Iklan
Oleh: masshar2000 | 1 Oktober 2017

Serunya Berburu Ikan Paus Di Flores

image

M2000 – Tahukah anda , jika ikan paus adalah salah satu binatang yang dilindungi ?
Ya , ikan paus yang habitatnya semakin menipis ini memang tidak terdapat di semua perairan di Indonesia .
Dengan berat yang mencapai beberapa ton dan panjangnya bisa belasan meter , raksasa laut ini memang sangat di incar oleh orang-orang yang mengejar materi semata . Namun pemerintah sudah mengeluarkan larangan bagi siapapun yang ingin menangkapnya untuk diperjual belikan .

Namun aturan ini tidak berlaku bagi warga setempat disekitar laut Flores , Nusa Tenggara  Timur . Hal ini dikarenakan perburuan ikan paus Perma atau Koteklama  di Desa Lamalera, Lembata, Nusa Tenggara Timur merupakan bagian budaya turun-temurun yang sudah dikenal penjuru dunia.

Setiap tahunnya, Desa ini melakukan perburuan di laut lepas sekitaran laut Flores, laut Sawu, selat Lamakera hingga selat Alor. Tradisi penangkapan ikan paus berlangsung dari bulan Mei sampai dengan Oktober setiap tahun. Berbagai sumber menyebutkan tradisi ini sudah ada sejak Abad 16.

Ikan paus sperma adalah satu-satunya jenis mamalia besar yang diburu, meski ikan paus biru (Balaenoptera musculus) melintas dihadapan kapal, namun tidak pernah diburu. Karena masyarakat Lamalera meyakini bahwa Lamera dan Lambeta pernah diselamatkan paus tersebut pada zaman dahulu kala.

Untuk mendapatkan paus, nelayan Lamera tidak langsung terjun kelaut dan mendeteksi hingga samudra Sawu. Mereka tetap beraktivitas di darat, sambil sewaktu-waktu ke lautan.
Bagi siapapun yang melihat Paus, harus berteriak ‘baleo’, kemudian disambung bersahut-sahutan hingga memecah suara ombak. Lihatlah bagaimana mereka memburu ikan raksasa yang besarnya melebihi kapal-kapal tradisional mereka . Bahkan untuk membawanya kedaratan pun mereka harus menariknya dengan dua kapal mereka .

Bagi masyarakat Lamera, berburu Paus bukan sebagai sumber kehidupan. Orang Lamera menganggap berburu Paus sebagai tradisi, sebuah perhelatan besar yang bisa dinikmati orang sekampung.
Paus yang mereka buru hanya bertujuan untuk bertahan hidup bukan sebuah komoditas dagang untuk diambil keuntungannya, hal ini juga yang membuat kebiasaan masyrakat Lamalera masih bertahan sampai saat ini dan tidak dilarang.

Library : @inside_indonesia

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: