Iklan
Oleh: masshar2000 | 18 Agustus 2017

Kisah Pertobatan Umar Patek Terpidana Kasus Bom Dan Kini Malah Minta Menjadi Paskibra

image

Umar Patek menjadi paskibra

M2000 – Hubbul Wattan Minal Iman atau mencintai negara adalah sebagian dari iman memang harus ditanamkan di benak setiap warga negara di manapun .

Rasulullah ﷺ sendiri pernah mengekspresikan kecintaanya kepada Mekah sebagai tempat kelahirannya. Hal ini bisa kita lihat dalam penuturan Ibnu Abbas RA yg diriwayatkan dari Ibnu Hibban berikut ini:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلْدَةٍ وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ، وَلَوْلَا أَنَّ قَوْمِي أَخْرَجُونِي مِنْكِ، مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ

Artinya, “Dari Ibnu Abbas RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Alangkah baiknya engkau sebagai sebuah negeri, & engkau merupakan negeri yang paling aku cintai . Seandainya kaumku tidak mengusirku dari engkau , niscaya aku tidak tinggal di negri selainmu “. ( HR.Ibnu Hibban).

Belajarlah pada sosok Umar Patek , seorang yang dulunya adalah teroris yang selalu teriak thogut pada pemerintah , kini sudah kembali ke jalan yang benar .
Ya Umar Patek adalah pelaku bom seangkatan Amrozi dan Imam Samudra yang dulunya menjadi momok pemerintah dan juga semua rakyat Indonesia yang ingin hidup tenang .

Umar Patek disebut-sebut sebagai gembong teroris internasional jaringan Al-Qaeda. Dia ditangkap di Kota Abbotabad, Pakistan, pada 2011 lalu. Sebelumnya, dia sempat diburu oleh aparat keamanan dari empat negara. Sementara, Amerika serikat memburu Umar Patek lantaran dianggap sebagai salah satu teroris paling berbahaya.

Dia kini sudah taubat dari kesesatan takfiri (Khawarij gaya baru) lalu rujuk kepada manhaj yang haq, manhaj salaf, manhaj Ahlussunnah.

Buat kalian yang baru-baru saja semangat, yang mengagung-agungkan ISIS, pengen berjihad membela Islam dengan menumpahkan darah, atau kalian yang bermimpi tentang khilafah tetapi anti nasionalisme, anti toleransi, anti pada ulama-ulama yang menyeru pada tauhid dan sunnah,  atau mencela pemerintah dan bangsa sendiri sebagai negeri thogut di mimbar-mimbar , atau melakukan aksi anarkis ketika turun ke jalan, mengkafirkan negara yang tidak berhukum dengan hukum Allah versi kalian ,  belajarlah dari pertaubatan beliau (Umar Patek) tentang kebenaran apa yang dia peroleh, pemahaman seperti apa sehingga dia bisa berbalik 180 derajat pada kebenaran.

Mencintai negeri ini, dengan dakwah yang lembut, bukan saling membenci.

Ya, kebenaran itu datang dengan menegakkan syariat islam mulai dari diri sendiri dan keluarga. Maka jika ada negara yang belum sempurna menegakkan syariat islam, maka bantu menyempurnakan dengan memberi kontribusi positif bagi negeri, bukan mengambil keputusan prematur dengan menghancurkannya sana sini.

Jadilah pribumi yang menjadi kebanggaan bangsa dan agama. Bukankah keimanan suatu negeri itu sebagaimana keimanan rakyatnya?

Benar memang Indonesia ini milik Allah, tapi wasilah kemerdekaan Indonesia ini diperjuangkan oleh para ulama dan mujahidin bambu runcing dengan segenap keberaniannya bertaruh nyawa melawan penjajah seperti Belanda, Portugis dan Jepang.

Tugas anda sekarang sederhana , hancurkan egoisme dalam diri, lalu berdiri dan bantu sekuat tenaga demi pembangunan bangsa Indonesia yang lebih baik ke depan.
Ingat, islam itu rahmatan lil ‘alamiin, bukan rahmatan lil muslimin saja!

Sebagai pelengkap beginilah curhatan Umar Patek Setelah menjadi paskibra pada perayaan kemerdekaan ke 72 kemarin ,

Arti kemerdekaan, harus kita syukuri. Kemerdekaan yang seperti apa, merdeka dari aksi terorisme,” tuturnya usai melaksanakan tugasnya menjadi pasukan pengibar bendera Merah Putih di Lapas Klas I Surabaya di Porong Sidoarjo, Kamis (17/8/2017).

image

Umar Patek kembali ke pangkuan ibu pertiwi

Di samping menghentikan aksi terorisme, masyarakat juga diberi wawasan atau penyuluhan tentang bahaya gerakan radikalisme. Terutama para pemuda. Tak hanya itu, wawasan tentang pentingnya merangkul mantan terorisme yang sudah kembali kepada masyarakat.

Terkait Mantan teroris yang sudah kembali ke masyarakat, mereka jangan dikucilkan, harus kita rangkul bersama. Agar mereka tidak kembali kepada gerakan radikalisme yang sudah dilakukan sebelumnya,” katanya.

Menurutnya, para pihak keamanan harus aktif dalam menghentikan aksi yang terorisme yang terus bermunculan. Insiden Bom Bali I telah cukup menghantarkan dirinya ke jalan yang salah.

“Saya sangat menyesal telah melakukan itu. Makanya, aksi ini harus kita hentikan,” ucapnya.

Dia menceritakan ulang peristiwa kelam waktu itu, dirinya hanya diajak oleh Dulmatin ke suatu tempat di Bali. Disana, sudah siap segalanya termasuk bom rakitan sebanyak 950 kilo gram. Di tempat tersebut sempat terjadi pertentangan yang luar biasa.

” Setibanya saya disana, saya diberitahu tentang program mereka. Di situ sempat terjadi penolakan atau pertentangan alot dengan imam samudra dan kawan-kawannya. Namun, di situ sudah siap semua termasuk bom rakitan,” ujarnya.

Sebelumnya, Narapidana kasus terorisme dan juga mantan kombatan Al-Qaeda, Umar Patek alias Hisyam bin Alizein, kembali menjadi petugas pengibar bendera merah putih pada perayaan HUT ke-72 RI. Upacara ini digelar di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo.

Alhamdulillah, ini sudah keempat kalinya menjadi petugas pengibar bendera saat kemerdekaan RI,” ujar Umar, Kamis (17/8/2017).

Dia mengaku menjadi petugas pengibar bendera atas inisiatifnya sendiri tanpa paksaan orang lain.
Saya sangat senang. Tidak ada paksaan dari petugas atau orang lain. Ini murni inisiatif sendiri,” katanya.

Empat tahun yang lalu, Umar Patek mengajukan diri kepada pihak lapas untuk mengibarkan bendera saat perayaan HUT Kemerdekaan RI. Menurutnya, inisiatif untuk mengibarkan bendera sebagai wujud kecintaannya kepada Indonesia.

Alhamdulillah, sampai hari ini masih dipercaya pihak lapas untuk mengibarkan kembali bendera merah putih,” ucapnya.

Meski sudah berpengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, kurang lebih sekitar sepekan yang lalu, dirinya terus berlatih bersama warga binaan lainnya. Latihan itu sebagai persiapan saat momentum HUT ke-72 RI.
Tetap latihanlah, dan yang melatih kami adalah Su’ud Rusli,” tutupnya seperti dikutip dari liputan6.com

Ayo cintai negrimu , seperti yang sudah rosul contohkan !!!
Tidak pernah ada kata terlambat untuk bertobat selagi nafas masih dikandung badan .

Iklan

gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: