Iklan
Oleh: masshar2000 | 18 April 2017

Ini Prediksinya Jika Anies Menang Di Pilkada DKI

image

Masshar2000.Com – Tinggal menunggu jam , pilkada DKI putaran kedua digelar . Besok 19 april , warga Jakarta akan memilih pemimpinnya untuk 5 tahun kedepan . Kedua cagub Ahok dan Anies memang imbang dalam debat dan survey , mereka pun mengklaim unggul di survey .

Namun , ini di Jakarta , berdasarkan survey pada putaran pertama , ternyata hasil survey banyak yang tidak akurat . Kita ambil contoh pada putaran pertama lalu , paslon Agus-Sylvi mengungguli Anies-Sandy , namun nyatanya perolehannya malah paling buncit .

Oke , kita kembali ke topik seperti tertulis di judul , apa yang terjadi di jakarta jika Anies menang , kenapa bukan apa yang terjadi di Jakarta jika Ahok menang ?

Tentu bukan masalah jika Ahok menang , karena sebelumnya Ahok memang sudah gubenur dan dengan gayanya yang penuh pro dan kontra , sudah kita ketahui hasil kerjanya .

Judul tulisan diatas adalah obyektif sesuai dengan kondisi perpolitikan nasional saat ini , yang mana Anies didukung oleh beberapa ormas intoleran yang hobi demo mengerahkan massa .
Namun , siapa pun yang menang dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta, Presiden RI tetap dipegang Joko Widodo (Jokowi). Namun, ada implikasi serius yang harus ditangani Jokowi jika Anies Baswedan menang di Pilkada DKI.

Ya , meskipun Anies pernah jadi anak buah langsung sebagai menteri, dan pernah menjadi tim sukses Jokowi dalam pemilihan presiden 2014, pasti nantinya akan ada sedikit “kecanggungan” dalam hubungan personal keduanya.

Pertama, karena Jokowi pernah memecat Anies dari jabatan menteri dan secara tidak langsung dimata Jokowi , Anies tidak dapat bekerja . Sedangkan, tak lama setelah diberhentikan, Anies langsung menjadi kandidat gubernur DKI yang didukung Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Gerindra dan PKS jelas tidak masuk dalam parpol pendukung pemerintah Jokowi.
Apalagi Prabowo pernah bersaing dalam pilpres yang kini jadi bosnya Anies dan saat ini masih diunggulkan sebagai pesaing Jokowi di 2019 nanti .

Kedua, jika jadi memenangkan Pilkada DKI, Anies jadi semacam ancaman bagi kubu Jokowi di pemerintahan .
Tetapi persoalan yang dihadapi Jokowi tidak semata-mata dari Anies, melainkan dari kekuatan-kekuatan yang berada di belakang Anies, para politisi oposisi yang seperti mendapatkan rumah baru di dekat istana .

Yang jelas , Jokowi perlu mensetting ulang pola permainan yang lebih cantik terhadap Prabowo dengan Gerindranya dan PKS yang seperti nempel terus kepada Prabowo .
Bukan untuk mencurigai , tapi untuk berjaga-jaga menetralisir pengaruh prabowo di ibukota , apalagi Prabowo dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan sikap yang cukup kooperatif dengan pemerintah.

Namun, dengan kemenangan Anies nanti , serta ambisi Prabowo sendiri untuk maju lagi ke ajang pemilihan presiden (Pilpres) 2019, “aturan main” jelas akan berubah.

image

Jika Anies terpilih jadi Gubernur DKI dan Prabowo maju lagi ke ajang Pilpres, maka tugas Anies sebagai Gubernur DKI adalah mengamankan suara warga DKI bagi Prabowo di Pilpres 2019.
Dalam politik tidak ada yang gratis , Anies harus membalas budi kepada Prabowo yang menjadikannya sebagai Gubernur DKI.

Ketiga, yang juga akan merepotkan Jokowi adalah elemen-elemen lain di belakang Anies, yaitu ormas-ormas “radikal” dan “garis keras” yang mengusung bendera agama .

Perilaku mereka dalam beberapa bulan terakhir sempat bikin pusing pemerintah Jokowi. Terutama lewat penggalangan aksi massa, yang memanfaatkan sentimen rasial dan agama.

Ormas-ormas semacam Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), atau front yang sifatnya lebih longgar semacam FUI (Forum Umat Islam) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, boleh jadi akan mengalami euforia akibat kemenangan Anies.

Mereka mungkin akan semakin agresif dan ekspresif, dalam mendesakkan agenda-agendanya. Yakni, jenis agenda yang bagi kalangan lain dianggap tidak mendukung ke arah penguatan rasa kebangsaan dan kebhinekaan.

Dengan Anies menjadi gubernur, kita bisa berharap bahwa FPI, HTI, dan ormas lain yang berkubu di belakang Anies, akan meminta “imbalan” bagi dukungannya. Imbalan itu berupa komitmen Anies untuk tidak menghambat agenda-agenda mereka.

Maka dengan situasi itu , agenda-agenda pemerintah pusat akan sedikit terganggu dan beberapa proyek pembangunan yang sudah dirancang harus di seting ulang .
Sebagai anak buah Jokowi , Anies juga sebagai anak buah Prabowo , maka Anies pun akan bingung , disisi lain sebagai orang pemerintah dibawah Jokowi , Anies harus menjalankan tugasnya dengan baik yang otomatis juga akan meningkatkan citra Jokowi , tapi di sisi lainnya , Anies juga harus mengangkat nama Prabowo supaya tetap bisa bersaing dengan Jokowi , karena ujung-ujungnya memang untuk kekuasaan tertinggi RI 1.

Ingat pidato Prabowo saat mengkampanyekan Anies pada putaran pertama lalu ” Jika masyarakat ingin saya jadi Presiden .. Maka pilih Anies-Sandy “.

Bagaimana pendapat anda ?

Iklan

Responses

  1. Alhamdulillah…..terima kasih ya Alloh, engkau mengabulkan do’a hamba yg mengharapkan DKI di pimpin oleh gubernur muslim.

    Suka


gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: