Iklan
Oleh: masshar2000 | 29 Agustus 2017

Apa itu Khawarij dan Bagaimana Asal Usulnya

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

M2000 – Kita tentu sering mendengar istilah khawarij , takfiri dan lain sebagainya .
Banyak dari kita yang tidak tahu apa itu khawarij tapi sering mendengar

Baiklah , kita akan jabarkan disini apa itu khawarij .

* Pengertian Khawarij

Kata khawarij secara etimologi berasal dari bahasa Arab ‘kharaja’ yang berarti keluar, muncul, timbul, atau memberontak.
Berkenaan dengan pengertian etimologis ini, syahrastani menyebut bahwa orang yang memberontak imam yang ia adalah khawarij. Adapun yang dimaksud khawarij dalam terminologi ilmu kalam adalah suatu sekte/aliran/kelompok pengikut Ali bin Abi Thalib yang keluar meninggalkan barisan Ali karena tidak sepakat terhadap Ali yang menerima arbitrase atau tahkim dalam perang siffin pada tahun 648/37 H dengan kelompok bughat (pemberontak) Muawiyah Bin Abi sufyan perihal persengketaan khilafah.

Ada yang berpendapat nama khawarij diberikan atas dasar ayat 100 surah an-nisa’ yang bila diterjemahkan :

” Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang Luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Dengan demkian kaum khawarij memandang diri mereka sebagai orang yang meninggalkan rumah dan kampung halamannya demi mengabdikan diri mereka kepada Allah SWT dan Rasul SAW.
Kelompok khawarij juga menyebut dirinya dengan nama syurah yang berasal dari kata ‘yasri’ yang artinya menjual.

Maksudnya mereka adalah orang yang bersedia mengorbankan dirinya untuk Allah SWT.

* Asal-usul Khawarij

Asal-usul kelompok khawarij bermula pada perang siffin pada bulan safar tahun 37 H/657 M, yang mana sebelum perang terjadi dengan kelompok Muawiyah , Ali bin Abi Thalib menulis sebuah surat untuk Muawiyah yang mana isi dari surat itu bermaksud untuk menawarkan perundingan dan tidak ingin berperang .
Namun Muawiyah menolak dan tetap pada pendiriannya yang mana akan tetap akan melawan Ali dan terkesan Muawiyah ingin membuka perang saudara.

Karena tidak menerima tawaran Ali akhirnya terjadilah pertempuran antara kedua pasukan tersebut di siffin, banyak tentara dari kedua belah pihak yang gugur dalam pertempuran itu, ketika Ali dan koleganya hampir menang ‘Amr ibn al-ash yang berada dibarisan Muawiyah mengangkat mushaf menandakan damai.

Ali sebenarnya sudah mencium akal bulus dari ajakan kelompok Muawiyah, pada awalnya Ali menolak permintaan itu, akan tetapi karena desakan sebagian pengikutnya terutama para ahli qurra; seperti Al-asy’ats bin qais, Mas’ud bin fudaki, Al-Tamimi, dan Zaid bin husein ath-tha’i, maka dengan terpaksa (overmach) Ali menerima ajakan kelompok Muawiyah dan memerintahkan Al-asytar (selaku komandan peperangan pasukan Ali) untuk menghentikan peperangan.

Setelah menerima ajakan kelompok Muawiyah Ali mengirim Abu Musa al-asyari dengan harapan dapat memutuskan perkara berdasarkan kitabullah, sedangkan kelompok Muawiyah mengirim ‘Amr ibn al-ash dan akhir dari keputusan (mukhtamar) tahkim tersebut menyatakan bahwa Ali diturunkan dari jabatan sebagai khalifah dan muawiyah naik menjadi seorang khalifah.

Hal ini membuat pengikut Ali ada yang kecewa dan akhirnya sebagian dari mereka keluar dari pasukan Ali karena kecewa terhadap keputusan Ali yang menerima tahkim, dan yang keluar dari barisan Ali inilah yang dinamakan khawarij, namun ada juga yang masih tetap mendukung Ali dan berada dibarisan Ali yaitu syiah.

Setelah keluar dari pasukan Ali orang-orang khawariij langsung menuju Hurura (di Etiopia), sehingga khawarij.
Setelah keluar dari pasukan Ali orang-orang khawariij langsung menuju Hurura (di Etiopia), sehingga khawarij disebut juga dengan nama hururiah, dihurura mereka mengangkat pemimpin defenitif yang bernama Abdullah bin sahib ar-rasyibi, sebelumnya mereka dipandu al-kiwa untuk sampai ke Hurura.

Sekte-sekte Khawarij

Khawarij telah menjadikan imamah/khilafah/politik sebagai doktrin sentral yang memicu timbulnya doktrin-doktrin teologis lainnya, radikalitas yang melekat pada watak dan perbuatan kelompok khawarij menyebabkan sangat rentan pada perpecahan, baik secara internal maupun eksternal dengan sesama kelompok islam lainnya. Para pengamat berbeda pendapat tentang berapa banyak perpecahan/sekte dalam kubu khawarij, Al-bagdadi menyatakan bahwa sekte ini telah pecah menjadi 20 sub, Harun Nasution menyatakan 18 sub, adapun Al-asfarayani menyatakan 22 sub .

Terlepas dari perbedaan pendapat mereka sepakat bahwa sub sekte khawarij yang besar hanya ada 8 yaitu :

1. Al-muhakkimah
2. Al-azriqah
3. An-najdat
4. Al-baihasiyah
5. Al-ajaridah
6. As-salabiyah
7. Al-abadiyah/ibadiyah
8. As-sufriyah

Dan berikut adalah penjabaran singka tentang sekte-sekte tersebut :

1. Al-Muhakkimah
Golongan ini merupakan khawarij asli dari pengikut-pengikut Ali yang kemudian keluar dari barisan Ali dan memusuhinya.
Menurut mereka , tiap orang yang berbuat dosa besar adalah kafir, seperti zina, membunuh sesama manusia tanpa sebab yang sah, demikian pula dosa-dosa besar yang lainnya.

2. Al-azriqah
Golongan ini merupakan barisan baru yang disusun oleh sisa-sisa khawarij setelah khawarij yang asli dihancurkan, namanya diambil dari nama Nafi’ ibn al-azraq. Subsekte ini sikapnya lebih radikal dari al-muhakkimah, mereka tidak lagi memakai term kafir, tetapi term musyrik atau polytheist, didalam islam polytheist merupakan dosa yang terbesar lebih besar dari kafir menurut mereka.
Orang yang dipandang musyrik menurut sekte ini adalah semua orang islam yang tak sefaham dengan mereka, juga yang tak mau berhijrah ke dalam lingkungan mereka, sehingga menurut mereka, siapa saja yang mereka jumpai dan mengaku orang islam yang tak mau masuk dalam golongannya maka mereka bunuh.

3. An-najdat
Nama sub sekte ini berasal dari nama Naidah ibn amir al-hanafi yang pecah dari golongan al-azriqah, menurut sub sekte ini orang yang berdosa besar yang menjadi kafir dan kekal dalam neraka hanyalah orang islam yang tak sefaham dengan golongannya, sedangkan orang islam yang bedosa besar tetapi segolongan dengan mereka sekalipun dapat disiksa tidak kekal dalam neraka dan kemudian akan masuk surga.
Dosa kecil menurut mereka dapat menjadi dosa besar kalau dikerjakan terus-menerus dan yang mengerjakan menjadi musyrik. Dalam kalangan khawarij sub sekte inilah yang pertama kali membawa konsep taqiyah.

4. Al-baihasiyah
Mereka adalah sahabat Abi baihas al-hasimi bin jabir, ia berpendapat iman adalah orang yang mengetahui setiap yang haq dan yang bathil, dan sesungguhnya iman adalah ilmu dengan hati tanpa perkataan dan perbuatan.

5. Al-ajaridah
Cabang ajaridah ini adalah pengikut Abd al-karim ibn airad salah satu teman al-hanafi. Menurut sub sekte ini berhijrah bukan merupakan kewajiban tetapi sekedar kebajikan, dengan demikian kaum ajaridah boleh tinggal diluar daaerah kekuasaan mereka dan yang tinggal diluar lingkungan mereka tidak kafir dan harta yang boleh dijadikan rampasan perang hanyalah harta orang yang telah mati dibunuh saja.
Mereka juga berpendapat anak kecil tidak bersalah, tidak musrik menurut orang tuanya. Menurut mereka kitab Al-quran tidak mungkin mengandung cerita cinta karena itu mereka tidak mengakui surat yusuf sebagai bagian dari Al-quran.

6. As-salabiyah
Meraka adalah pengikut Tsa’labah bin amir, ia berkata sesungguhnya kita berwalak kepada anak-anak kecil dan orang-orang besar sampai kita mengetahui mereka mengingkari al-haq dan ridha kepada kebatilan.

7. Al-abadiyah/ibadah
Golongan ini merupakan golongan yang paling moderat dari seluruh golongan khawarij, nama ini diambil dari tokohnya yang bernama Abdullah ibn ibad yang pada tahun 686 M memisahkan diri dari golongan al-azriqah. Menurut golongan ini orang islam yang tak sefaham dengan mereka bukan musyrik tapi kafir, dan dengan orang islam yang demikian menurut mereka boleh mengadakan hubungan perkawinan dan boleh diberi warisan dan haram membunuh mereka.
Bagi mereka daerah islam yang tak sefaham dengan mereka adalah dari al-tawhid dan tak boleh diperangi, yang boleh diperangi hanyalah daerah ma’askar pemerintah.

Orang islam yang berbuat dosa besar menurut mereka tetap muwahhid, tetapi bukan mukmin, mereka adalah kafir nikmat, bukan kafir millah atau kafir agama. Golongan khawarij yang ekstrim dan radikal telah lenyap karena diperangi penguasa, tetapi pengaruh ajaran mereka walau tidak banyak masih ada dalam masyarakat islam sekarang, sedangkan khawarij uang tidak radikal seperti al-ibadah ini masih ada sampai sekarang dan terdapat di Zanzibar, Afrika Utara, dan Arab Selatan.

8. As-sufriyah
Pimpinan golongan ini adalah Ziad ibn al-asfar, fahamnya dekat dengan golongan al-azriqah dan karena itu merupakan golongan yang ekstrim, golongan yang tidak berhijrah kedalam lingkkungan mereka tidak mereka anggap kafir, orang islam yang tidak sefaham dengan mereka harus deperangi, yang harus diperangi hanyalah golongan yang memerangi mereka saja, bagi mereka taqiyah hanya boleh dalam bentuk perkataan dan tidak dalam perbuatan.

Pemikiran politik khawarij

Adapun pemikiran poitik khawarij yaitu
Khalifah atau imam harus dipilih secara bebas oleh seluruh umat islam.
Dalam hal ini kelompok khawarij tidak mempertimbangkan ‘ashabiyah atau keluarga untuk mengangkat pemimpin mereka.

Khalifah tidak harus berasal dari keturunan Arab. Khawarij dalam hal ini memandang bahwa imam/khalifa tidaklah harus dari keturunan Arab, dari keturunan apa saja baik itu diluar Arab yang terpenting menurut mereka pemimpin haruslah adil dan menjalankan syariat islam, bahkan mereka mengutamakan orang non-Arab sebagai khalifah, supaya mereka dapat memakzulkan atau membuuhnya ketika tidak dapat menjalankan tugas sesuai dengan syariat islam atau bertentangan dengan kebenaran.

Setiap muslim berhak menjadi khalifah asal sudah memenuhi syarat :
* Khalifah dipilih secara permanen selama yang bersangkutan bersikap adil dan menjalankan syariat islam, ia harus dimakzulkan bahkan dibunuh jika melakukan kezaliman.
* Dalam hal masa jabatan kepemimpinan kelompok khawarij berpendapat pemimpin dapat menjabat selama mungkin selagi ia tidak zalim.

Khalifah sebelum Ali (Abu Bakar, Umar, Utsman) adalah sah, tetapi setelah tahun ketujuh dari masa kekhalifaahannya utsman dianggap meyeleweng.
Menurut mereka Utsman pada awalnya sah karena telah disetujui mayoritas umat islam sebagai khalifah, namun setelah tahun ketujuh kekhalifahannya ia melakukan kebijakan yang kontroversial yang mana terjadi nepotisasi dikalangan pejabat Negara yang dipimpinnya.
Khalifah Ali juga sah, tetapi setelah terjadi arbitrase ia dianggap menyeleweng.

Jaman sekarang , khawarij sudah hampir punah , namun khawarij gaya baru atau paham takfiri muncul dan marak beredar di ranah sormed .
Mereka adalah golongan yang suka meremehkan amalan kelompok diluar mereka , seakan mereka paling benar .
Tentu ini sangat mengkhawatirkan , karena bisa memecah belah umat .Dan umat pun tidak mengetahuinya karena cara mereka memang sangat halus dan sangat tersetruktur , systematis dan masif .

Waspadai gerakan mereka …

Semoga bermanfaat ,
Wassallamu’ allaikum…

BACA JUGA :

Waspadai gerakan ibnu muljam ( khawarij )

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: