung pada akhir Maret 2017. Ide pembangunan masjid itu muncul pada Idul Adha tahun 2012.

image

Foto areal pembangunan Masjid Raya Jakarta di Kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Pembangunan masjid Raya Jakarta sudah mencapai 98 persen dan akan diresmikan pada 16 April 2017 oleh Presiden RI Joko Widodo.

Awalnya saat itu, Joko Widodo ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Ahok, sapaan Basuki sebagai wakil gubernur baru mengetahui bahwa selama ini Jakarta belum punya masjid raya yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Proyek pembangunan masjid raya itu diresmikan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 20 Juni 2013, atau saat Ahok masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta.

image

Pekerja menyelesaikan pembangunan Masjid Raya Jakarta di Kawasan Daan Mogot.

Pembangunan masjid Raya Jakarta sudah mencapai 98 persen dan akan diresmikan pada 16 April 2017 oleh Presiden RI Joko Widodo.

Pembangunan terus dikebut karena tenggat waktu penyelesaian semakin dekat yakni pada akhir Maret 2017 ini.
Ini berarti masjid Raya Daan Mogot harus sudah selesai sebelum pencoblosan Pilkada DKI putaran kedua yang akan dilaksanakan April 2017.
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono alias Soni, mengatakan ditargetkan selesai pada 16 April mendatang sebab pada tanggal itu akan diresmikan Presiden Jokowi.

Bagian sayap masjid nantinya akan difungsikan sebagai area serbaguna mulai dari sekolah dasar, rumah duka hingga balai pengobatan.
Rencananya masjid ini bisa menampung lebih dari dari 10 ribu jamaah.

Nah ini baru namanya demo , bukankah demo itu ingin menunjukkan sesuatu , jadi tidak mesti harus turun ke jalan teriak-teriak .

Jadi siapa bilang Ahok tidak suka demo ?

Library : tribunnews

Iklan

One thought on “Siapa Bilang Ahok Tak Suka Demo , Ini buktinya

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s