Iklan
Oleh: masshar2000 | 12 Agustus 2017

Jokowi : Tidak Ada Kekuasaan Yang Mutlak Karena Ada UUD 1945

image

M2000 – Beberapa waktu yang lalu dalam pertemuan dua Jendral Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo ,  SBY sempat mengeluarkan sindiran kepada presiden Joko Widodo tentang kekuasaan seorang presiden .

SBY mengatakan Abuse of Power atau kekuasaan yang mutlak dan tentu saja menyindir Jokowi bahwa kekuasaan mutlak  tidak bisa dimiliki seorang presiden .
Tentu ini sindiran keras kepada Jokowi melalui cara halus atau bahasa netizen Baper .

Selang beberapa waktu , Jokowi langsung membalasnya dengan mengatakan bahwa presiden memang tidak memiliki kekuasaan yang mutlak .

Mengapa di Indonesia ini tak memungkinkan adanya institusi yang menggenggam kekuasaan yang mutlak?..Tak mungkin menjadi diktator?

Jawabannya singkat: karena adanya konstitusi negara! Dalam hal ini ialah Undang-Undang Dasar 1945.
Pada simposium internasional “Mahkamah Konstitusi sebagai Pengawal Ideologi dan Demokrasi dalam Masyarakat Majemuk” di Universitas Sebelas Maret Surakarta,  saya menyampaikan, Indonesia memegang teguh konstitusi negara dalam membangun praktik demokrasi yang sehat.

image

Dua jendral menantang tukang mebel , siapa yang menang di 2019 nanti ?

Dengan adanya konstitusi yang melembaga, Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat memastikan adanya perimbangan kekuasaan antar lembaga negara yang satu sama lain saling mengawasi.
Konstitusi dalam implementasinya juga dapat mencegah munculnya mobokrasi yang memaksakan kehendak atas nama jumlah massa.

Indonesia dengan 17 ribu pulau, ratusan suku, dan ribuan bahasa lokal menjadikannya sebagai sebuah mosaik keragaman. Konstitusi hadir untuk menjaga agar tidak ada satu pun kelompok yang secara sepihak memaksakan kehendaknya tanpa menghormati hak-hak warga negara yang lain.

Sebenarnya kalau dikaji secara benar , pernyataan SBY ini sangat-sangat biasa dan tidak perlu diungkapkan , karena jelas memang itu tidak ada di Indonesia , apalagi di indonesia seorang presiden hanya dibatasi hanya sampai dua periode saja .
Mungkin kalau pernyataan SBY itu ditujukan kepada pak Harto waktu itu sudah tepat .
Ibarat kata seorang pensiunan guru berkata pada guru yang masih aktif bahwa “guru itu  tidak boleh memukul murid ” , bukankah itu biasa saja , semua juga tahu kalau itu tidak boleh , apalagi guru masih punya atasan yaitu kepala sekolah .

Bukankah pernyataan SBY itu bagus ?
Ya jelas bagus , tapi apa tepat , masalahnya disitu , apalagi jika nantinya hanya akan membuat renggang hubungan Jokowi-SBY yang sudah sempat membaik setelah ngopi bareng di istana beberapa waktu lalu .

image

Mungkin karena acaranya ngopi bareng tapi tidak di suguhin kopi

Terlebih Prabowo , yang juga pernah diajak ngopi bareng , juga Jokowi yang pernah diajak naik kuda saat mengunjungi Prabowo di kediamannya waktu itu .

image

Naik kuda sebelum lebaran kuda

Terus apa makna dari pertemuan-pertemuan mereka selama ini …
Ah , mungkin sampai lebaran kuda , jika Prabowo masih selalu bermimpi tidur di istana akan terus seperti itu .
Catat ya …Sampai lebaran kuda ..

image

Mereka saja akur

Iklan

gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: