Banser Jaga Gereja ..Ada Yang Tak Suka ?

image

Banser dan Polri kompak jaga gereja ...Yang salah apanya ?

Masshar2000.Com – Entah kenapa setiap mendekati perayaan hari natal , beberapa umat islam selalu dilelahkan dengan perdebatan-perdebatan seputar Natal.
Secara logika cukup aneh, wong mereka yang merayakan tapi kita yang ribut . Ini belum ditambah hujatan sebagian golongan ke Banser NU yang mengamankan beberapa gereja saat Misa .

Saya tidak tahu, hujatan ini dilancarkan apa sebab saking nggak senengnya ke NU atau apa sebab dianggap melanggar syariat. Jika tidak suka dengan NU, maka bukan bahasan lagi , namanya juga orang nggak seneng apa saja yang dilakuin walau baik ya tetap nggak seneng. Tapi jika menghujat atas dasar tudingan bahwa yang dilakukan Banser NU itu menyalahi syariat, maka ini saatnya mempreteli hal itu satu persatu .

Apakah benar atau salah Banser NU mengamankan Misa? …Sebab ada dialog seperti ini (yang cukup tidak logis dan tak sesuai kaidah mantiq) :

Bagaimana hukum menjaga orang berzina ? “Haram.”
Berat mana dosa zina dengan dosa syirik? “Berat syirik.”
Berarti bagaimana hukum menjaga keamanan orang berbuat kesyirikan? “Lebih haram.”

Dialog yang muqaddimah sughra dan kubra tidak nyambung. Dan tentu saja menghasilkan natijah (kesimpulan dialog) yang kacau dan tidak atas dasar dalil. Sangat tertolak secara ilmiah, karena jika memaksakan logika dalam dialog itu bisa jadi Rasulullah Saw berdosa besar sebab beliau mengijinkan pendeta-pendeta Nasrani Najran untuk melakukan ritualnya di Masjid Nabawi.

Ketahuan sekali pengarang dialog tadi tidak memahami sejarah Nabi Saw dengan baik. Soal Banser NU menjaga keamanan Misa jika boleh diperkuat dengan dalil akan sangat bisa kita baca dengan jelas di QS. al-Hajj ayat 40:

الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

“(Yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”

Bahwa permasalahannya adalah bukan mensetujui misa itu secara akidah, namun mengamankan manusianya. Dan kemanusiaan adalah inti dari segala hal yang diatur dan ditetapkan dalam syariah. Jadi kalau boleh pinjam istilah, justru Banser NU ini sedang tathbiq syariah.

Maka menyalahkan atau menghujat Banser NU sebab menjaga misa jika dipelajari lebih dalam adalah bukan soal benar tidak secara hukum. Tetapi lebih pada ketidaksukaan klasik kepada organisasi berbasis orang-orang pesantren ini. Tidak lebih tidak kurang dan juga tidak suudhan. Hanya saja dibungkus dengan isu berbau SARA yang memang disukai oleh para pengacau keamanan itu yang sudah berani pakai atribut jubah dan jenggot .

Alhasil, kembali kepada bahasan Syar’i mengamankan-mengamankan ini, jika kita mempelajari sikap Nabi Saw pada non Muslim yang tidak memerangi adalah membiarkan mereka dengan ritual-ritualnya. Bahkan saat perang pun Nabi Saw berpesan untuk jangan membunuh yang sedang ibadah di rumah-rumah ibadah.

Makanya sering saya katakan di artikel-artikel saya sebelumnya bahwa mereka yang mengaku Muslim namun beraksi membakar atau meledakkan tempat ibadah artinya melawan al-Quran dan secara spesifik pada ayat 40 dalam QS. al-Hajj tadi.
Lagi pula tak ada satupun dalil di al-Quran atau as-Sunnah memerintahkan membakar gereja misalnya. Yang ada malah perintah membakar masjid yang sengaja didirikan untuk memecah belah semisal kasus masjid Dhirar di Madinah.

Sebenarnya kejahatan terbesar di muka bumi ini adalah melakukan kejahatan atas nama agama .

Wallahu al-Musta’an A’lam

(Oleh: Al-Ustadz Qultu Män Änà)

image

Mereka bangga jadi Banser

Semoga bermanfaat ,
Wassallamu’allaikum …

BACA JUGA :

Kisah Banser NU yang gugur terkena bom saat mengamankan gereja

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s