Gara-Gara Menghina Ahok Dan Pendukungnya , Restoran Milik Orang Indonesia Di Australia Bangkrut

image

Masshar2000.Com – Beberapa hari lalu sempat viral perihal bangkrutnya sebuah restoran milik orang Indonesia di Australia . Entah benar atau tidak di medsos diberitakan bahwa bangkrutnya restoran tersebut gara-gara Ahok .
Kog bisa ?…Menurut berita yang berkembang restoran ini bangkrut lantaran pemiliknya sering mengucapkan kata-kata intoleran di medsos .

Restoran yang bernama Willis Canteen di Sydney Australia tersebut dimiliki oleh orang Indonesia bernama Teuku Indra Utama.

Akun @CumaSiBudi menceritakan dalam cuitan-cuitannya mengenai restoran tersebut yang tadinya selalu laris mendadak sepi pengunjung, bahkan nyaris gulung tikar.

Harga makanan yang dikenakan di Willis Canteen sebenarnya relatif terjangkau untuk ukuran orang yang tinggal di Australia. Sekali makan paling hanya menghabiskan $30 Australia (AUD30).

Kejadian ini bermula saat Ahok mulai dipenjara. Pemilik Willis Canteen, Indra, meng-update status nyinyir, bermuatan hatespeech terhadap aksi-aksi lilin yang marak dilakukan oleh orang Indonesia dari seluruh dunia.

Walhasil status Facebook Indra menjadi viral di media sosial. Netizen pun banyak yang mulai ‘ngulik’ status-status yang selama ini dibuat oleh yang bersangkutan.

image

“Gara-gara Indra nyinyir terhadap aksi lilin Sydney, netizen yang terganggu langsung ngulik wall yang bersangkutan. Ditemui frase ‘Kafir Anjing Bunuh bertebaran di sana’,” demikian @CumaSiBudi mencuitkan.

Alih-alih minta maaf, Indra malah mengulangi perbuatan serupa, ia kembali mem-posting tulisan hatespeech di akun Facebook-nya.

image

Sebagai seorang yang mencari nafkah dan hidup di Sydney, apa yang dilakukan oleh Indra merupakan tindakan yang sulit diterima masyarakat yang multi-entis dan multi-agama. Tindakan Indra bisa dikategorikan sebagai perilaku bigot. Netizen bahkan menganggap Indra rasis.

Sontak akun Willis Canteen di Tripadvisor.com, Facebook, dan Zoomato, di-review sangat buruk oleh banyak orang. Mereka menuliskan, “Jangan makan di sini, ownernya rasis.”

Akun @CumaSiBudi mencuitkan, “Tidak pake lama, bisnis Willis Canteen langsung drop dan bangkrut, pelanggan tiba-tiba hilang, dan tatapan sinis menyertai dimanapun ia pergi.”

Hanya dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan, bisnis yang tadinya selalu laris kini berimbas sangat dahsyat. Ditinggalkan pelanggannya.

Terancam kebangkrutan, Indra pun meminta maaf melalui akun Facebook-nya. Namun sudah terlanjur kredibiltasnya hancur oleh ulahnya sendiri yang bigot.

Akun @CumaSiBudi berpesan, “Efek kampanye kebencian di Pilkada DKI merasuk dan berefek jauh lebih parah dari yang pernah kita bayangkan. Dan itu masih terjadi hingga detik ini. Semua kena imbas, mulai pola fikir anak-anak kencur SD -Mahasiswa, bahkan sampai menjalar ke institusi bisnis dan pemerintahan.”
“Kejadian Willis Canteen ini hanya satu contoh. Saya yakin ke depan akan makin banyak korban, karena di Facebook mulai massif gerakan boikot bisnis rasis,” cuit @CumaSiBudi.

Dikabarkan para pengusaha dan pengendali bisnis banyak yang mulai melakukan screening terhadap para pegawainya yang kedapatan mengungkapkan sikap radikal dan intoleransi di ruang publik. Bahkan pemilik usaha dari kalangan muslim pun juga banyak yang melakukan pemecatan terhadap pegawainya yang intoleran apalagi radikal. Mereka sudah amat jengah.

“Sekarang saja, di timeline media sosial masih ramai ‘kofar-kafir cina’ PKI kan? Itu pada tidak mikir efeknya ya? Screening pegawai via sosmed benar2 dimulai,” cuit @CumaSiBudi.

image

Teuku indra utama , pemilik willis canteen

Bigot sendiri adalah julukan untuk orang yang intoleran terhadap agama, keyakinan atau ras orang lain yang berbeda dengan dirinya dan merasa kelompoknya paling benar sendiri dengan fanatisme buta.
Kalau dalam agama islam disebut khawarij .

Nah , kalau sudah begini kan rugi sendiri , ini adalah sebuah contoh bahwa di kubu manapun kamu memberikan dukungan , kamu tidak boleh rasis , kalau hanya mengkritik sih boleh-boleh saja asal juga menggunakan kata-kata yang sopan , tapi kalau sudah rasis dan berakibat bisa memecah belah umat ya harus di gebuk .

Sepertinya perusahaan-perusahaan di Indonesia perlu melakukan hal serupa , screening atau bersih-bersih pegawainya yang rasis .

Sudah deh , jangan ikut-ikutan rasis , nanti kalau ditindak secara hukum bilangnya diskriminalisasi lagi , padahal memang rasis sebenarnya .

Library : indonesiana.tempo.co, infoteratas

Iklan

2 thoughts on “Gara-Gara Menghina Ahok Dan Pendukungnya , Restoran Milik Orang Indonesia Di Australia Bangkrut

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s