Iklan
Oleh: masshar2000 | 22 September 2017

PKI Dan Ideologinya Di Masa Kini

image

M2000 – Inilah refleksi kita pada suatu kesalahan penanganan budaya yang pernah terjadi di Negara kita.

Setiap bulan september , isu kebangkitan PKI selalu mengemuka dan menjadi pembicaraan hangat netizen di media sosial .

Seperti kita tahu , pasca kemerdekaan negara kita beberapa kali di goncang dengan pemberontakan diberbagai daerah , dari GAM , OPM , PERMESTA , RMS dan lain-lain .
Tapi yang paling disorot dan menjadi isu Nasional adalah PKI dan DI/TII .

Dan entah mengapa dari kedua pemberontakan tersebut hanya PKI yang selalu menjadi sorotan dan isu itu yang selalu di goreng .
Bisa jadi karena PKI sudah dua kali melakukan aksinya , yaitu pada tahun 1948 dan 1965 sementara DI/TII baru sekali .
Atau bisa jadi pemberontakan PKI melibatkan tokoh nasional dan aksinya merambah hingga seluruh negri.

Nyatanya , dua penghianat negeri ini, DI/TII dan PKI telah menelurkan generasi-generasi pelanjut semangatnya. Tidak menutup mata, PKI memang masih ada tapi yang ada adalah mereka yang sudah mengubah cara dan kehendaknya tidak seperti para leluhurnya (PKI aslinya).

Dalam kesimpulannya  yang bisa saya jelaskan disini adalah mereka masih menggunakan instrumen ke-kiri-annya untuk berseru keadilan, dan sudah tidak terdengar lagi adanya usaha yang sama seperti leluhurnya. Mengubah ideologi dan arah Negeri ini.

Tidak sama dengan para penerus DI/TII, ya ada HTI, ada FPI dan jenis-jenis lainnya. Mereka seakan tidak pernah belajar sesungguhnya apa yang pernah terjadi di Negara ini dulu , bahkan mungkin mengatakan aksi mereka lebih syariah dan islami.
Semua memang berangkat dari ideologi masing-masing, dan sampai disini aku tidak sampai hati pada penyalahan ideologi dan keyakinan mereka.
Dalam debat ILC di TV One soal PKI kemarinpun , gubenur Lemhamnas Letjend purn Agus Widjojo yang juga anak Jendral Sutoyo yang dibunuh PKI juga tidak menyalahkan ideologi seseorang , karena prinsip ideologi itu memang sebelas duabelas dengan prinsip orang beragama dan akan dibawa sampai mata .

Tentu ini bisa diartikan bahwa ideologi seseorang memang tidak bisa dipaksakan , kecuali ideologi tersebut berkembang dan diikat dalam sebuah kelompok yang dapat merongrong ideologi negara yang sudah ditetapkan , maka harus ditumpas .

Maka jelaslah bahwa keyakinan dan ideologi itu berada pada ruang prinsip individu, jika keluar berarti ya berkata tentang sosial, simpulnya ya kesepakatan bersama itu tadi .
Kita tidak boleh menutup mata, bahwa di luar sana juga ada ribuan bahkan jutaan ideologi yang berkeliaran memenuhi bumi yang di huni milyaran orang ini.

Sekarang kita bicara Pancasila . Pancasila, menurut saya pribadi lebih dari sebuah karya sastra Bung Karno, juga bukan hanya sebatas semboyan yang menerangkan masa lalu dan jatidiri leluhur bangsa ini.
Tapi juga pandangan masa depan, tanpanya susah menyimpulkan bentuk, kaca mata, pegangan hidup, identitas, ideologi Negara ini.
Oleh karena itu, bayangkan ketika takdir bangsa yang majemuk luar biasa ini, dipaksakan berideologikan satu, yang tidak lahir dari bangsa ini sendiri. Katakanlah Khilafah dari Arab dan Komunis dari Rusia.
Apa jadinya negri yang besar ini .

Dan untungnya negara tetap tunduk pada Pancasila , walaupun ada partai yang menyerukan agar asas tunggal Pancasila tidak dipakai untuk asas Partai (baca:PKS ) pemerintah tidak bergeming .

Disinilah kita harus bangkit dengan sebagai diri kita sendiri, gampangannya ya bangkit dengan Pancasila.

Coba bayangkan jika partai-partai atau ormas yang ribuan jumlahnya ini tidak menggunakan asas tunggal Pancasila , maka tindak tanduknya akan selalu bertentangan dengan partai atau ormas lain dan ujung-ujungnya ya perpecahan anak bangsa karena berbeda ideologi dan masing-masing punya kekuatan .

Untuk ideologi PKI jelas tidak ada , karena PKI memang bukan ideologi , PKI itu partai yang berideologi komunis . Jadi kita persempit pembahasannya ke komunis saja , anggaplah PKI sudah tidak ada dan nyatanya memang tidak ada , kalaupun masih ada yang ngotot , coba tunjukkan dimana PKI nya , kantornya dimana , ketuanya dimana dan apa saja tindakannya selama ini , ada yang bisa menjawab dengan bukti valid ?

Kalau tidak ada , anggap saja itu fitnah karena tuduhan tanpa bukti adalah fitnah dan bisa dipidanakan jika yang dituduh tidak terima .
Tentu ini berbeda kasusnya dengan HTI yang jelas ingin mengganti ideologi pancasila dengan kilafah . Ya HTI  walaupun disebut sebagai ormas , nyatanya di web resminya menyatakan diri sebagai partai .
Bahkan setelah ditelusuri di kantor HTI setelah disegel, disana tidak ditemukan foto presiden dan wakil presiden juga bendera merah putih juga tak nampak disana .
Jadi sudah tepat jika pemerintah membubarkan HTI (DI/TII gaya baru).

Untuk ideologi komunis , jelas dilarang karena memang jelas ada tap MPR yang mengaturnya .Namun ideologi komunis per individu siapa yang bisa melarangnya.
Negara juga tidak mungkin mengawasi per kepala setiap warganya dan negara juga menjamin kebebasan warganya untuk bersuara berserikat dan berkumpul selagi tidak merongrong keselamatan negara .

Kalaupun ada ideologi komunis dan simpatisan PKI , pastilah hanya segelintir orang saja dan kalau ketahuan ada indikasi bangkitnya PKI pasti juga akan di gebuk .
Namun yang menjadi catatan adalah yang menggebuk adalah pemerintah melalui Polri dan TNI bukan atas nama ormas .
Bayangkan jika semua orang boleh menggebuk PKI , kejadian 65-66 bisa terulang lagi .

Baca :

Ngerinya Pembantaian Massa 1965-1966

Ada sebuah perdebatan di medsos , yang saya baca antara pendukung FPI dan pendukung pemerintah  kurang lebih begini :

PKI nya sih memang tidak ada tapi paham-paham dan tindakan-tindakan kan masih ada .
Terus dijawab sama orang lain , tindakan yang mana ? PERSEKUSI maksudnya , ingat ya penculikan jendral itu persekusi , jadi siapa yang PKI ,  yang belum lama melakukan persekusi siapa ?

image

Ada juga pendukung NU yang selalu dipojokkan karena mendukung pemerintah yang sah begini .

Dulu NU sangat dibenci PKI , kini ada pihak yang selalu menghujat dan membenci NU , jadi siapa yang PKI ?

Jadi sudahlah hentikan perdebatan-perdebatan tidak bermutu ini , karena semua pihak bisa saja melakukan tindakan-tindakan yang pernah dicontohkan PKI dan dianggap berpaham PKI .

Masih menyikapi soal pernyataan Agus Widjojo di ILC kemarin , bahwa tidak akan ada rekonsiliasi dengan PKI jika para simpatisan PKI tetap ngotot bahwa PKI tidak bersalah dan hanya korban .
Masing-masing pihak harus menahan diri terlebih harus mengakui bersalah , misalnya pihak PKI harus mengakui bersalah dan minta maaf kepada rakyat Indonesia dan pihak Orba juga harus mengakui bersalah telah membantai PKI hingga antek-anteknya bahkan yang dicurigai sebagai PKI , baru bisa rekonsiliasi , tapi kalau masing-masing pihak masih bersikukuh dengan kebenaran tindakannya maka tidak pernah akan ketemu .
Biarlah tragedi PKI menjadi catatan sejarah kelam dan jangan diungkit-ungkit lagi .Nanti lambat laun generasi muda yang akan datang juga akan melupakannya dan hanya akan menjadi sejarah seperti sejarah kemerdekaan kita  dan nama baik keluarga PKI yang kini disandang keturunan PKI juga akan hilang dengan sendirinya .

image

Super sekali pak jendral ini , karena faktanya kita sekarang juga tidak pernah membenci warga jepang atau warga belanda yang pernah menjajah kita bukan ?

Jujur saya sangat salut dengan jendral yang satu ini , bagaimana dia yang merupakan anak jendral yang dibunuh PKI tetap tidak mendendam pada anak-anak PKI .
Lah kalian yang tidak tau apa-apa , bahkan belum lahir dan hanya membaca berita yang entah dapat dari mana , sangat mudah mendendam pada anak-anak keturunan PKI dan selalu menaruh curiga pada mereka , apa gak malu sama pak Jendral ini ?

Memangnya ada dosa turunan ?

Waspada boleh , mencurigai dan menuduh apalagi memfitnah jangan  , kecuali kamu mau disebut orang yang tidak beragama (paham komunis).

Salam literasi ,

Library : geotime.co.id

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: