Khotib Singgung Penistaan Agama , Jamaah Sholat Ied Bubar

image

Masshar2000.Com – Di seluruh dunia , pada hari pertama lebaran sudah pasti umat muslim berbondong-bondong ke tanah lapang atau ke masjid-masjid untuk melaksanakan sholat ied .

Hal itu pula yang terjadi di kabupaten Gunung Kidul , ribuan jemaah memadati Alun-Alun Wonosari pada Minggu (25/6/2017) pagi untuk melaksanakan salat Idul fitri dengan khusuk.
Namun, saat khotib menyampaikan ceramah berbau politik, yakni penistaan agama, jemaah yang tak terkesan memilih meninggalkan lokasi.

Pada saat melaksanakan shalat, ribuan jemaah terlihat khusuk dalam menunaikkan salat Idul fitri dua rakaat. Matahari pagi yang cerah mengiringi shalat dengan beberapa kali takbir itu. Namun usai shalat yang khusuk, sejumlah jemaah meninggalkan lokasi. Mereka tidak sampai rampung mendengarkan khotbah.

Dikutip dari harianjogja.com , dalam kesempatan tersebut, selaku khotib adalah Ichsan Nuriansah Bajuri. Dari awal khotbahnya langsung menyinggung tentang kasus penodaan agama oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.”Ahok merupakan penista agama,” katanya.

Menurutnya, seorang penista agama tidak harus dibela ataupun dibantu, apalagi dibantu oleh negara termasuk aparat kepolisian. Dia mendukung sepenuhnya hukuman terhadap Ahok agar menimbulkan efek jera dan tidak ada lagi yang menistakan agama.

Selesai khotbah, Kapolres Gunungkidul, AKBP Muhamad Arif Sugiarto memimpin jalannya ikrar halal bihalal. Sebelum ikrar berlangsung, Kapolres menyampaikan agar masyarakat Gunungkidul tidak terprovokasi mengenai isu khotbah yang menyinggung isu politik.

“Karena tadi pak khotib menyinggung aparat penegak hukum, pak khotib bisa tanya ke masyarakat Gunungkidul bahwa polisi bekerja susuai aturan. Masalah penegakan hukum semuanya ada aturanya dan semua bisa memverifikasi apapun itu, jika ada yang tidak sependapat ada sistem yang bisa dilakukan di situ,” kata dia.

Dan dalam momen Hari Raya Idul fitri, Arif mengajak masyarakat untuk hidup tentram saling memaafkan dan menjaga kerukunan antar umat beragama. Menurut dia semua perbedaan, termasuk perbedaan pendapat adalah hal yang biasa, dan harus tetap saling menghormati.

Ini bisa menjadi contoh bagi para penceramah , bahwa dalam berkhotbah memang tidak perlu membawa-bawa masalah politik,  apalagi jamaahnya kan juga tidak satu satu suara dalam berpolitik .
Hal ini tentu berbeda kalau diungkapkan saat dalam kajian yang memang di khususkan untuk kelompok yang sepemahaman .

Sudahlah .. Masyarakat ingin hidup damai tanpa ada bau-bau politik , apalagi kalau sampai dibawa-bawa ke masjid .

#BersihkanMasjidDariCaloPolitik

Iklan

One thought on “Khotib Singgung Penistaan Agama , Jamaah Sholat Ied Bubar

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s