Iklan
Oleh: masshar2000 | 18 Mei 2017

Jokowi Tegas , Kalau PKI Nongol Lagi Gebuk Saja

image

Masshar2000.Com – Belakangan marak isu bergulir untuk menggembosi Jokowi , karena seperti dalam survey yang dirilis beberapa lembaga survey , Jokowi masih memimpin mengalahkan Prabowo yang di gadang-gadang akan maju kembali di pilpres 2019.

Salah satu yang menyedot perhatian adalah munculnya fitnah yang dilakukan lawan politik Jokowi tentang asal usul Jokowi yang katanya dari keturunan PKI .
Beberapa waktu lalu , sesepuh PAN Amin Rais malah menyebut agar Jokowi berani tes DNA apakah Jokowi memang anak dari orang tua yang selama ini publik ketahui berada di Solo .

Hal ini sebenarnya tidak etis , mengingat tidak ada kasus apa-apa seorang presiden di suruh tes DNA . Orang mana yang tidak marah dituduh seperti itu , apalagi ibu mana yang tidak sakit hatinya diperlakukan seperti itu , tidak ada angin tidak ada hujan disuruh tes DNA untuk mencocokkan garis keturunannya , apalagi seorang presiden yang dipilih langsung oleh lebih dari setengah populasi di negara yang sangat besar ini .

Kalau boleh saya bilang ini adalah permintaan konyol dan tidak beradab serta pelecehan terhadap seseorang pemimpin di negri ini dan harus ditindak siapapun dia karena sudah benar-benar keterlaluan .

Jokowi dalam sebuah pertemuan dengan beberapa tokoh yang juga di hadiri banyak wartawan mengatakan tentang Pilkada DKI yang sudah selesai digelar . Jokowi bercerita, sudah beberapa kali bertemu dengan beberapa pemimpin negara, yang ternyata sebagian besar dari mereka banyak bertanya soal Pilgub DKI. Isu Pilgub DKI rupanya begitu menarik, padahal menurut Jokowi, Pilkada Jakarta itu hanya satu dari ratusan Pilkada di Indonesia.

Bicara politik, Jokowi masih kalem. Emosi Jokowi mulai naik ketika bicara soal penegakan hukum. Terutama soal munculnya para pendemo.
Jokowi menegaskan, tak ada larangan demo karena menyampaikan pendapat di muka umum sudah dijamin konstitusi. Hanya saja, demo harus sesuai aturan. Jangan melanggar. Soal ini, Jokowi sudah menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk melakukan langkah hukum kepada suara-suara yang memecah belah bangsa. Selama ada fakta dan bukti yang kuat. “(kalau perlu) gebuk, gebuk saja,” ucapnya.

Kejengkelan Jokowi makin kentara saat bicara soal isu kemunculan PKI. Dia kesal karena isu itu terus dikaitkan dengannya, bahkan sampai keluarganya. Ini sudah terjadi sejak masa kampanye Pilpres 2014. Salah satu tuduhan itu misalnya termuat dalam buku berjudul ” Jokowi Undercover “.

“Saya dilantik jadi Presiden yang saya pegang konstitusi, kehendak rakyat. Bukan yang lain-lain. Misalnya PKI nongol, gebuk saja. TAP MPR jelas soal larangan itu. Apalagi mengaitkan dengan saya. PKI dibubarkan itu saya baru berumur 4 tahun. Orang tua lah dituduh macem-macem , dan maaf terakhirnya kok jadi agak emosional. Jengkel soalnya,” kata Jokowi, menutup pengantar.

Dalam sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan muncul. Misalnya, ada yang menanyakan kenapa Jokowi menggunakan kata “gebuk” untuk para pendemo. Soalnya, kata tersebut populer karena kerap digunakan di era Presiden Soeharto terhadap para lawan politiknya.
Soal itu, Jokowi bilang karena dirinya sudah benar-benar jengkel dengan berbagai perdebatan yang terjadi saat ini. Sebagai negara demokrasi dan negara hukum, sebaiknya para pendemo tetap berada di koridor itu.

“Kalau ada yang keluar dari koridor itu istilah yang tepat adalah gebuk, kalau pakai istilah jewer nanti dibilang Presiden nggak tegas,” ujarnya, sambil mewanti-wanti proses penegakan hukum harus sesuai etika dan moral.

Jokowi juga menyesalkan energi bangsa ini tersita habis memperdebatkan masalah yang tidak penting dan melakukan demontrasi yang tidak perlu. Padahal negara lain saat ini sedang sibuk bergerak untuk terus melakukan inovasi teknologi.
China, misalnya, memiliki Jack Ma, bos Alibaba, yang melakukan inovasi e-commerce. Di Amerika Serikat, ada Elon Musk yang dengan perusahaan luar angkasa SpaceX berencana memindahkan manusia ke Planet Mars.

“Orang lain sudah bahas urusan luar angkasa, bicara mobil fantasi masa depan, SpaceX, kita urusan cantrang tidak rampung-rampung. Yang lain sudah bicara soal inovasi smartphone, kita masih demo, fitnah, tidak selesai-selesai,” kata Jokowi.

Di akhir sambutan sebelum makan siang, Jokowi meminta media ikut berperan untuk tidak menyebarkan kebencian dan perpecahan. Alangkah baiknya bila media memberitakan semangat rakyat di berbagai daerah. Jokowi mencontohkan ada petani di sebuah desa yang belajar dari YouTube. Hal-hal semacam itu, menurut dia, bila diberitakan akan menumbuhkan semangat kebangsaan.

“Sudah 8 bulan kita terjebak framing, hanya bicara begini terus, berulang-ulang. Kita habis energi untuk hal-hal yang tidak perlu,” pungkasnya.

Oya untuk masalah PKI ini , saya ada sedikit cerita , didaerah saya yang katanya waktu itu sebagai basis PKI Jawa Tengah , silahkan tebak daerah mana ?
Menurut nenek saya , memang dulunya banyak orang yang tersangkut PKI dan uniknya banyak dari mereka yang tersangkut karena ketidaktauannya .

Salah satu tetangga sebut saja pak N , dulunya adalah seorang guru SD , namanya dicatut sebagai pengikut PKI dan tanpa basa-basi langsung dibawa ke pusat kota bersama yang lain pada masa-masa orde baru tentunya . Keluarganya pun tidak bisa berbuat apa-apa . Katanya sempat dipenjara dan dihajar rame-rame . Setelah pulang statusnya sebagai PNS langsung dicabut , dia stres dan seperti orang linglung entah karena kehilangan pekerjaan atau karena otaknya geser karena banyak dipukul aparat . Dan tragisnya sampai puluhan tidak bisa sembuh sampai beliau meninggal .

Lain lagi cerita tentang tetangga saya yang satu lagi , sebut saja pakde R . Tahun 65 , pakde masih SMP , seperti umumnya remaja seusianya , suka ngumpul-ngumpul sama teman-temannya . Nah kejadian terjadi saat pembubaran PKI besar-besaran pasca G30S/PKI . Kebetulan pakde bersama teman-temannya ikutan nyanyi-nyanyi dan joget lagu genjer-genjer , kamu tahu kan lagu genjer-genjer ?
Lagu genjer-genjer adalah lagu “wajib ” PKI yang selalu dinyanyikan saat mereka berkumpul .

Nah pada saat operasi besar-besaran bersih-bersih PKI , Pakde dan beberapa warga kedapatan sedang berjoget sambil bernyanyi lagu genjer-genjer tadi , alhasil tanpa ampun mereka diciduk semua oleh aparat dan di bawa ke pusat kota . Mereka didata dan di labelin PKI … Ingat ya pakde R waktu itu masih SMP sudah di cap PKI padahal orang tuanya pakde saja tidak . Apa hasilnya , anak-anak pakde yang tidak tahu menahu tentang apa itu PKI tidak pernah bisa menjadi PNS karena label PKI yang ada pada orang tuanya .
PKI memang sudah dilarang tapi apakah label PKI harus terus menurun ke anak-anaknya …Apakah semacam dosa turunan ?

Situasi pada waktu itu katanya memang mencekam , masih menurut nenek saya , hampir tiap hari ada tembak-tembakan , bahkan ayah saya yang tentunya anak dari nenek saya (tidak perlu tes DNA) kerap disembunyikan dibawah kolong tempat tidur karena memang masih anak-anak .

Ya itu adalah sepenggal kisah yang diceritakan nenek saya yang hanya warga biasa ( Yang tidak tahu asal usul PAM SWAKARSA ) tentang PKI didaerah kami .

Alhamdulillah keluarga kami adalah keluarga muslim yang tidak di cap PKI … tapi tuduhan tentang PKI kepada seseorang menurut saya jelas sangat menyakitkan apalagi ditujukan kepada presiden , tentu saja pak Jokowi geram .

Cobalah pakai akal sehat , kalau Jokowi PKI , pasti juga sudah didemo oleh warga se Solo Raya sejak jadi walikota Solo , tapi buktinya ‘gak ada demo-demoan alias aman-aman saja .

image

Untuk pak tua yang punya reputasi bagus sebagai ” Sengkuni ” , sudah deh jangan terus memprovokasi , jangan memperkeruh suasana ,  nikmati saja hari tuamu , biarkan anak-anak muda yang bekerja membangun negri ini.

Ya , sebenarnya kita tidak harus berpikiran sama tapi kita harus sama-sama berpikir bagaimana menjaga keutuhan bangsa ini , bukannya ikut-ikutan saling mencurigai dan melakukan hal-hal yang tidak perlu dan buang-buang energi untuk membela segelintir orang yang ingin memuaskan syahwat politiknya dengan menebar fitnah dan menghalalkan segala cara.

Kalau kata pak JK dan pak Menag , jangan memanas-manasi dengan menghembuskan isu bangkitnya PKI , kita ini negara yang berketuhanan tidak mungkin ideologi PKI bisa diterima di negara kita , lha wong kiblatnya atau di negara asalnya saja sudah bubar .

Bahkan Fadli Zon , kamu pasti kenal kan Fadli Zon , politisi Gerindra yang paling hobi mengkritik Jokowi saja bilang kalau faham komunis sudah tidak relevan dan sudah mati  , itu lawan politiknya Jokowi lho yang ngomong .

Jokowi sudah jelas mengatakan kalau PKI nongol gebuk saja , kalau kamu orang waras harusnya kamu setuju dengan pernyataan pakde , tapi kalau kamu bilang itu pencitraan berarti kamu orang gak *****

Kritis boleh …Goblok jangan

BACA JUGA :

Faham Komunis Hanya Isu , Tidak Relevan …Tidak Akan Laku

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: