Iklan
Oleh: masshar2000 | 10 September 2017

GADHIMAI – Ritual Agama Tersadis Yang Masih Ada Sampai Sekarang

image

M2000 – Satu kata untuk ritual ini ” SADIS “.
Gambar diatas adalah upacara penyembelahan ribuan kerbau saat Ritual Gadhimai Hindu di Nepal.
Tahun 2009, tidak kurang dari 500 ribu ekor hewan dikorbankan dalam perayaan Gadhimai. Ritual Gadhimai di Nepal ini sulit dihentikan dengan alasan agama, budaya, dan tradisi.

Dan tidak kurang dari 6.000 ekor kerbau dikorbankan dalam perayaan Gadhimai di Nepal tahun 2014 lalu.
Tak hanya kerbau, berbagai jenis binatang ternak lainnya kecuali sapi yang dianggap suci dalam kepercayaan Hindu seperti kambing, babi, ayam, bebek, angsa, bahkan burung, yang jumlahnya lebih dari 200.000 ekor pada tahun itu, juga boleh dipersembahkan untuk Gadhimai, Dewi Kekuasaan dan Kesejahteraan.

Sebagian besar orang di sana percaya, mempersembahkan korban hewan untuk Dewi Gadhimai dapat mendatangkan kemakmuran dan menghapuskan dosa. Banyak pula yang berkorban lantaran permohonannya telah tercapai, atau berharap permintaannya dikabulkan setelah melakukan persembahan untuk sang dewi.

image

“Saya berjanji kepada dewi bahwa jika bisnis saya menghasilkan uang dengan baik, maka saya akan mengorbankan satu ekor kambing untuknya,” kata Rajesh Shah, warga Nepal yang turut ambil bagian dalam perayaan Gadhimai pada 2014 (The Guardian, 28 November 2014).

“Saya pernah mendengar keluhan tentang perayaan ini, tapi saya sudah berdoa agar bisnis saya membaik, jadi saya harus menepati janji kepada sang dewi,” lanjutnya.

Ritual Hewan Korban Terbesar

Upacara Gadhimai diadakan setiap 5 tahun sekali dan dipusatkan di kompleks candi atau kuil yang terletak kira-kira 160 km di selatan ibukota Nepal, Kathmandu, dan dekat dengan perbatasan India. Banyak media internasional yang menyebut Gadhimai adalah ritual pengorbanan hewan terbesar di dunia.

image

Antara 6.000 sampai 8.000 ekor kerbau dihabisi dalam upacara Gadhimai tahun 2014, itu belum termasuk ratusan ribu hewan korban lainnya (CNN, 1 Desember 2014). Namun, jumlah yang sudah sangat besar itu ternyata masih kalah jauh jika dibandingkan dengan perayaan 5 tahun sebelumnya.

Tahun 2009, sedikitnya 20.000 ekor kerbau disembelih hanya dalam sehari. Jumlah total berbagai jenis hewan korban saat itu tidak kurang dari 500.000 ekor (The Hindu, 24 November 2009).
Namun, saking banyaknya, tidak pernah diketahui dengan rinci berapa jumlah pasti ekor binatang yang dikorbankan pada setiap acara Gadhimai.

Setidaknya butuh waktu 2 x 24 jam untuk menuntaskan prosesi penyembelihan seluruh hewan korban, biasanya hari Jumat dan Sabtu. Eksekusi kerbau selalu dilakukan di hari pertama, dilanjutkan terhadap jenis binatang lainnya pada hari berikutnya.

image

Hanya darah dan kepala hewan korban yang dipersembahkan, sementara dagingnya dibagi-bagikan kepada masyarakat. Maka tak heran, ritual ini selalu menyedot perhatian khalayak, seperti pada 2014 lalu yang diperkirakan dihadiri lebih dari 2,5 juta orang.

Mereka yang datang ke Gadhimai bukan hanya warga negara Nepal, banyak pula orang India. Ada juga peserta atau pengunjung yang datang dari wilayah-wilayah lain, terutama dari negara-negara yang pemerintahnya melarang ritual pembantaian massal terhadap binatang . Jadi oleh otoritas setempat , ritual yang boleh dibilang sadis dan biadab ini justru dijadikan tema untuk menyedot lebih banyak wisatawan .

image

image

image

Dalam pelaksanaannya , peserta perayaan Gadhimai boleh menyembelih sendiri hewan korban yang dibawanya. Namun, panitia setempat juga menyediakan ratusan orang jagal. Tak hanya orang yang berkorban, para penjagal pun merasa sangat terhormat bisa turut ambil bagian penting dalam upacara suci ini.

image

Bagi pria yang sudah melakoni profesi jagal Gadhimai dalam 5 edisi terakhir ini, membunuh kerbau merupakan pekerjaan yang sangat mudah.
“Semudah memotong sayuran. Pada festival terakhir (2009), saya memenggal 300 ekor kerbau, tapi tahun ini (2014), saya hanya membunuh 175 ekor,” sebutnya.

Pro-Kontra Upacara “Pembantaian”

Pro dan kontra kerap menyertai pelaksanaan upacara Gadhimai. Pihak yang menentang perayaan ini tentu saja adalah para aktivis pecinta binatang, terutama dari Animal Nepal, Animal Welfare Network Nepal, juga Anti-Animal Sacrifice Alliance.
Selain karena mengorbankan ratusan ribu hewan hanya dalam tempo 1-2 hari, disoroti pula tentang proses eksekusi yang lebih mirip pembantaian ketimbang penyembelihan.

image

Hari-hari terakhir yang dialami hewan-hewan korban menjelang dibunuh juga menjadi kecaman. Sebagian besar dari rombongan binatang tersebut diarak dari tempat asalnya yang jauh dengan berjalan kaki, tidak memakai alat transportasi angkut.
Dan ketika hewan-hewan itu sampai ke tempat perayaan, kondisinya sudah setengah mati. Dan parahnya , hewan-hewan ini memang sengaja dibiarkan dua atau tiga hari tanpa makanan setelah dibawa ke lokasi .

Tapi walaupun disorot media-media internasional dan juga mendapat kecaman dari sejumlah pihak, namun pelaksanaan ritual Gadhimai barangkali sangat sulit dihentikan, bahkan oleh pihak yang berwenang di Nepal sekalipun karena agama dan tradisi menjadi alasan utamanya.

“Kami tidak bisa melakukan ini (melarang ritual Gadhimai). Kita tidak bisa menentangnya, ini ada kaitannya dengan budaya,” kata seorang kepala distrik di Nepal yang tidak disebutkan identitasnya dalam laporan CNN.

Bagaimana menurut anda ?
Atau anda malah ingin berwisata kesana untuk menontonnya langsung ?

Library : tirto.id

Iklan

Responses

  1. Kurus-kuruss kerbaunya….hiksss, kasihan. Kalau pas hari raya korban, malah dikasih makan yang kenyang dulu….ini sebaliknya 😦

    Tour De MPM Honda – 2017 >> http://potretbikers.com/2017/09/11/tour-de-mpm-honda-2017-konsumen-giliran-sambangi-gudang-unit-dan-juga-gudang-spare-part-serta-learning-centre/

    Suka


gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: