Tragis , Diduga Mencuri Amplifier Di Mushala , Seorang Pria Dibakar Massa , Ini Kronologinya

image

Lokasi korban dibakar hidup-hidup

M2000 – Masih inget kejadian kemarin yg menghebohkan yg katanya maling ampli Mushala di Pasar Muara ?

Kronologi yang beredar sebelumnya adalah bahwa pada selasa siang (1/8/2017) seorang pria berinisial MA (30 tahun ) yang berprofesi sebagai teknisi keliling dan juga jual beli barang elektronik bekas hendak  melaksanakan sholat di sebuah masjid.
Karena kebetulan dia membawa ampli (mungkin ada orang yg mau service), karena takut hilang kalau ditaruh di motor , maka dia membawanya ke dalam.
Pas keluar dia bawa lagi ampli nya (bukan ampli mesjid) dan ada yang berteriak ada maling ampli .
Kabar lain menyebutkan bahwa yang berteriak adalah marbot masjid yang melihat ampli masjid yang berjumlah tiga hilang satu .

Warga yang mendengar teriakan itu langsung ramai menuju masjid . Di luar sudah main tuduh aja tanpa mau menerima penjelasan dari korban . Maka terjadilah kericuhan, korban langsung dipukul dan diseret beramai-ramai .
Kemudian ada yang menyiram bensin dan membakarnya di pinggir jalan dekat masjid .
Di medsos pun beredar video saat tubuh korban dilalap api di sebuah got yang tentu tidak kami tampilkan disini .

Selang beberapa hari (6/8/2017) Kepolisian Resor Metro Bekasi Kabupaten mengamankan sejumlah pelaku pembakaran hidup-hidup pria yang dituduh mencuri amplifier pengeras suara milik Musala Al-Hidayah di Kampung Muara Bakti, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tersebut .
Sudah ada beberapa orang yang kami amankan, dan kita masih di lapangan,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi Kabupaten, AKBP Rizal Marito.

Menurut Rizal, saat ini semua yang diamankan sedang menjalani pemeriksaan, sementara petugas juga sedang memburu sejumlah pelaku lainnya yang masih buron.

Menurut pernyataan resmi kepolisian ,
MA dibakar massa karena dituduh telah mencuri peralatan di musala itu, apalagi saat diamankan warga, ditemukan sebuah amplifier merek TOA yang diklaim warga sebagai amplifier musala Al-Hidayah yang hilang beberapa jam sebelumnya.

Sebelumnya, pengurus mushala mengaku sempat melihat MA sempat singgah di musala. Tapi, saksi tak mengetahui apakah kedatangan MA ke musala untuk mencuri atau memang untuk beribadah.

Berdasarkan penyelidikan petugas kepolisian, diketahui MA sehari-harinya berprofesi sebagai teknisi atau menjual jasa servis barang-barang elektronik.

Seandainya pun memang mencuri , apa ya pantas sampai dibakar hidup-hidup , apa tidak ada cara lain yang lebih berperikemanusiaan .
Bukankah ini negara hukum , sudah tidak punya hati nuranikah mereka ?

image

Istri MA yang sedang hamil

Hal yang menambah sedih adalah bahwa istri MA (korban) sedang dalam kondisi hamil .

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s