Jokowi : Hanya 3 Dari 560 Pelaku Teror Yang Ingin Tetap Jadi Teroris

image

Masshar2000.Com – Seperti kita ketahui, semenjak di timur tengah ada gerakan ISIS , hampir diseluruh dunia dilanda masalah keamanan termasuk Indonesia tentunya .

Mungkin anda akan menyangkal karena sebelum ada ISIS di Indonesia sudah ada teror bom oleh kelompok teroris macam Nurdin M Top , Doktor Asahari dan lain-lainnya .
Ya , itu tidak dipungkiri , namun gerakan teror terdahulu hanyalah efek dari ketidak adilan negara Barat yang memperlakukan umat muslim di timur tengah terlebih kepada Palestina .
Namun kini gerakan teror tersebut sudah berubah tujuan , mereka para pelaku sudah berbaiat kepada ISIS yang katanya ingin mendirikan kilafah . Artinya tujuan mereka sebenarnya sudah ketahuan yaitu kekuasaan .

Umat muslim diseluruh dunia pun pasti tahu dengan apa itu kilafah , namun jika harus melalui kekerasan dan pemaksaan terlebih membunuh saudara sendiri karena berbeda pandangan dan pemahaman , siapa yang setuju ?

Terlebih , gerakan mereka bukan murni gerakan keagamaan karena didukung kafir yang seharusnya mereka perangi ( Amerika , Yahudi dan sekutunya yang menindas rakyat Palestina ) .

BACA :
Fenomena Kilafah Washingtoniah

image

Jika masih belum percaya dan ini hanya editan , silahkan simak videonya dibawah

Di Indonesia pun gerakan ini akhirnya dinyatakan terlarang seperti PKI  .
Sudah puluhan hingga ratusan orang yang terlibat diciduk aparat .

Melalui program deradikalisasi di era Jokowi , kita patut mengapresiasi karena dari data yang ada , hanya 3 dari 560 bekas aktor teroris di Indonesia yang berkeinginan kembali melakukan aksi terorisme.  Itulah buah dari program deradikalisasi yang dilakukan Indonesia dalam menangani masalah terorisme.

Seperti yang dikatakan presiden Jokowi melalui fans Pagenya ,

” hanya 3 dari 560 bekas aktor teroris di Indonesia yang berkeinginan kembali melakukan aksi terorisme.
Data ini saya paparkan di hadapan para kepala negara dan kepala pemerintahan negara-negara besar G20 di Hamburg Messe Und Congress, Jerman, Jumat kemarin.  Saya mendorong negara-negara G20 untuk tidak tinggal diam dan bersatu dalam memerangi terorisme.

Dengan posisi yang unik dan strategis, negara majemuk, negara berpenduduk muslim terbesar dan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia , Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian dari upaya global untuk memberantas terorisme serta menyebarkan perdamaian dan toleransi.  Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama juga berperan penting dalam menyebarkan perdamaian dan ajaran Islam yang toleran.

Sejarah telah mengajarkan kita bahwa senjata dan kekuatan militer tidak bisa memberantas terorisme. Pikiran sesat hanya bisa dikoreksi dengan cara berpikir yang benar. Untuk itu pendekatan soft power berupa deradikalisasi dapat terus dilanjutkan ” .

Bagaimana G20 seharusnya berperan terhadap pemberantasan ancaman terorisme?

” Pertama, meningkatkan pengawasan terhadap aliran dana kepada jaringan kelompok radikal dan teroris.

Kedua, dengan kemampuan teknologi informasi, G20 harus menjadi kekuatan pendorong dalam penyebaran kontra-naratif dengan penekanan pada gerakan moderasi dan penyebaran nilai-nilai damai dan toleran. 

Ketiga, mencarikan solusi akar masalah yang timbul akibat dari ketidaksetaraan dan ketidakadilan dengan memperkuat pemberdayaan ekonomi yang inklusif.

Keempat, kerja sama dalam bidang pertukaran intelijen, penanganan FTF (foreign terrorist fighters), dan pengembangan capacity building “.

Jika Anda mencintai negara ini , dukung pemerintah memerangi radikalisme dan terorisme .

BACA JUGA :
Mahfud MD : Tolak ide Kilafah

Simak video ini , dan anda akan tahu siapa sebenarnya ISIS  

Library : Biro Pers Setpres

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s