Iklan
Oleh: masshar2000 | 30 Juli 2017

Kisah Tentara Filipina Yang Rela Dibom Demi Menghancurkan ISIS

image

Ryan sang patriot

Masshar2000.Com – Sudah tiga bulan lebih kota Marawi Filipina masih dikuasai pemberontak ISIS . Kota Marawi, yang berlokasi di negara Filipina memang sempat mengalami situasi yang cukup mencekam beberapa waktu yang lalu.

Peperangan yang terjadi antara pihak militer Filipina dan kelompok pemberontak di kota tersebut memakan korban jiwa yang jumlahnya tidak sedikit.
Para tentara bahkan warga sipil yang tak berdosa juga turut menjadi korban dari kejadian ini. Kenapa disetiap pertempuran di sejumlah negara selalu korban rakyat sipil selalu berjatuhan dibanding jumlah tentara atau pemberontak sendiri ?

Jawabnya adalah sederhana , di semua negara yang ada pemberontakan selalu saja rakyat dijadikan tameng hidup kaum pemberontak . Di Suriah , Irak , warga selalu di cegah akses keluar kota oleh pemberontak , kalaupun ada yang berusaha melarikan diri maka akan ditembak mati oleh pemberontak .
Mereka selalu dijadikan tameng hidup untuk mencegah tentara pemerintah leluasa menghabisi mereka .

Bisa kita lihat contoh nyatanya adalah di Suriah , berapa ribu rakyat tak berdosa menjadi korban perang licik para pemberontak , sementara para pemberontak sendiri menuduh pemerintah membantai rakyatnya sendiri padahal merekalah yang memanfaatkan nyawa warga untuk keperluan pemberontakan mereka .
Tentu kita masih ingat kisah balita yang diberi baju bom oleh pemberontak dan disuruh ke pos polisi yang akhirnya bom diledakkan dari jarak jauh yang menyebabkan si balita tewas seketika beserta sejumlah polisi dan beberapa orang luka-luka …Sungguh biadab.

Kembali ke Marawi , banyaknya jumlah korban jiwa akibat kejadian ini membuat negara tersebut sempat dirundung rasa duka yang amat mendalam.
Bahkan, ada sebuah kisah menyentuh hati yang datang dari salah satu tentara yang ikut berpartisipasi dalam pertempuran tersebut.

Kisahnya bahkan dengan cepat menyebar di kalangan netizen Filipina, dan langsung menjadi buah bibir di dunia maya.
Dhan Ryan Bayot, tentara 24 tahun berpangkat Prajurit Kelas 1 ini awalnya ditugaskan di sebuah Detasemen yang berlokasi di Kota Barangay Lilod.
Ia ditugaskan bersama dengan 8 orang tentara lainnya dari Batalion Infantri ke 51.
Ryan dan rekannya awalnya dikirim kesana atas permintaan salah seorang walikota yang rumahnya berada tak jauh dari wilayah konflik tersebut.

Yang lebih mengejutkan, belum lama mereka menginjakkan kaki disana, Ryan dan rekan-rekannya langsung diserang oleh pihak pemberontak. Tembakan demi tembakan seolah terus berdatangan dari berbagai sisi.
Bahkan beberapa tembakan berasal dari arah rumah walikota tersebut.
Tak diketahui pasti apakah rumah sang walikota sudah diambil alih pihak pemberontak atau tidak pada saat itu.
Sempat beredar pula spekulasi jika bodyguard dari sang walikota kemungkinan sudah memberontak ke pihak musuh.

Tak lama setelah rombongannya diserang, 5 rekan Ryan tewas akibat luka tembakan.
Disaat serangan terus menerus datang, tiga dari rekan Ryan yang masih hidup berhasil melarikan diri.
Namun sayang, Ryan justru tinggal seorang diri dan bertempur sendirian menghadapi kelompok pemberontak.
Bahkan, tiga rekan Ryan yang berhasil melarikan diri juga tak luput dari serangan, dimana satu dari mereka tewas dan dua terluka akibat luka tembak.

Meski Ryan sempat meminta bantuan, sulit bagi bala bantuan untuk menembus blokade para pemberontak yang begitu ketat.
Situasi yang semakin genting membuat Ryan seolah tahu jika ia akan meninggal dunia di tempat tersebut.
Bahkan kisah keberanian Ryan juga ditulis di sebuah akun Facebook bernama ‘Sa Ngalan ng Gobyerno’.

Pemilik akun tersebut bahkan menulis :
“Kali ini, ketika ia merasa jika maut akan datang lebih cepat dari bala bantuan, Ryan akhirnya memberitahukan koordinat atau posisinya kepada pimpinannya.
Ia meminta agar sang komandan membombardir lokasinya agar semua musuh yang mengepungnya pada saat itu bisa dikalahkan.”
“Bom saja lokasiku pak!,” adalah kata terakhir yang didengar semua rekan Ryan pada saat itu.

Mendengar permintaan Ryan, semua rekannya seolah tak percaya dan merasa sedih.
Namun, keteguhan serta tekad kuat dari Ryan untuk membela negaranya membuat sang komandan dan semua rekannya memutuskan untuk memenuhi permintan prajurit pemberani tersebut.
Bom pun diluncurkan di lokasi tempat Ryan berada.

Ryan mungkin menyadari jika apa yang ia lakukan adalah bentuk bakti terakhirnya kepada negara yang sangat ia cintai, meski hal tersebut harus mengorbankan nyawanya sendiri. Setelah kejadian tersebut, jasad Ryan berhasil ditemukan oleh kelompok pencari, dimana Sersan Larry Bayot dari Divisi Pengintaian dari Infantri Divisi 1 juga ikut di dalamnya.

Sersan Larry tak lain adalah ayah dari prajurit pemberani ini. Saat diwawancarai, sang ayah mengaku jika putranya tak mengalami luka fatal. Akan tetapi, wajahnya, saat ditemukan, mengalami kerusakan parah dan luka bekas sayatan terlihat menganga di lehernya.
Diduga, kelompok pemberontak berusaha untuk menyiksa dan memenggal kepala Ryan saat Ryan sudah kehabisan amunisi.
Jasad Ryan beserta jasad 6 orang rekannya berhasil ditemukan pada 28 Mei 2017, empat hari setelah mereka dinyatakan tewas akibat serangan kelompok pemberontak.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, bahkan secara langsung memberikan medali kehormatan kepada ayah Ryan atas jasa serta keberanian putranya.
Duterte juga berjanji akan memberikan bantuan dana serta santunan pendidikan kepada semua anggota keluarga dari tentara yang berhasil selamat.

Inilah jiwa patriotisme seorang prajurit demi membela negaranya .

Simak cuplikan video pasukan pemerintah membombardir tempat-tempat persembunyian ISIS di Marawi , Klik disini

Library : tribunnews

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: