Iklan
Oleh: masshar2000 | 25 April 2017

Janji Anies Saat Pilkada , Apakah Harus Ditagih ?

image

Masshar2000.Com – Janji adalah hutang yang harus dibayarkan oleh siapapun yang pernah mengucapkan .
Itulah mengapa seseorang yang berilmu akan menjauhi kata-kata atau janji-janji .

Lantas bagaimana dengan janji-janji politik yang menjadi program unggulan politikus saat berkampanye ?
Tentu saja janji para politikus adalah bukan hanya kepada para pemilihnya tapi semua warga yang pastinya adalah kepada para pemilih calon lain .

Prabowo pernah mengatakan , ” janji seorang ksatria tidak akan pernah diingkari apalagi ngeles. Seorang ksatria tidak akan pernah menghindar dari apa yang pernah dia katakan.
Yang pertama sama sekali tidak boleh korupsi, sama sekali tidak boleh, hanya menguntungkan kelompoknya, keluarganya, harus bekerja sepenuhnya untuk rakyat. Kalau Anies-Sandi ada indikasi dia korupsi, ya nanti saya yang pertama akan mimpin demo turunkan mereka,” kata Prabowo.


Prabowo berkata tentang kelompok. Kelompok disini, menurut saya, adalah sejumlah orang yang berperan aktif dan tidak aktif untuk menyukseskan pasangan Anies-Sandi dalam meraih jabatan Gubernur DKI periode 2017-2022. Dan Prabowo juga mengatakan bahwa dengan memenangkan Anies di Pilgub DKI sama dengan mendorong dia untuk menang di Pilpres 2019.

Mengapa DKI yang dijadikan Prabowo sebagai pondasi menuju pilpres 2019?
Dengan menangnya Anies-Sandy sebagai Gubenur dan Wakil Gubenur bisa jadi Anies-Sandi akan menjadi kantung duit atau bakal menjadi sapi perah.
Ini bukan tanpa sebab karena beberapa indikasi ke arah sana sudah terpampang jelas. Salah satunya adalah kehadiran Hari Tanoe dalam perayaan kemenangan Anies-Sandi.

Peran aktif HT dengan Perindo di detik-detik terakhir memberi sinyal jelas bahwa Anies-Sandi akan menjadi kuda tunggangan menuju Pilpres 2019. Kalau sudah begini maka sebaiknya warga DKI menghentikan mimpi menagih janji kampanye. Karena mereka mungkin akan sibuk dengan persiapan besar yang 2 tahun lagi akan digelar.
Dan mungkin pula tak akan ada lagi sarapan pagi di Balai Kota mendengar keluhan warga seperti yang dilakukan gubenur sebelumnya.

Lalu bagaimana dengan janji kampanye , apakah perlu ditagih ?

Menurut Jusuf Kalla pada 2015 yang mengatakan “Ini kan masalah politik, janji pemerintah yang harus ditagih masyarakat. Karena masalah politik, hukumannya politik, ya jangan dipilih lagi. Tentu DPR nanti yang mempertanyakan, menuntutnya,” tutur Kalla.

Namun , biarpun begitu yang mau menagih janji ya sah-sah saja walaupun yang namaya politik identik dengan pengingkaran janji . Artinya jika warga DKI dibohongi ” pakai ” janji kampanye pun tidak akan pernah mampu menghentikan Anies-Sandi. Mereka hanya bisa menuntut ke DPRD untuk pemakzulan dan hanya itu saja.
Kalaupun jika seandainya DPRD telah kerjasama baik dengan Anies maka bermimpi dan berdoalah agar ada keajaiban. Karena yang bisa dilakukan warga DKI ”  hanya ”  akan menghukum dengan tidak memilih di periode kedua.

Tetapi apa artinya itu? Nihil.
Karena akibat sudah menjalani takdirnya. Artinya begini, per Nopember 2017 akan dimulainya janji kampanye direalisasi atau diingkari.
Contoh pertama adalah janji menutup Alexis. Boleh jadi tidak akan pernah ditutup karena Anies mengatakan (sehari tanggal pilkada) hanya akan menutupnya bila melanggar perda.
Sementara kata Ahok saat di serang soal Alexis saat debat pilkada laku sudah mengatakan , bahwa untuk menutup sebuah tempat hiburan tidak bisa semena-mena karena akan melanggar perda , kecuali jika tempat hiburan tersebut ada indikasi pemakaian atau jual beli narkoba setidaknya dua kali , maka baru bisa ditutup .

Padahal setelah dulu Anies menyerang Ahok soal Alexis , sehari setelah kemenangannya Anies mengatakan akan mengikuti perda , artinya janji tersebut hanya iming-iming saja .
Pun begitu dengan proyek reklamasi , Anies bersemangat menyerang Ahok karena mempertahankan reklamasi yang menurut Ahok justru menguntungkan banyak warga Jakarta , yaitu setoran ke pemda untuk membiayai proyek-proyek seperti RPTRA dan lain-lain .
Namun setelah menang , Anies langsung mengatakan akan melihat dulu perda nya .Artinya Anies pun mengikuti cara Ahok ..

Lantas bagaimana bagi warga DKI yang terlanjur memilihnya karena janji menutup Alexis ?

Tidak perlu kuatir karena sebenarnya warga DKI memilih Anies bukan karena kinerjanya atau track recordnya , melainkan berdasarkan persamaan agama .
Jadi soal janji-janji lupakan saja , biarkanlah itu urusan Anies-Sandy.
Yang pasti,  semoga saja Anies-Sandy bisa bekerja dengan baik , setidaknya tidak turun dari standart kerja yang tinggi seperti yang sudah dilakukan Ahok .

Ada lagi , semoga stempel atau cap orang munafik yang diberikan kepada pemilih Ahok segera dihapus , karena memang tidak jelas apa definisi munafik menurut mereka yang mengecap .
Dan esok hari, ketika pejabat yang terpilih ternyata mengingkari janji, saya ingin tahu mereka  akan memberi stempel apa pada jidat mereka sendiri dan pejabat yang dipilihnya. Dan seorang munafik itu juga jelas indikatornya.

1.Bila berbicara selalu dusta/bohong
Orang seperti ini tidak bisa dipercayai dalam setiap perkataan yang diucapkannya. Bisa jadi apa yang dibicarakan tidak sesuai dengan hatinya.

2.Bila berjanji, tidak ditepati

3.Bila diberi kepercayaan selalu berkhianat.

Jadi untuk Prabowo,Anies,Sandi dan sejumlah orang yang berada di belakang mereka telah ada tiga ciri orang munafik berdasarkan hadits nabi.
Silahkan anda untuk memilihnya, memenuhi ketiga syarat atau menjauhi berusaha teguh pada janji. Kalau mereka ternyata tidak memenuhi janji maka para pendukung Anies-Sandi tetap konsisten untuk tidak sholatkan jenazah mereka.

Oya , sebagai catatan akhir adalah bahwa janji adalah hutang yang akan dibawa mati , artinya harus dibayarkan baik diminta atau tidak .

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: