Ancam kapolri , Netizen Lampung Diciduk Aparat

image

Masshar2000.Com – Pihak kepolian tampaknya memang serius menangani tindakan ujaran kebencian dan ancaman di sosmed .
Belum lama , Polisi menangkap orang yang menghina presiden saat memakai baju adat , kini polisi kembali menangkap pengguna internet (warganet) yang menebar status diduga bernada ancaman dan kebencian.

Kali ini jatahnya M Ali Said, warga Kalianda, Lampung, dicokok aparat Ditreskrimsus Polda Lampung gara menulis status berbau ancaman ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Ali ditangkap pada Rabu 31 Mei 2017 petang dan langsung digelandang ke Ditreskrimsus Polda Lampung.

Ali mengaku membuat status di akun Facebooknya untuk membela Habib Rizieq Shihab. Menurutnya, kepolisian telah mengkriminalisasi ulama dengan menetapkan Rizieq sebagai tersangka kasus pornografi.
“Pelaku sudah mengakui perbuatannya. Katanya itu dilakukan karena ingin membela Habib Rizieq,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Lampung Kombes Rudy Setiawan, Kamis (1/6/2017).

Berdasarkan jejak digital yang ditemukan kepolisian, ancaman itu diunggah di akun Ali Faqih Alkalami pada Senin 29 Mei 2017 sekira pukul 22.15 WIB.
Begini tulisan Ali di akun sosmednya ,

“Tito…. Jika kau berani penjarakan Ulama kami (Habib Riziq Sihab), maka…demi Allah berarti kau sedang menggali liang kubur…(dan seterusnya)…” demikian sepenggal status ditulisnya disertai tagar diduga bernada ancaman terhadap Tito serta #SaveHabibRiziqSihab.

Rudy mengatakan, status itu berisi ancaman dan ujaran kebencian yang mengandung unsur SARA kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Selain menahan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa dua unit ponsel, satu unit laptop dan tiga buku tabungan milik pelaku.

Dan tidak hanya ditujukan kepada Kapolri, Ali juga menebarkan rasa kebencian berdasarkan suku ras dan agama (SARA) tertentu yang ditujukan kepada Andre Jaya Saputra.

“Tersangka mengirimkan pesan ke Andre yang berisi ancaman kekerasan atau menakuti-nakuti sehingga Andre melaporkan ke Polda,” tutur Rudy.

Polisi menjerat Ali dengan pasal berlapis di dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Pertama pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Kedua, pasal 45 B Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun dan atau denda Rp 750 juta.

Bravo Polisi …Tangkap semua yang menebar kebencian dan ancaman , jangan sampai dibiarkan orang-orang yang selalu menebar kebencian seperti ini gentayangan di sosmed

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s