Iklan
Oleh: masshar2000 | 4 Oktober 2017

Cina Sudah Berlari , Kita Masih Bermimpi ( Cina Phobia )

image

M2000 – Presiden Jokowi pernah mengatakan negara lain sudah meneliti ruang angkasa , pergi ke mars ,  membuat robot kita masih mengutak-atik ideologi , ideologinya sudah jelas Pancasila mau di ganti , kapan majunya negara ini .

Tentu pernyataan Jokowi ini tepat sekali jika melihat akhir-akhir ini banyak ormas yang terang-terangan meneriakkan khilafiah dan mengganti Pancasila yang ujung-ujungnya ingin mengganti negara republik ini dengan negara islam .
Apakah Pancasila tidak sesuai dengan ajaran islam ?

Kalau berdebat soal itu tentu tidak akan ada habisnya karena semua pihak pasti berbeda pandangan soal ini .Tapi marilah kita kembalikan ke jaman republik ini dibentuk .
Negara ini berdiri diatas semua agama yang ada dan para pendiri bangsa termasuk para kyai yang jelas keilmuannya tahu banget soal itu , kenapa tidak menggunakan sistim khilafah atau negara islam .

Karena mereka sadar dan menghargai semua rakyat indonesia yang juga ikut dalam perjuangan bangsa  . Kalau dipakai ideologi khilafah , apakah umat lain setuju . Apakah mereka nantinya tidak memberontak jika dipaksakan pada satu agama saja .
Maka semua sepakat merumuskan Pancasila karena ada sila ketuhanan yang maha esa , artinya Tuhan yang satu menurut ajarannya masing-masing .Dan jika diteliti lebih lanjut , sila-sila dalam Pancasila tersebut juga sesuai dengan ajaran islam .
Tapi sudahlah , untuk urusan ini biarkan pemerintah yang bertindak , kalau macam-macam ya sikat . DI/TII saja yang jelas pemimpinnya Kartosuwiryo adalah teman baik Sukarno saja disikat , bahkan Kartosuwiryo di hukum mati , apalagi sekarang penggagas khilafah yang notabene nya bukan teman Jokowi dan tidak pernah ada cemistry, masak tidak boleh disikat .

Oke , hal itu sudah menjadi konsumsi publik sebelumnya , sekarang kita mengerucut ke Cina saja .
Mengapa China Melaju Cepat Melebihi Bangsa-Bangsa Lain ?
Dan faktanya hanya 25 tahun sejak Reformasi Deng, China sudah sejajar dengan AS dari segi kemakmuran. Kini China sudah melewati Barat dari segi ilmu & teknologi. Ini terbukti dalam periode 10 tahun terakhir 60% lebih jumlah paten dunia berasal dari China.
Mengapa? Karena negara berperan efektif, fokus dan profesional , dan tidak diganggu lagi dengan isu-isu murahan didalam negrinya .

Berikut penjelasannya ,

1. Seluruh pejabat dan presiden adalah karir profesional.
Presiden diseleksi berdasar track record kerja di pemerintahan selama 30 tahun lebih.
Jadi tidak berdasarkan partai politik tetapi karir profesional. Para wakil rakyat yg jumlahnya lebih dari 1000 orang dipilih dan merupakan perwakilan daerah dalam proses pemilihan yg sederhana.
Jadi China tidak perlu ongkos untuk Pemilu yang besar yang harus repot membiayai wakil rakyat yang kerjanya nyinyir dan omong kosong belaka. Bayangkan saja biaya pemilu adalah 40 T hanya untuk memilih seorang presiden & wakil serta 500 wakil rakyat. Biaya yg sama cukup untuk biayai pembangunan Trans Sumatra itu perbandingannya di Indonesia .

