Kisah Ahok Di Dalam Penjara : Natal Dapat Remisi 15 Hari

image

Di dalam sel tetap keren

Masshar2000.Com – Ahok , sosok yang paling dicari kabar beritanya pada akhir 2016 dan awal 2017 kini sudah bukan gubenur lagi.
Sosoknya yang tegas dan apa adanya ternyata membuat masyarakat menyukai gaya kepemimpinannya ..Hingga praktis beredar dimasyarakat hanya pejabat korup dan antek-anteknya lah yang tidak suka Ahok .

Ketegasannya dalam memberantas korupsi di bawah kepemimpinannya memang bukan isapan jempol .Entahlah sudah berapa banyak pejabat korup dilingkungan pemprov DKI yang sudah dipenjarakannya .
Hal itulah yang mungkin dimanfaatkan oleh lawan Ahok untuk menggulingkannya dari DKI 1.
Berbagai upaya dilakukan untuk segera melengserkan Ahok dari kasus Sumber Waras hingga proyek reklamasi. Namun semuanya gagal total , Hingga akhirnya kasus Al Maidah mencuat dan dimanfaatkan betul oleh lawan Ahok untuk segera membungkam Ahok .
Rupanya kasus itu betul-betul membuat Ahok bagai ke titik nadir .

Gubenur yang dulu diharapkan menjadi contoh gubenur lain dalam memberantar korupsi harus berhadapan dengan rakyatnya sendiri yang sudah terprovokasi .
Bayangkan , gubenur dengan indek kepuasan masyarakat diatas 70 % , kalah dalam pilkada ,  mungkin ini adalah yang pertama kalinya terjadi di Indonesia.

Selang beberapa hari pasca kekalahannya dalam pilkada , Ahok harus berhadapan dengan kasus hukum yang dijalaninya .
Vonis 2 tahun penjara adalah hadiah bagi sang ” penjaga uang rakyat “.

Kini ahok sudah dibui , pendukungnya pun dimintanya menerima kasus ini dengan berbesar hati.
Sejak dipenjara 9 Mei, sosok Ahok menjadi yang paling dirindukan dimata para pendukungnya. Tak heran status Facebook  Michelle Dian Lestari seakan menjadi pengobat rindu bagi para pendukung Ahok.

Sejak diposting , status Michele dibagikan hampir 900 netizen dan di like hampir 3000 netizen. Untuk diketahui Michelle Dian Lestari adalah salah satu dari “emak-emak” pelapor grup pedofil di Facebook bernama Official Candy’s Group yang pernah sempat viral di media sosial.

Berikut kutipan status Facebook saat menjenguk Ahok di mako brimob:

image

” Tadi di Mako Brimob, gua nggak ngapa-ngapain, cuma duduk aja ngelihatin dan dengerin Ahok cerita. Dan gua melihat, betapa wajahnya terlihat cerah, gerak tubuhnya santai, berbeda jauh dengan Ahok yg beberapa kali gua temui pas kerja: muka tegang, tubuh kaku, duduk pun seolah ada paku di pantatnya.

Dia bercerita banyak. Tentang bagaimana banyak orang yg mengutip kisah Nabi Yusuf yg dibuang oleh saudaranya tetapi malah diangkat jadi pejabat oleh Firaun, dari versi Islam, Katolik dan Kristen. Tentang bagaimana banyaknya orang yg datang mendoakan dia, sampai-sampai dia harus memberi target “Doa cukup 10 menit” supaya yg lain bisa mengambil kesempatan bercengkerama.

Tentang bagaimana sibuknya dia setiap hari Selasa dan Jumat menerima kunjungan orang-orang yg bersimpati pada dia. Tentang bagaimana orang memberikan hadiah buku, sehingga Mako Brimob kini punya perpustakaan kecil sendiri. Tentang bagaimana dia dan rekan di rutan menikmati bingkisan makanan yg dibawakan untuk dia. Seolah kami tengah menikmati Ahok Show secara privat, khusus bagi 22 pengunjung yg duduk mengelilingi dia, menikmati hiburan dari seorang Ahok “.

” Tapi satu hal yg menancap di ingatan gue. Dia bercerita bahwa penjara membuat dia terpaksa belajar untuk menjadi lebih santai, menikmati hari itu, mensyukuri apa yg terjadi pada hari itu, dan pasrah atas masa depan.

“Kalau gua mikirin kapan gua bebas, bisa gila gua. Bebasnya masih lama! Gua kemarin dikasih tahu soal remisi. Gua dikasih tahu, ‘Pak, nanti 17 Agustus Bapak belum dapat karena belum 6 bulan. Gua pikir, wah asyik nih, berarti gua dapat banyak buat Natal. Eh, ternyata, cuma 15 hari! Bayangin! Tommy sama Urip aja dapat enam bulan, gua cuma 15 hari!”, demikian celotehnya dengan air muka jenaka.

“Kebayang dong kalo gua ngitung masa hukuman gua kena segitu, dipotongnya cuma 15 hari per remisi, lemes lah gua. Jadi gua mikir sendiri, ‘Udah lah, loe gak usah mikirin kapan bebas. Yg penting loe melakukan sesuatu sambil nunggu bebas!’ Jadi, sekarang gua mulai belajar menikmati hidup di sini. Eh, ternyata enak. Bisa bangun siang, bisa tidur siang, gak usah terima telepon melulu, bisa olahraga sampai puas. Dulu gua bangun jam 4.30, gua cuma bisa olahraga 30 menit. Bukannya gak kuat. Jam 6.30 gua udah harus ke Balaikota. Kasian orang yg nunggu di sana untuk ketemu gua. Sekarang? Gua bangun jam 10 juga gak ada yg protes,” cerita dia dengan tawa berderai.

“Dan satu lagi yg gua seneng di sini. Gua nggak diomelin sama Mama gua kalau gak ke gereja di hari Minggu. Kalau di rumah, gua berani gak ke gereja, Mama gua bisa marah-marah,” imbuhnya lagi dengan senyum lebar.

Nah, satu lagi nih. Pas habis dibacakan vonis, gua telepon Bu Vero buat ngasih tahu. Dia nangis langsung, dan gua senang. Kenapa? Artinya dia masih sayang sama gua, dan kesalahan gua yg ini langsung hilang di mata dia. Kalian tau kan, Love is stronger when a fault is forgiven. Jadi, sayangnya Bu Vero ke gua makin kuat karena satu kesalahan gua ini dia maafkan.”

” Saat bercerita, Ahok terlihat bersinar cerah, menerangi seisi ruangan, mengisinya dengan gelak tawa. Energi positif gua langsung penuh lagi, hanya dengan duduk melihat dan mendengarkan dia. Dan gua berpikir, sungguh, kalau gua bisa sedikit saja memberikan energi positif itu ke sekeliling gua, niscaya gua akan jadi manusia yg lebih berguna. Ahok tengah jatuh terpuruk, ditimpa tangga, dilempari kotoran, ditimbun cacian.

Tetapi dia memilih untuk tetap positif, tetap bersinar, tetap membagikan tawa dan kebahagiaan.
Nat ‘King’ Cole pernah bernyanyi, “When your smiling, the whole world smiles with you. When you’re laughing, the sun comes shining through”.

Dan dia juga berkata, ” Smile, though your heart is breaking. Smile, even though it’s aching. When there are clouds in the sky, you’ll get by, if you smile through your fears and sorrow. Smile, and maybe tomorrow, the sun will come shining through for you”.
So, keep smiling, keep shining, and the sun will shine for you “.

Memang aneh  Tommy Soeharto, kasus pembunuhan hakim Syaifudin mendapat remisi 6 bulan 15 hari. Sementara Ahok hanya 15 hari ?
Menyedihkan!

Bagaimana menurut anda?

Iklan

One thought on “Kisah Ahok Di Dalam Penjara : Natal Dapat Remisi 15 Hari

  1. Ironis, kyknya ungkapan ini yg paling cocok untuk menggambarkan apa yang dialami seorang ahok saat ini.
    Dikala dia berjuang habis-habisan untuk kemakmuran​ rakyatnya, malah rakyatnya sendiri yg menghianati dia. Ibarat air susu dibalas air tuba.

    Suka

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s