Iklan
Oleh: masshar2000 | 5 September 2017

Fakta Rohingnya , Bukan Konflik Agama

image

M2000 – Inilah dunia maya .. Dunianya para netizen .
Ketika suatu berita masuk media abal-abal yang tidak jelas sumbernya , anda akan disajikan lebih banyak bumbu daripada menu yang sesungguhnya. Membentuk kesan keluar dari persoalan sejatinya. Inilah sisi lain dari media kita, sangat gemar melempar hoax, provokasi. Namun celakanya, banyak sekali orang-orang yang terhasut dan gampang percaya.

Kita bicara kasus Rohingnya , secara garis besar, kaum minoritas Rohingnya merasa diperlakukan diskriminatif, tidak adil (mirip rakyat di ujung timur indonesia sebelum era Jokowi ) ,padahal sumber daya alam melimpah .
Dan ini sudah berlangsung dari sejak lama. Mereka (Rohingnya ) kemudian melakukan pemberontakan dengan menyerang simbol-simbol pemerintah seperti pos polisi dan militer. Hal yang lumrah jika dibalas junta militer dengan tindakan brutal. Membakar desa dan membunuh banyak orang.

Ada yg mengatakan konflik Myanmar adalah Muslim Rohingya vs umat Buddha, namun bagi saya yang sudah membaca awal mula kasus Rohingnya , klaim tersebut tidak benar. Yang terjadi adalah kaum Rohingnya vs Junta Militer Myanmar. Anda harus melihat bukti bahwa yg diserang kelompok Rohingnya adalah pos polisi dan militer bukan rumah ibadah , catat ya !
Jadi persoalan utama adalah politik, ketidak adilan, agama dikait-kaitkan kemudian, membuat persoalan tambah runyam, ruwet, pelik.

Adalah perlu untuk diketahui, bahwa junta militer dan agama Buddha adalah 2 hal yang berbeda. Junta militer adalah pemerintahan yang dipimpin dan dijalankan kaum militer secara paksa. Sementara agama Buddha adalah agama mayoritas di Myanmar.
Junta Militer Myanmar memerintah dengan pendekatan militeristik dan banyak melakukan kejahatan atas rakyatnya sendiri yang dianggap membangkang. Pada umumnya, Junta Militer ditolak rakyat Myanmar dari berbagai kalangan, namun selalu dibalas dengan tindakan militer yang sangat represif.

Orang harus tau, Aung San Suu Kyi yang memenangkan pemilu pada 1990, bukannya diberi hak atas kemenangan mutlak partainya, beliau justru dijatuhi hukuman tahanan rumah selama 15 th oleh junta Militer. Pengikutnya banyak yang ditindak. Orang akan mengatakan itu aneh namun itulah faktanya. Junta militer Myanmar adalah salah satu pemerintahan terkejam di dunia.

Satu hal yg perlu diketahui, pihak yg melakukan perlawanan ke Junta militer, bukan hanya dari Muslim Rohingnya. Terdapat suku lainnnya yg juga melakukan perlawanan, diantaranya:

1. Etnis Karen
Etnis ini terdiri dari kaum kaum Budha dan Kristen. Adalah fakta bahwa sejak terjadi pemberontakan suku Karen pada 1989, lalu berulang pada 2006, berbagai media melaporkan bahwa hampir setengah juta suku Karen terpaksa mengungsi ke negara Thailand untuk menghindari brutalisme, penindasan Junta Militer Myanmar.

2. Etnis Chin
Etnis Chin berada dibagian barat daya. Etnis chin umumnya beragama Kristen, namun mereka diburu bukan karena faktor agama, tetapi karena etnis tersebut menuntut kemerdekaan. Akibatnya, lebih 100 ribu etnis chin akhirnya mengungsi ke negara tetangga seperti India dan China untuk menghindari konflik dengan junta Militer.

Kita tau bahwa Myanmar adalah mayoritas beragama Buddha. Dan Junta militer yang berkuasa mendapatkan penolakan dari berbagai kelompok, termasuk dari para biksu buddha. Pada tahun 2007 misalnya, para biksu Buddha melakukan perlawanan ke pemerintah Myanmar dengan unjuk rasa besar-besaran.

Dari gambaran diatas, menunjukkan bahwa konflik yang terjadi di Myanmar lebih kepada politik dengan berbagai embel-embel yang melatar belakanginya, bukan murni soal agama. Terdapat junta militer yang berlaku agresif kepada setiap kelompok yang memberontak. Sementara pemberontak berdalih, mereka terpaksa melakukan itu akibat perlakuan yang tidak adil, semena-mena. Lalu sebagian orang kemudian membelokkan konflik ke soal agama.

Dan yang perlu diketahui juga bahwa , sebagian dari Rohingnya adalah warga Banglades yang diusir dari negara asalnya .
Kemudian mereka berbaur dengan etnis Rohingnya dan melakukan provokasi untuk menyerang pemerintah atau dengan kata lain ingin memberontak bahkan isunya ingin mendirikan negara Islam , mirip-mirip ISIS .
Jadi jelasnya , kepentingan mereka awalnya adalah kepentingan politik namun sengaja dibawa-bawa ke ranah agama supaya mendapat banyak simpati dari warga muslim .
Ya , mereka sebenarnya hanya sebagian kecil dari warga Rohingnya , namun karena aksi brutalnya tersebut , semua etnis Rohingnya menjadi korban karena pada akhirnya pemerintah mencurigai setiap etnis Rohingnya sebagai teroris yang wajib diperangi.
Dan ini mendapat dukungan penuh dari mayoritas Budha disana .

Saat ini kita mendapatkan berbagai gambar , vidio mengenai kekejaman tentara Myanmar yang beredar, terdapat gambar-gambar palsu,namun ada juga yang asli.
Terlepas dari apapun itu, yang jelas memang terjadi bencana kemanusiaan terhadap minoritas Muslim Rohingnya, etnis Karen dan Chin yang dilakukan oleh junta militer Myanmar.  Orang boleh saja mengelak, faktanya PBB telah mengakui hal itu.

Yang aneh, saat terjadi konflik antara Junta Militer vs Etnik Karen dan Chin, media abal-abal di tanah air kurang bernafsu memuatnya. Sebaliknya, ketika konflik itu menyangkut Muslim Rohingnya, nyaris tidak ada yg ketinggalan, semuanya ikut memberitakan, lalu di share ribuan kali ke berbagai akun dengan disertai bumbu-bumbu provokasi .Terlebih isu ini diseret ke ranah politik dalam negeri oleh politikus-politikus busuk yang tidak usah saya sebutkan , anda juga pasti sudah tahu .
Kelompok mereka mengatakan , Jokowi tidak peduli pada penderitaan Rohingnya , padahal faktanya sudah dari tahun 2016 Jokowi menyambut baik para pengungsi yang terdampar di perairan Aceh . Bahkan dengan kerjasama dengan berbagai LSM  , pemerintah sudah menyalurkan berbagai bantuan logistik termasuk juga membangun sejumlah sekolah disana .
Dan nyatanya dengan tidak bicara keras kepada pemerintah Myanmar , hanya delegasi dari Indonesia yang dipersilahkan masuk dan boleh menangani kasus Rohingnya .
Bayangkan dengan berbagai negara yang mengutuk keras pemerintahan Myanmar namun malah tidak boleh masuk ke Myanmar …Kalau anda waras lebih setuju yang mana ? …Mending aksi daripada bacot ngomong doang kan ?

image

Menlu Retno Marsudi diutus Jokowi untuk bertemu pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi , Sementara pemimpin-pemimpin negara lain hanya berteriak lewat mikrophone tanpa ada tindakan nyata ...Kurang apa Indonesia ?

Dari pemberitaan yang jomplang ini, akhirnya membentuk pemikiran yang jomplang pula. Seakan yang berkonflik disana hanya Muslim vs Pemerintah Myanmar disokong umat Buddha, padahal yang sesungguhnya terjadi adalah Junta Militer vs berbagai pihak oposisi, pemberontakan, termasuk etnik Muslim Rohingnya.

Meskipun tak dapat diingakari bahwa memang ada biksu Buddha yang ikut mengipas angin persoalan, tetapi itu tidak mewakili kaum buddha pada umumnya. Ini tidak berbeda seperti persoalan di Indonesia, apakah saat HTI ingin mendirikan khalifah , semua umat muslim tanah air mendukungnya , atau ormas-ormas yang dulu berteriak bunuh Ahok ,penjarakan Ahok , apakah semua umat muslim di Indonesia mendukungnya , tidak kan ?

Kita bukannya membela siapa-siapa , namun faktanya memang demikian dan PBB sudah mengakuinya .
Tapi yang harus kita percayai adalah fakta bahwa terjadi kekejaman kemanusiaan kepada etnik Rohingya, etnik Karen, etnik chin dan pelakunya tidak lain adalah Junta Militer Myanmar.

Rohingnya bukan konflik agama tapi motif ekonomi

Seperti yang sudah kami ulas diatas , tragedi Rohingya BUKAN konflik agama.. karena yg terjadi disana ada kepentingan ekonomi tidak beda dengan di Timur Tengah yakni urusan Sumber Daya Alam ,Daerah Rakhine kaya minyak dan gas, dan pemerintah Myanmar sudah kasih konsesi kepada konglomerasi minyak dunia.

image

Militer Myanmar terlibat berkedok biksu-biksu untuk mengaburkan motif sebenarnya, tidak beda dengan invasi AS ke irak berdalih “perang lawan terorisme” padahal bisnis Halliburton dikendalikan Dick Cheney wapresnya George Bush.
Begitu juga penggulingan Muamar Khadafi di Libya yg dipicu oleh Khadafi batalkan kontrak minyak dengan BP British Petroleum & ingin berikan konsesi kepada Tiongkok.
Atau sama halnya dengan perang Suriah yang merupakan ambisi koalisi Barat Amerika, Saudi, dan sekutunya untuk menggulingkan rezim Assad sekutu dari blok Timur Rusia, Tiongkok dan Iran, dibungkus cerita perang “sunni vs syiah” agar keledai-keledai bahlul mau berbondong-bondong mengantar nyawa ke Suriah DIBOHONGI tipuan “jihad“. Anda bisa melihatnya di youtube yang banyak beredar , bagaimana Donald Trump berdebat dengan Hillary Clinton tentang siapa yang harus bertanggung jawab atas Suriah karena Amerika mengeluarkan anggaran perang yang tidak sedikit untuk membiayai ISIS dan para pemberontak .

Dalam sejarahnya tidak ada konflik di dunia ini tanpa kepentingan ekonomi di belakangnya.Tapi sayangnya memang butuh kecerdasan ekstra untuk mencerna informasi seperi ini dan sayangnya banyak orang dungu seperti kerbau yang dicocok hidungnya yang gampang dibohongi oleh propaganda dikit-dikit ini urusan agama, dikit-dikit itu urusan agama.

Sebagai tambahan informasi , warga Muslim Myanmar terbesar tersebar di beberapa kota/provinsi yaitu Mon, Tanintharyi, Yangon, Kayin, dan Mandalay yang rata-rata 3-5 persen dari populasi warga di kota/provinsi tersebut… Jika memang umat Islam digenosida di Myanmar, maka kenapa hanya di Rakhine dan Rohingya saja itu terjadi sedangkan umat muslim lainnya dikota-kota yang populasinya lebih besar tidak terjadi genosida .

Pemakan Bangkai bermunculan , ada yg teriak save-savean dengan gambar hoax ujung-ujungnya minta donasi.
Ada yang membuat provokasi dengan tujuan untuk membenturkan umat Budha di Indonesia
Ada yg sok kritis menyalahkan pemerintah, padahal dari semua perwakilan hanya Menlu RI yg diterima oleh pemerintah Myanmar dan usulannya dipaparkan di PBB.
Ada yg tiba-tiba sok perduli  minoritas di myanmar, padahal minoritas di negaranya sendiri didiskriminasi…masih ingat kan kasus pilkada DKI yang mensholatkan saudaranya sendiri saja tidak mau hanya karena beda pilihan politik ?
Memang miris …tapi itulah yang terjadi sekarang ini .

image

Anda mungkin mengira ini adalah mengada-ada , tapi itulah kenyataannya , tidak ada asap kalau tak ada api , silahkan anda lihat youtube dengan kata kunci ” myanmar 2012″ atau burma 2012 , anda akan mudah memahami fakta yang kami paparkan ini .

Namun terlepas dari semua ini , yang jelas rakyat Rohingnya memang harus diselamatkan , karena mereka memang korban dari tentara Myanmar atas ketololan sebagian kecil etnis Rohingnya yang memberontak pemerintah yang sah .

Kita semua sepakat penindasan terhadap etnis Rohingnya harus dihentikan

Jadi kesimpulannya silahkan anda berempati atau malah bersimpati dengan bahasa anda sendiri tentang Rohingnya , tapi jangan bawa isu Sara ke Indonesia karena kasus ini .
Bersyukurlah anda tinggal di Indonesia yang aman , damai dan beribadahpun tidak dilarang, kurang apalagi kita untuk mensyukuri semua itu ?

Jangan bertindak sebagai Tuhan yang selalu merasa benar , tapi bertindaklah selayaknya manusia seutuhnya tanpa memangdang apa agamanya tapi karena kemanusiaan dan tunjukkan pada dunia bahwa Islam Rahmatan Lil Allamin , rahmat bagi seluruk alam .

Artikel ini disarikan dari berbagai sumber (kompas , detik , jpnn , merdeka dll).

Iklan

Responses

  1. […] Fakta , Rohingya Bukan Konflik Agama […]

    Suka

  2. Saya suka pemikiran anda, menyejukan dan tidak provokatif. Andai lebih banyak orang seperti anda…

    Suka


gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: