Apakah GNPF MUI Akan Mengorbankan Rizieq Demi Umat ?

image

Masshar2000.Com – Kabar cukup mengejutkan saat presiden menggelar open house ldul Fitri di istana , bukan karena banyaknya masyarakat yang berkunjung , namun karena turut hadirnya beberapa pimpinan GNPF MUI pada saat itu .
Hal ini tentu menyedot perhatian publik , pasalnya ormas baru besutan Rizieq Shihab ini kerap berseberangan dengan pemerintah sejak kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok saat itu .

Seperti kita ketahui GNPF MUI lahir karena ada kasus penistaan agama tersebut , dan entahlah apakah GNPF MUI akan bubar pasca Ahok dipenjara , karena nyatanya hanya kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok saja yang dikawal.

Apakah pertemuan di Hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah ini bagian dari rekonsiliasi yang diserukan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab?

Ini tentu bukan pertemuan biasa, meski Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang ikut dalam pertemuan pertemuan itu mencoba menutupi dengan dalih saat itu Presiden tengah mengadakan open house sehingga siapa saja bisa datang ke Istana. Presiden- yang juga didampingi Menko Polhukam dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, menerima Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir dan teman-temannya di ruang pertemuan utama. Bukti  pertemuan tersebut sangat penting dan serius terlihat dari intensitas dan materi pembicaraan antar kedua pihak, bukan sekedar cipika-cipiki lalu makan ketupat.

Sebelum pertemuan dengan presiden ini sebenarnya didahului pertemuan GNPF MUI dengan wapres Jusuf Kalla , setidaknya sudah ada tiga kali pertemuan .

Wartawan yang biasa hunting berita di Istana pun sebelumnya tidak mendapat bocoran, setidaknya “dilarang” memberitakan sampai pertemuan terlaksana.     
Terlebih pagi sebelum pertemuan, saat menjadi khatib sholat Ied, Bachtiar Nasir sudah memberi garansi gerakan umat Islam menghormati konstitusi sehingga tidak akan menggulingkan pemerintahan Jokowi-JK di tengah jalan.

Isi ceramah itu berbeda dengan tekad Rizieq Shihab yang akan menggerakkan umat islam untuk melakukan revolusi manakala tawaran rekonsiliasi dengan poin utama menghentikan “kriminalisasi” terhadap ulama, terutama dirinya yang tengah tersandung dugaan chat mesum dengan Firza Husein, dihentikan.     

Lalu, apa makna di balik pertemuan Presiden Jokowi dengan pengurus GNPF-MUI?

Sebenarnya pertemuan ini biasa saja , karena nyatanya presiden hanya memberikan waktu 20 menit , padahal biasanya presiden bisa ber jam-jam dalam pertemuan dengan para ulama yang diundangnya ke istana .

Pertemuan itu juga bisa dimaknai sebagai test the water, khususnya bagi partai dan simpatisan pendukung Jokowi dan juga Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Bagi mereka, GNPF-MUI bukan saja penyebab kejatuhan Ahok dari kursi Gubernur DKI tetapi juga mengirimnya ke penjara. Sebagian besar pendukung Ahok masih dendam kesumat dengan GNPF-MUI dan segala atribut Islam-  yang dalam perspektif mereka, berhaluan garis keras.

Pertemuan itu bisa menjadi blunder bagi Jokowi jika gagal meyakinkan kubu partai pendukung, terutama PDIP, pentingnya meredam Islam “garis keras” melalui pendekatan yang lebih soft.    

Kedua, Presiden Jokowi melihat upaya membenturkan dirinya dengan umat Islam semakin mengkhawatirkan. Kekalahan telak Ahok di Pilgub DKI 2017, menjadi sinyal buruk bagi partai dan tokoh pendukunganya karena terstigma sebagai pendukung penista agama Islam.  Belum lagi pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Meski massa HTI tergolong  kecil, namun tidak perlu diragukan militansinya. Jokowi perlu menegaskan posisinya, menegaskan kebijakan politiknya, bahwa yang dilakukan bukan dalam rangka memusuhi kelompok Islam “garis keras” melainkan menegakkan konstitusi.

Ketiga, Jokowi tidak ingin timbul kesan dirinya arogan jika sampai menolak “penyerahan diri” GNPF-MUI. Sebagai orang Jawa, Jokowi tentu paham betul falsafah menang tanpo ngasorake- menang tanpa mempermalu lawan. 
Ya , nyatanya pasca ditetapkannya Rizieq Shihab dalam kasus chat porno , GNPF MUI dan ormas-ormas lain pendukung Rizieq semakin terpojok dan mengajak rekonsiliasi dengan pemerintah dan pemerintah sudah menolak istilah rekonsiliasi karena pemerintah mengatakan tidak pernah punya masalah dengan umat islam yang diwakili GNPF MUI ( umat islam pendukung Rizieq-Red ).
Dan hasilnya Jokowi ” hanya ” mengijinkan pertemuan dengan GNPF MUI saat open house itupun dilakukan setelah presiden mempersilahkan terlebih dulu bersilaturahmi dengan masyarakat .

Bayangkan , presiden hanya memberikan waktu 20 menit saat open house , sama seperti masyarakat lainnya .
Dalam hal ini Jokowi seakan memaksa GNPF MUI yang merapat padanya , bukan dialog apalagi rekonsiliasi dan secara estetika politik , Jokowi sudah diatas angin .
Jelas Jokowi menganggap GNPF MUI bukan ancaman baginya karena sebenarnya GNPF MUI juga orang-orang atau simpatisan FPI juga , artinya kekuatan mereka ya itu-itu saja , karena orang-orangnya sama .

Lalu bagaimana nasib Rizieq Shihab?

Pertemuan di Istana Negara adalah penjajagan menuju rembug atau rekonsiliasi nasional , seyogyanya itulah yang di inginkan GNPF MUI . Meskipun mungkin tidak menggunakan frasa dan format tersebut agar tidak menimbulkan kesan Jokowi takut dengan ancaman Rizieq  Shihab, tetapi semangatnya tetap menuju ke sana.

Namun bukan berarti Rizieq akan bebas. Bahkan jika mengikuti gaya politik Presiden Jokowi yang selalu bermain dua kaki, kemungkinan besar GNPF-MUI akan dipaksa untuk “mengorbankan” Rizieq Shihab dengan imbalan kebebasan bagi lainnya ( umat ).

Ya , hal ini bisa saja terjadi ..Jokowi sangat pandai dan selalu bermain cantik berpolitik , sifatnya yang NJAWANI dan cenderung klemak-klemek di mata lawan politiknya justru sangat susah ditebak .
Coba lihat bagaimana Jokowi tampak tidak menggubris celotehan SBY dan SBY yang suka mengkritik Pemerintah jadi salah tingkah sendiri , juga cara Jokowi merangkul Prabowo yang sangat-sangat soft .

Benarkah GNPF MUI akan meninggalkan Rizieq Shihab yang membesarkan namanya demi umat ?

Dari pada panas-panasan , ada baiknya anda menyimak video Jokowi saat pulang kampung , kita lihat bersama bagaimana tanggapan masyarakat kepada Jokowi dan apakah Jokowi memusuhi rakyatnya terlebih kepada umat islam ?

Simak perjalanan Jokowi berlebaran di kampung halamannya Solo ,

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s