Cak Nun : Pertengkaran Akan Terus Terjadi jika Orang Masih Sombong Dengan Kebenaran Pribadinya

image

Masshar2000.Com – Hujat menghujat sepertinya sudah menjadi budaya netizen belakangan ini . Kubu yang berseberangan saling bahu membahu mencari dukungan para pengikutnya melalui medsos .

Kita bisa lihat , di Facebook , twitter terlebih instagram menjamur akun-akun yang saling bermusuhan , saling ngetag dan mirisnya ada yang menggunakan nama akun berbau agama tapi isinya politik , mempelintir ayat dengan mentafsirkan sendiri ayat-ayat tersebut untuk kepentingan kelompoknya .
Bisa dikatakan Indonesia sedang darurat medsos . Bahkan pidato presiden Jokowi yang melarang saling hujat pun sepertinya malah buat mainan mereka .

Ya , konflik horizontal antar kelompok yang belakangan mewabah di Indonesia tak akan pernah selesai jika semua pihak selalu bersikap menyombongkan kebenarannya masing-masing. Setidaknya itulah pesan Budayawan Muhammad Emha Ainun Nadjib kala tampil dalam sebuah rekaman video di Indonesia Lawyer Club (ILC), Selasa 23 Mei 2017, malam lalu.

“Jadi kita tak akan pernah selesai dengan pertengkaran, dengan permusuhan, kebencian dendam dan seterusnya kalau kita saling menyombongkan kebenaran kita masing-masing,” demikian ungkap Cak Nun.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Nun menerangkan tentang teori kebenaran yang menurutnya terbagi menjadi tiga kategori, yakni benarnya sendiri, benarnya orang banyak, dan benar sejati.

“Anda tahu kan teori universalnya, ada benarnya sendiri yakni, kebenaran subjektif masing-masing kelompok. Kemudian ada kebenarannya orang banyak, ini kita elaborasi, kita cari hingga akhirnya, katakanlah kita ketemu demokrasi, kita ketemu kesepakatan nasional. Itu benarnya orang banyak,” ucap Cak Nun melanjutkan.

Meski begitu, benarnya orang banyak sesungguhnya bukanlah sebuah kebenaran yang sejati.

“Benar sejati ini sifatnya sangat cakrawala yang harus kita tempuh berjalan ke sana terus menerus yang mungkin nanti ada hubungannya dengan Allah. Apalagi Allah telah menyatakan kebenaran itu datangnya dari-Ku, manusia hanya dapat cipratannya dan menafsirkanya. Dan tafsir kebenaran ini kita harus hati-hati,” sahut suami Novia Kolopaking tersebut.

“Saya menafsirkan kebenaran berbeda dengan anda menafsirkan kebenaran dan saya juga tidak akan mempertengkarkan tafsir saya dengan tafsir Anda,” tegasnya mencari solusi agar setiap pihak tidak merasa benar.

Pesan yang menarik Cak Nun dalam ILC malam itu yang sesungguhnya adalah obat penawar dari wabah sentimen antargolongan hari ini adalah selalu berupaya untuk bisa menggembirakan orang lain. Tak cukup hanya menggembirakan, manusia itu ternyata harus pula bisa membikin keadaan nyaman, aman, tidak menistakan dan pada ujungnya tidak menghilangkan nyawa seseorang.

“Yang harus keluar dari diri saya kepada anda adalah mencoba berusaha menggembirakan Anda, membikin Anda nyaman, membuat Anda aman tidak saya curi barangnya, tidak saya nista harga diri Anda dan tidak saya bunuh nyawa Anda,” demikian pesan Cak Nun.

Budayawan Cak Nun , memang sekarang jarang tampil di tv nasional .Cak Nun kini banyak berceramah keliling bersama grub musik islaminya Kyai Kanjeng dan punya program sendiri di salah satu tv lokal Yogyakarta dengan tema Macapat Syafaat .
Dalam sebuah episode Cak Nun yang mengkritik cara dakwah Rizieq Shihab ini pernah mengatakan bahwa dirinya sekarang memang membatasi bertemu dengan tokoh nasional dan hanya melayani undangan untuk Level Bupati Walikota atau level Kapolres ke bawah saja .

Dirinya tidak mau menjadi besar dan menjadi tokoh yang banyak disorot masyarakat padahal kita tahu Cak Nun adalah salah satu tokoh Nasional yang turut di undang ke Istana saat Suharto menyampaikan pidato pengunduran dirinya .

Mungkin Cak Nun adalah salah satu orang yang sudah ” selesai dengan dirinya ” seperti Gus Mus dan Buya Syafi’i , tidak tergiur kedudukan dan jabatan .

Library : jitunews

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s