Iklan
Oleh: masshar2000 | 2 Juli 2017

Prabowo Dan Hary Tanoe Menghilang Selama Lebaran , Jokowi Diatas Angin

image

Masshar2000.Com – Semestinya pada hari raya Idul Fitri , para elit politik mencari panggung dengan melakukan open house dan silaturahmi dengan kalangan lain , misalnya tokoh-tokoh agama dan para petinggi partai lainnya .

Namun pada tahun ini , berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya , ketua umum partai Gerindra Prabowo Subiyanto justru tidak kelihatan batang hidungnya , menghadiri silaturahmi tidak , apalagi menggelar open house di kediamannya .

Sebelas duabelas dengan Prabowo , ketua umum partai Perindo yang juga bos MNC Hary Tanoe juga tak tampak beredar foto maupun videonya diberbagai media saat berlebaran .
Padahal sebelum-sebelumnya , bos MNC ini paling getol mengunjungi berbagai tempat untuk mensosialisasikan partai baru besutannya Perindo .

Terlebih sepanjang bulan Ramadhan, bos MNC Group itu juga rajin mengadakan pembagian sembako kepada fakir miskin dan yatim-piatu , termasuk keluar masuk pesantren kendati dia sendiri non muslim .
Dari Peristiwa ini, sudah terbaca , bahwa suasana politik kedepan setidaknya sampai pilkada serentak pada 2018 akan landai dan adem-adem saja .

Jika Prabowo beralasan tidak ingin mengganggu acara lebaran elit partai Gerindra, Hary Tanoe sama sekali tidak member alasan. Apakah terkait penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Mabes Polri dalam kasus dugaan ancaman melalui SMS kepada Yulianto- Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus?

Terlepas apapun alasannya, mengabaikan panggung lebaran jelas merugikan citra mereka sendiri , karena inilah momen paling baik bersilaturahmi dalam setahun .
Karena hal itu tidak mereka lakukan , maka tokoh-tokoh dari daerah yang ingin melakukan lobi politik harus mencari momen lain yang tentunya ini lebih sulit . Padahal bagi Hary Tanoe yang tengah membangun Partai Perindo, momentum lebaran sangat strategis dijadikan panggung politik untuk meraih simpati dan dukungan umat Islam. Meski Hary Tanoe belum memiliki “kaki” di DPR, namun kekuatan media yang dimilikinya dapat menjadi “wakil” yang jauh lebih dasyat dalam mempengaruhi opini masyarakat dibanding anggota DPR.

Hal ini berbeda dengan apa yang dilakukan presiden Jokowi . Di istana , Jokowi tetap menyelenggarakan open house seperti pada tahun-tahun sebelumnya , bahkan GNPF MUI pun turut hadir ke istana , walaupun Jokowi sudah tahu arahnya kemana , Jokowi tetap menerima mereka kendati hanya 20 menit saja .

Dengan ketidakhadiran Prabowo dan Hary Tano di panggung lebaran, kita bisa melihat seperti apa konstelasi politik setahun ke depan. Panggung politik akan lebih adem karena saat tidak ada lagi tokoh kuat yang menjadi “rival” pemerintah (baca: Jokowi) setelah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono “babak-beluk” di tahun 2016 lalu dan Amien Rais “dipaksa” menurunkan tensi serangannya setelah diberi warning melalui kasus korupsi mantan Menkes Siti Fadilah Supari.

Kekuatan tokoh Islam “garis keras” juga melemah setelah aksi kabur Habib Rizieq Shihab ke Arab Saudi, sementara pentolan lainnya terkurung di balik jeruji besi. Tokoh-tokoh politik lain seperti Sri Bintang Pamungkas dan Rachmawati Soekarnoputri pun sudah kehilangan magnet, apalagi keduanya berstatus tersangka makar meski tidak ditahan.

Bisa disimpulkan , secara estetika politik , Jokowi sudah diatas angin , bagaimana tidak , disaat rival-rivalnya tersandung berbagai kasus , Jokowi justru melenggang dengan santainya mempromosikan program-programnya termasuk Trans Papua yang sedang hangat-hangatnya .

Juga soal kasus diskriminalisasi ulama yang dituduhkan kepadanya , semakin lama kasus itu semakin menghilang dengan sendirinya , terlebih pihak yang merasa paling di diskriminalisasi sudah kabur meninggalkan Indonesia dan kekuatannya juga semakin melemah setelah berbagai kasus yang menimpanya .

image

Dengan ketidakhadiran Prabowo dan Hary Tanoe di panggung lebaran dan munculnya GNPF MUI di istana menjadi kabar menggembirakan bagi Presiden Joko Widodo. Setidaknya di mata masyarakat , ormas yang merasa mewakili umat islam ini sudah berhasil ” dijinakkan ” .

Dan disisa tahun 2017 ini , Jokowi tetap bisa melanjutkan blusukannya ke pelosok negeri tanpa harus mampir ke Hambalang untuk “berkuda”.

image

Iklan

Responses

  1. di tunggu kabinet ramping dan listrik murahnya. ada baiknya juga jaksa agung non partai dan stop impor

    Suka


gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: