Iklan
Oleh: masshar2000 | 7 Juni 2017

Kisah Ibnu Muljam si Pembunuh Khalifah Ali – Waspadai Generasinya di Indonesia

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana
image
Masshar2000.Com – Belakangan ini marak ujaran kebencian di media sosial , kubu satu membela ulamanya yang di hujat tapi menghujat balik , sedang kubu satunya merasa golongannya yang di hujat duluan . Entahlah mana yang benar , yang jelas menghujat tidak pernah diajarkan dalam agama apapun .

Islam turun sebagai rahmat kepada seluruh alam bukan hanya orang islam saja , bahkan merusak pohon-pohon pun tidak dibenarkan dalam islam .
Artinya apa , islam memang memang mengajarkan kepada umat untuk mencintai sesamanya bahkan lingkungan sekitarnya .
Tidak benar islam menganjurkan untuk membunuh umat lain selagi umat tersebut tidak memeranginya .

Tindakan teror atau terorisme jelas tidak mencerminkan islam itu sendiri karena jelas akan banyak mudharatnya daripada manfaatnya , bahkan sampai sekarang pun saya juga tidak tahu apa manfaatnya .
Bom bunuh diri misalnya yang beberapa kali terjadi di negara kita yang damai , berdasarkan penjelasan dari para pelaku yang ditangkap sebelum beraksi mengatakan bahwa mereka di iming-imingi surga dengan 72 bidadari atau mereka biasa menyebut pelaku bom bunuh diri adalah ” pengantin ” karena mereka katanya dijamin masuk surga karena telah berjihad .

Menurut saya ini konyol , logika sederhananya adalah ” kalau mereka dijamin masuk surga dan mendapatkan 72 bidadari kenapa para gurunya tidak duluan melakukannya “…

Artinya apa , mereka sudah dicuci otaknya dan orang yang menyuruhnya adalah orang-orang yang mabok agama . Anda pasti tahu lah,
namanya mabok pastilah merasa paling benar sendiri padahal tidak ada akal sehat dalam dirinya .
Mencari ayat-ayat dan dalil-dalil yang dirasa cocok untuk membenarkan tindakannya dan mentafsirkan sendiri menurut pemahamannya. Inilah yang berbahaya melakukan kejahatan atas nama agama .

Ada baiknya anda membaca kisah singkat ini , dimana kejadian ini terjadi pasca wafatnya rosulullah SAW atau di jaman amirul mukminin .

” Hukum itu milik Allah, wahai Ali. Bukan milikmu dan para sahabatmu.”
Teriakan itu menggema ketika Abdurrahman bin Muljam Al Murodi menebas leher Ali bin Abi Thalib, karomallahu wajhah.
Subuh 7 Ramadhan itu duka menyelimuti hati kaum muslimin. Nyawa sahabat yang telah dijamin oleh Rasululah SAW menjadi penghuni surga itu hilang di tangan seorang saudara sesama muslim.

Ali terbunuh atas nama hukum Allah dan demi surga yang entah kelak akan menjadi milik siapa.
Tidak berhenti sampai di sana, saat melakukan aksinya Ibnu Muljam juga tidak berhenti merapal Surat Al Baqarah ayat 207:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ
“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.”

Sebagai hukuman atas aksinya mencabut nyawa seorang khalifah, Ibnu Muljam kemudian dihukum dengan hukum qishas yaitu nyawa dibayar nyawa . Ya , Ibnu Muljam akhirnya dieksekusi mati .
Proses hukuman mati yang dijalankan terhadap Ibnu Muljam juga berlangsung dengan penuh drama. Saat tubuhnya diikat untuk dipenggal kepalanya dia masih sempat berpesan kepada algojo:
“Wahai Algojo, janganlah engkau penggal kepalaku sekaligus. Tetapi potonglah anggota tubuhku sedikit demi sedikit hingga aku bisa menyaksikan anggota tubuhku disiksa di jalan Allah.”

Ibnu Muljam meyakini dengan sepenuh hati bahwa aksinya mencabut nyawa suami sayyidah Fathimah, sepupu Rasulullah, dan ayah dari Al-Hasan dan Al-Husein itu adalah sebuah aksi jihad fi sabilillah.
Ya , Seorang ahli surga harus meregang nyawa di tangan seorang muslim yang meyakini aksinya itu adalah di jalan kebenaran demi meraih surga Allah.

Potret Ibnu Muljam adalah realita yang terjadi pada sebagian umat Islam di era modern. Generasi muda yang mewarisi Ibnu Muljam itu giat memprovokasikan untuk berjihad di jalan Allah dengan cara memerangi, dan bahkan membunuh nyawa sesama kaum muslimin.

Siapa sebenarnya Ibnu Muljam?

Menurut kisahnya , dia adalah lelaki yang shalih, zahid dan bertakwa dan mendapat julukan Al-Maqri’.
Dia juga haffidz Qur’an alias penghafal Alquran dan sekaligus orang yang mendorong sesama muslim untuk menghafalkan kitab suci tersebut.
Khalifah Umar bin Khattab pernah menugaskan Ibnu Muljam ke Mesir untuk memenuhi permohonan ‘Amr bin ‘Ash untuk mengajarkan hafalan Alquran kepada penduduk negeri piramida itu.

Dalam pernyataannya, Khalifah Umar bin Khattab bahkan menyatakan:
“Abdurrahman bin Muljam, salah seorang ahli Alquran yang aku prioritaskan untukmu ketimbang untuk diriku sendiri. Jika ia telah datang kepadamu maka siapkan rumah untuknya untuk mengajarkan Alquran kepada kaum muslimin dan muliakanlah ia wahai ‘Amr bin ‘Ash” kata Umar.

Meskipun Ibnu Muljam hafal Alquran, bertaqwa dan rajin beribadah, tapi semua itu tidak bermanfaat baginya.
Ia mati dalam kondisi su’ul khatimah, tidak membawa iman dan Islam akibat kedangkalan ilmu agama yang dimilikinya.
Afiliasinya kepada sekte Khawarij telah membawanya terjebak dalam pemahaman Islam yang sempit.
Ibnu Muljam menetapkan klaim terhadap surga Allah dengan sangat tergesa-gesa dan dangkal. Sehingga dia dengan sembrono melakukan aksi-aksi yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama Islam.
Alangkah menyedihkan karena aksi itu diklaim dalam rangka membela agama Allah dan Rasulullah.

Sadarkah kita bahwa saat ini telah lahir generasi-generasi baru Ibnu Muljam yang bergerak secara terstruktur , sistematis dan massif . Mereka adalah kalangan shaleh yang menyuarakan syariat dan pembebasan umat Islam dari kesesatan. Mereka juga menawarkan jalan kebenaran menuju surga Allah dengan cara mengkafirkan sesama muslim.

Ibnu Muljam gaya baru ini lahir dan bergerak secara berkelompok untuk meracuni generasi-generasi muda Indonesia. Sehingga mereka dengan mudah mengkafirkan sesama muslim, mereka dengan enteng menyesatkan kiai dan ulama yang berbeda dari golongannya . Mereka menguasai medsos dengan slogan menyebarkan hoax untuk menebalkan iman . Suka memelintir ayat sesuai kepentingannya sendiri dan memberitakan yang tidak baik para ulama yang bukan golongannya untuk mencari sebanyak-banyaknya pengikut .

Secara fisik , raut wajah mereka memancarkan keshalehan yang bahkan tampak pada bekas sujud di dahi. Mereka senantiasa membaca Alquran di waktu siang dan malam.
Namun sesungguhnya mereka adalah kelompok yang merugi. Rasulullah dalam sebuah hadits telah meramalkan kelahiran generasi Ibnu Muljam ini:

” Akan muncul suatu kaum dari umatku yang pandai membaca Alquran. Dimana bacaan kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bacaan mereka. Demikian pula shalat kalian daripada shalat mereka. Juga puasa mereka dibandingkan dengan puasa kalian. Mereka membaca Alquran dan mereka menyangka bahwa Alquran itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Alquran itu adalah (bencana) atas mereka. Shalat mereka tidak sampai melewati batas tenggorokan. Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya. (Sahih Muslim, hadits No.1068)

Kebodohan yang tidak mereka sadari mengakibatkan mereka merasa berjuang membela kepentingan agama Islam padahal hakikatnya mereka sedang memerangi Islam dan kaum muslimin itu sendiri .

Wahai kaum muslimin , waspadalah pada gerakan generasi Ibnu Muljam ini .
Mari kita siapkan generasi muda kita agar tidak diracuni oleh golongan Ibnu Muljam gaya baru. Islam itu agama Rahmatan Lil Alamin. Islam itu agama keselamatan. Islam itu merangkul, dan bukan memukul.

” Agama memang menjauhkan kita dari dosa , tapi berapa banyak dosa yang kita lakukan atas nama agama “

Renungkanlah …

Semoga bermanfaat ,
Wassallamu’allaikum …

Library : muslimmoderat

Iklan

Responses

  1. […] Waspadai gerakan ibnu muljam ( khawarij ) […]

    Suka


gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: