Apakah Kemenangan Anies-Sandy Akan Mengantarkan Prabowo Menuju RI 1 ?

image

Masshar2000.Com – Saat kampanye pilgub DKI untuk Anies-Sandy lalu Prabowo pernah mengatakan ” Jika ingin Prabowo jadi presiden , pilih Anies-Sandy “.
Tentu ini bukan omong kosong , karena Prabowo masih ingin , bahkan terlalu ingin menjadi presiden setelah kekalahannya melawan Jokowi pada pilpres 2014 lalu.

Dan memang benar , DKI adalah barometer perpolitikan tanah air . Semua petinggi partai bermain saat pilgub DKI digelar dan tak tanggung-tanggung ketua umum partai besar yang juga mantan-mantan presiden langsung turun tangan sendiri menyemangati jagoannya .
Kini hasilnya sudah jelas , jagoan Prabowo yang memenangkan pertarungan ini.

Pertanyaannya adalah apakah Prabowo akan mudah melenggang menuju RI 1 ?

Jika dilihat sekilas tanpa diamati , memang tampak demikian , tapi nanti dulu , kita cermati dengan seksama dulu peta dukungan pilgub DKI sebelumnya .
Prabowo bisa memenangkan jagoannya adalah karena koalisinya dengan PKS.
Prabowo salah besar jika mengatakan kemenangan Anies-Sandi adalah kemenangannya di Pilpres 2019 nanti. Justru ini adalah awal kehancuran bagi Prabowo, sebelum ia mencalonkan diri sebagai Capres 2019 mendatang. Menang atau tidaknya Anies-Sandi tidak memberi pengaruh positif terhadap Prabowo,  bisa jadi malah sebaliknya.

Seperti yang kita tahu, kekuatan pasangan calon nomor 3 sesungguhnya ada ditangan Anies dengan PKS-nya, bukan Sandi dengan Gerindranya. Anies adalah seorang yang ambisius dan ada ambisi besar PKS ditangan seorang Anies.

Tanpa PKS, Prabowo tidak dapat berbuat banyak. Apalagi partai-partai yang sebelumnya merapat ke Prabowo lebih memilih bubar dan mendukung calon lain .
Mana mungkin Gerindra bisa maju sendirian di Pilgub DKI tanpa dukungan dari PKS, mengingat kursinya di DPRD DKI belum memenuhi syarat minimal untuk mengusung pasangan calon sendiri.

Disini PKS mulai diatas angin mulai bermain cantik .Prabowo masuk dalam jebakannya . Prabowo yang sebelumnya ngotot mengusung Sandy harus rela menerima Anies sebagai cagub yang disodorkan PKS atau gagal total karena tidak ada yang mau berkoalisi dengannya .
Seperti yang kita tahu Sandi adalah salah satu kader terbaik Gerindra, sedangkan Anies hanya orang luar dan bukan siapa-siapa. Anies yang sejatinya merupakan orang pilihan PKS, justru didapuk sebagai Cagub DKI.

Melihat kondisi ini, besar kemungkinan di Pilpres 2019, PKS merubah haluan politiknya. Kalah atau menangnya Anies tidak masalah bagi PKS. Jika pun gagal menjadi Gubernur DKI, paling tidak elektabilitas Anies sudah hampir menyamai Ahok. Terujinya kekuatan Anies di DKI, menjadi modal awal bagi PKS untuk mengusung pasangan calon sendiri. Ingat PKS masih mempunyai kader hebat Ahmad Heryawan yang sudah dua kali menjabat menjadi gubenur Jawa Barat  , apalagi Jawa Barat adalah jumlah pemilih terbesar di Indonesia yang jelas menjadi basis kantong suara PKS .

Jika nanti Prabowo masih ngotot nyapres , bisa jadi Prabowo akan gigit jari karena jika maju sendiri jelas akan kekurangan suara .
Disini PKS mulai menunjukkan watak aslinya , PKS akan kembali memanfaatkan Prabowo lagi atau Prabowo harus rela berpisah dengan PKS, karena tanpa sepengetahuan Prabowo, diam-diam PKS sudah bermesraan dengan Partai Perindo.

Komunikasi yang dibangun Eep Saefullah dengan Hary Tanoe Soedibyo belakangan ini menjadi pertanda arah koalisi PKS dengan Perindo di Pilpres 2019 mendatang. Tak peduli Perindo masih seumur jagung atau dari partai kafir ( menurut ormas intoleran ) yang jelas HT memiliki modal yang lebih besar daripada Prabowo untuk membiayai kampanyenya .

Prabowo akan berjuang sendirian di Pilpres mendatang, karena  ” Aulia = teman setianya ” sudah pergi satu persatu. Golkar dan PPP merapat ke barisan Jokowi, PAN kembali ke Demokrat dan PKS berdiri sendiri merangkul Perindo. Meski demikian, belum tentu PKS bisa memenuhi syarat minimal pencalonan Capres, mengingat kursi PKS di DPR pada tahun 2014 hanya 40 kursi.

PKS harus berjuang keras untuk memenuhi syarat minimal 114 kursi, sebagaimana peraturan yang ditetapkan oleh KPU RI. Tapi bagi PKS itu tidak masalah, PKS memiliki sosok Anies atau mungkin Ahmad Heryawan yang sebentar lagi habis masa jabatannya sebagai alat negosiasi ke Prabowo. Besar kemungkinan jika PKS gagal mengusung pasangan calon sendiri, Anies atau Aher akan disodorkan sebagai wakil Prabowo.

PKS adalah partai yang pandai dalam berhitung. Tidak masalah jika Anies atau Aher diposisikan sebagai wakil, asal kontrak politik yang disepakati cenderung menguntungkan PKS , apalagi jika dilihat gelagat dari Prabowo yang sangat ingin jadi Presiden tentu Prabowo akan menyetujui , yang penting bisa maju ke Pilpres.

PKS sendiri cukup sadar bahwa tidak ada kadernya yang lebih mumpuni daripada seorang Anies dan Aher . Mereka akan didikte oleh PKS menjadi mesin politik. Dengan masuknya Anies dipencalonan Capres-Cawapres 2019, agenda besar PKS kian menemui celahnya. Harapan PKS jika pasangan Prabowo-Anies menang, akan semakin terang-benderang.

image

Meskipun Prabowo Presiden, tapi PKS lah sebagai pemegang kendali. Sehingga semakin mudah bagi PKS untuk mempengaruhi dan mengatur kebijakan pemerintah.

Ngeri-ngeri sedap kalau begini …

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s