Iklan
Oleh: masshar2000 | 12 September 2017

Satu Lagi Wanita Terlibat Saracen Diciduk , Terbukti Tranfer 75 Juta

image

M2000 – Publik kembali dikejutkan dengan tertangkapnya seorang wanita yang di sinyalir berafiliasi dengan grub SARACEN penebar hoax .
Saracen sendiri sudah dibongkar polisi bulan lalu dan pemberitaannya pun meledak, mengambil tempat-tempat berita headline hampir diseluruh media nasional dan juga lokal.

Sebelumnya presiden Joko Widodo sudah menghimbau masyarakat agar menggunakan sarana media sosial dengan baik , jangan menghujat dan jangan menyebarkan hoax .
Dengan ditangkapnya anggota Saracen , tentu presiden mengapresiasi dan presiden telah memerintahkan Kapolri Tito Karnavian untuk mengusut tuntas kasus Saracen sampai ke akar-akarnya.

Kenapa Saracen begitu menarik untuk dibahas ?
Ya , Saracen diciduk pada waktu yang tepat , karena sebelumnya MUI juga sudah mengeluarkan fatwa Haram tentang bermedsos , namun nyatanya fatwa ini dilanggar oleh mereka yang selalu berlindung atas nama agama , tapi justru menyebarkan hoax dan provokasi.

Selain itu Saracen begitu menarik perhatian karena keprofesionalannya memproduksi dan menyebarkan konten-konten berbau SARA, ujaran kebencian dan HOAX, turut serta juga menyeret nama-nama politikus dan tokoh-tokoh kenamaan walaupun pada akhirnya pada lepas tangan dan mengatakan tidak kenal , inilah lagu lama orang yang suka nyinyir kepada pemerintah dan bahkan ada beberapa dari mereka yang terlibat kasus makar.

Dengan ditangkapnya beberapa anggota Saracen , kita sebagai anak bangsa mengapresiasi kerja keras dan gerak cepat kepolisian kita atas pengungkapan kasus ini. Jika terlambat, bukan tidak mungkin kelompok ini akan menjadi monster penebar kebencian di negeri ini dan menjadi alat strategis para kelompok radikal dan politikus yang haus akan kekuasaan.
Ya , kita tentu bisa belajar soal kasus ini dari sejarah revolusi Iran , Arab Spring dan yang terakhir adalah kemenangan Donald Trump di Pilpres Amerika .

Dan kemarin , seorang lagi bagian penting dari grup Saracen diciduk polisi karena terlibat dengan kasus yang sama, yaitu menyebarkan ujaran kebencian. Seorang ibu rumah tangga bernama Asma Dewi.
Asma Dewi adalah orang kedua berjenis kelamin perempuan dan ibu rumah tangga yang diciduk polisi, setelah sebelumnya menangkap Sri Rahayu Ningsih yang juga perannya tidak kalah penting di grup Saracen.
Aktivitas Asma Dewi ini tidak jauh berbeda dengan Sri Rahayu Ningsih.
Makan bersama politikus, update status berisi ujaran kebencian dan foto-foto bersama politikus-politikus kenamaan dari partai yang sama, silahkan lihat foto diatas .

Apakah ini kebetulan?

Kalau sekali saja, mungkin hanya kebetulan. Namun ini sudah berkali-kali terjadi. Itu artinya perkara kedekatan antara anggota kelompok Saracen dengan partai tersebut tidak bisa tertepis lagi.

Polri menyebutkan bahwa Asma Dewi diduga pernah men-transfer uang sebesar 75 juta kepada kelompok Saracen. Uang yang tidak sedikit jika dibandingkan dengan isi tabungan saya di bank pemerintah .Ya , saya memang lebih suka nabung di bank pemerintah dibanding di bank partai apalagi partai yang terlibat Saracen .

Dengan melihat foto diatas , kita tentu berfikir , bisa bertemu bertemu dan berfoto bersama Ketua Umum partai itu tentu bukan perkara mudah, ditambah lagi foto bersama Anies dan Sandiaga.
Apakah mungkin itu hanya sebatas foto biasa?… TIDAK !
Foto itu sangat dekat dan berada di tempat-tempat khusus yang bukan keramaian, pasti ada sesuatu yang penting disana.
Mudah-mudahan Pak Prabowo, Anies dan Sandiaga nanti tidak menyangkal keberadaan ibu Asma Dewi disamping mereka, dengan mengatakan bahwa mereka tidak kenal dengan Asma Dewi . Atau bilang ini editan Ahoker .

Kita semua sudah paham betul , ritual cuci tangan adalah budaya politikus kita. Dibelakang dimanfaatkan, di muka pura-pura tidak kenal. Kalau sudah ketahuan, mengaku tidak kenal dan tidak pernah bertemu. Kasihan ibu rumah tangga ini kalau akhirnya nanti diperlakukan seperti itu setelah mereka mendapat manfaat kemenangan politik di DKI Jakarta.

Dan dari pengembangan kasus Saracen ini ,
patut diduga kuat grup Saracen dimanfaatkan politikus terntentu dalam mendongkrak kemenangan di pilkada DKI kemarin .
Saya sebagai bloger yang sudah 4 tahun nulis , pernah mengamati pergerakan situs-situs baru menjelang pilkada Jakarta kemarin .
Rata-rata mereka memang menyebarkan berita hoax atau setidaknya berita asli yang dipelintir dengan opini pribadi yang bertujuan untuk memprovokasi dan membenci pasangan tertentu .
Dan uniknya blog-blog ini cukup laris dan ramai yang membaca , bayangkan saja blog baru muncul tapi pembacanya sudah puluhan ribu pembaca setiap harinya bahkan bisa ratusan ribu pembaca setiap hari .
Artinya apa ?…Masyarakat lebih suka membaca berita hoax yang penting menyenangkan hatinya …Miris memang , disaat para bloger atau penulis murni bersusah payah berusaha memberikan pencerahan dan mencerdaskan bangsa dengan program “internet sehat ” melalui tulisannya , tiba-tiba dirusak oleh grub Saracen ini dengan tujuan materi dan syahwat politik para donaturnya .

Apalagi dengan tertangkapnya ibu Asma Dewi yang adalah bagian penting dari grup Saracen dan juga pernah menyetor uang sebesar 75 juta ini , semakin membuktikan bahwa keberadaan mereka memang patut dicurigai .
Uang sebesar 75 juta tidak mungkin diberikan sia-sia, pasti ada deal politik atau orderan khusus.
Apalagi kalau bukan tentang konten isu SARA, ujaran kebencian dan berita HOAX yang massive menyebar di media sosial yang menyudutkan pasangan tertentu selama pilkada Jakarta berlangsung.

Pertanyaan yang tidak kalah penting, siapakah orang atau donatur yang memberi uang tersebut kepada Asma Dewi yang kemudian dilanjutkan kepada bendahara grup Saracen?
Semoga lambat laun tapi pasti melalui polri pertanyaan ini bisa terjawab.

Kemudian, kita harus tetap mengingat kedekatan para anggota kelompok grup Saracen dengan politikus-politikus yang sangat haus kekuasaan di atas, yang ingin menghalalkan segala cara termasuk politik menebar kebencian, SARA, HOAX dan memelihara kaum intoleran untuk merebut kekuasaan.

image

Nama Asma Demi tercantum dalam poster Tamasya Al-Maidah menjelang pilgub DKI

image

image

image

Silahkan simak videonya DISINI

Bantu kami memerangi HOAX ,

Salam Literasi

Iklan

gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: