Sejarah dan Sepak Terjang PETRUS ( Penembak Misterius ) Jaman Suharto

image

Masshar2000.Com – Setiap pemimpin atau presided.? pasti punya cara tersendiri dalam mengamankan negaranya .
Dan bukan isapan jempol belaka , kalau semakin jaman tambah maju , dimana era digital dan semakin mudahnya mendapatkan senjata , tindakan kriminal selalu meningkat setiap tahunnya .

Ada gerakan kriminal non fisik yaitu gerakan cyber yang kini marak terjadi , mereka memanfaatkan teknologi untuk memprovokasi , melakukan ujaran kebencian , menipu korban bahkan menghancurkan sistem pertahanan sebuah perusahaan .
Ada juga yang main fisik seperti begal , pembunuhan , perampokan dan lain sebagainya .

Terlepas dari berbagai tindakan kriminal yang marak terjadi akhir-akhir ini , dahulu di jaman Orba Suharto pernah diberlakukan operasi senyap yang dikenal dengan PETRUS atau penembak misterius .
Penembakan misterius atau sering disingkat Petrus (Operasi Clurit) adalah suatu operasi rahasia dari Pemerintahan Suharto pada tahun 1980-an untuk menanggulangi tingkat kejahatan yang begitu tinggi pada saat itu.
Operasi ini secara umum adalah operasi penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat. Pelakunya tak jelas dan tak pernah tertangkap, karena itu muncul istilah “Petrus”, Penembak Misterius.

Awal Mula PETRUS

Petrus berawal dari operasi penanggulangan kejahatan di Jakarta. Pada tahun 1982, Soeharto memberikan penghargaan kepada Kapolda Metro Jaya, Mayjen Pol Anton Soedjarwo atas keberhasilan membongkar perampokan yang meresahkan masyarakat.
Pada Maret tahun yang sama, di hadapan Rapim ABRI, dan pada Soeharto meminta polisi dan ABRI mengambil langkah pemberantasan yang efektif menekan angka kriminalitas.

Permintaannya ini disambut oleh Pangopkamtib Laksamana Soedomo dalam rapat koordinasi dengan Pangdam Jaya, Kapolri, Kapolda Metro Jaya dan Wagub DKI Jakarta di Markas Kodam Metro Jaya tanggal 19 Januari 1983.
Dalam rapat itu diputuskan untuk melakukan Operasi Clurit di Jakarta, langkah ini kemudian diikuti oleh kepolisian dan ABRI di masing-masing kota dan provinsi lainnya .

Antara HAM dan Penumpasan Kejahatan

Pada tahun 1983 tercatat 532 orang tewas, 367 orang di antaranya tewas akibat luka tembakan. Pada Tahun 1984 ada 107 orang tewas, di antaranya 15 orang tewas ditembak.
Tahun 1985 tercatat 74 orang tewas, 28 di antaranya tewas ditembak.
Para korban Petrus sendiri saat ditemukan masyarakat dalam kondisi tangan dan lehernya terikat.
Kebanyakan korban juga dimasukkan ke dalam karung yang ditinggal di pinggir jalan, di depan rumah, dibuang ke sungai, laut, hutan dan kebun.

Pola pengambilan para korban kebanyakan diculik oleh orang tak dikenal dan dijemput aparat keamanan.
Kondisi mayat banyak dengan luka tembak di kepala, leher dan dada. Selain itu mayat-mayat tersebut juga dihiasi tato di tubuhnya dan ciri khas lainnya, mayat yang diketemukan di Jakarta kebanyakan mengambang dalam karung yang hanyut di sungai dan dalam kondisi mayat terikat.

Makanya pada waktu itu , para pecinta tato merasa terancam hidupnya dan tidak berani petentang-petenteng pamer tato , karena jika di pernah melakukan kejahatan dan terindikasi  masih melakukan kejahatan , maka dipastikan tidak lama lagi dia akan tinggal nama , bahkan bisa jadi mayatnya tidak akan pernah ditemukan .

Di daerah saya di Klaten , menurut para orang tua juga pernah terjadi kasus seperti ini , yaitu kasus mayat mengambang di sungai dengan bekas luka tembak .
Artinya kasus ini memang bukan mengada-ada untuk menakut-nakuti dan memang terjadi.

Jika dilihat dari segi Hak Asasi Manusia yaitu hak untuk hidup dan mendapatkan keadilan hukum , jelas PETRUS ini melanggar hukum karena pelaku kriminal tidak ditangkap , kemudian disidang dan diadili dengan pembelaan hukum , tapi langsung dimatikan .
Jelas sangat sadis .
Dan uniknya , karena saat itu Suharto sangat berkuasa , maka kasus ini tidak pernah mencuat ke ranah hukum dan seakan malah diaminkan untuk mencegah kejahatan .

Sekarang ini ,disaat membicarakan PETRUS , malah orang pada setuju PETRUS di adakan lagi . Ya mungkin kesel dengan maraknya kejahatan belakangan ini ..Toh para pelaku kejahatan juga tidak memikirkan HAM saat melakukan aksinya …Kata mereka .

image
Pendapat netizen

Bagaimana pendapat pemirsa dengan PETRUS ini ?

Library : wikipedia , @tni_indonesia_update

Iklan

One thought on “Sejarah dan Sepak Terjang PETRUS ( Penembak Misterius ) Jaman Suharto”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s