2. Dalam segi hukum, China sangat sederhana dan murah.
– Mencuri dengan kekerasan, hukuman mati.
– Korupsi diatas Rp. 1 miliar, hukuman mati,
– Mencuri ringan tanpa kekerasan, hukumannya kerja paksa.
– Korupsi dibawah Rp. 1 miliar kerja paksa.
– Kejahatan sosial seperti PSK, berjudi secara ilegal, berdagang ditempat terlarang, hukumannya kerja paksa.

Lama kerja paksa tergantung kadar hukumannya.
Proses peradilan di China juga sederhana dan murah. Makanya China tidak butuh banyak pengacara dan penjara. Bayangkan jika 1,3 miliar penduduk menerapkan hukum seperti Indonesia, berapa banyak penjara harus disediakan dan pengacara harus dibiayai negara.
Selain itu kerja paksa selalu diarahkan negara utk menyelesaikan proyek-proyek pembangunan, misalnya pembuatan jalan, saluran air dan sebagainya  maka para tahanan dipekerjakan secara produktif.

3. Semua orang bisa pinjam uang ke bank tanpa jaminan .
Di cina bisa diberlakukan seperti itu karena semua asset milik negara dengan bunga yang sangat murah sekitar 3% per tahun dan 0% jika di investasikan di luar negeri.
Semua bank milik negara, jadi ngemplang hutang dianggap korupsi, dan korupsi diatas Rp. 1 miliar hukuman mati. Di bawah Rp. 1 miliar kena hukuman kerja paksa.
Semua boleh berdagang ditempat yang disediakan pemerintah. Apabila dagangan tidak laku karena pemerintah salah menempatkan, maka kerugian di tanggung negara tapi kalau kerugian karena malas, maka di black list untuk berdagang, di China tidak ada tempat untuk orang malas.

image

4. Agama tidak di larang untuk dianut oleh siapapun namun di larang mengorganisir orang banyak untuk kepentingan politik atas nama agama.
Dengan kata lain , demo atas nama agama dilarang disana , malah bisa langsung dipenjara atau bahkan diusir dari negara tersebut .
Pengalaman berbangsa beribu-ribu tahun mengajarkan kepada mereka bahwa hidup damai itu adalah berkah yang luar biasa dan bukan pemberian gratis tapi harus diperjuangkan.

Kehidupan masyarakat yang damai, politik yg stabil, hukum yg tegas tapi sederhana dan murah serta akses kredit perbankan yg terbuka bagi semua orang
menggerakkan seluruh rakyat China untuk fokus membangun.
Enerji pembangunan dari 1.3 M rakyat inilah yang membuat China terus berlari.
Mereka sekarang bisa menguasai pasar dunia dan hampir semua negara besar banyak bergantung pada Cina , bahkan negara Arab Saudi sebagai benteng terakhir yang dicap sebagai simbol negara Islam pun tak luput dari cengkeraman ekonomi Cina .

Bagaimana dengan Indonesia…?
Disini politikus selalu sibuk berpolitik sepanjang tahun , bukan untuk membela rakyat tapi malah ingin merebut kekuasaan yang sah dan rakyatpun dibuai berbagai janji-janji yang membuat mereka sibuk bermimpi indah dalam alam tidak sadarnya .
Sebagian rakyat Indonesia malah di buat China Phobia ,  mabok agama, diancam masuk neraka dan di iming-imingi surga.
Akhirnya mereka jadi lupa berkarya…..Yang penting anti Cina .

image

Inilah pola pikir yang salah , harusnya mereka menganjurkan beli produk-produk Indonesia , bukannya boikot produk cina , tapi malah membeli produk Eropa atau Amerika .
Persis sama seperti mereka memilih pemimpin , mereka selalu bilang jangan pilih si A , yang penting bukan si A , inikan pola pikir yang kacau , harusnya ayo pilih pemimpin yang lebih baik dari si A …susah kan kalau unsur kebenciannya dulu yang dikedepankan ?
Gimana republik ini mau maju kalau warganya selalu berpikir seperti itu .

Salam literasi …

( point artikel ini pernah ditulis Budiman Sujatmiko )

Iklan

gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: