Sering Dihina dan Difitnah Amien Rais , Kenapa Jokowi Diam ?

image

M2000 – Siapa tidak kenal Amin Rais. Sosok yang disebut sebagai tokoh reformasi 1998 yang kini berada di kubu oposisi yang selalu menyerang penguasa ini , semakin dekat 2019, serangan pun kian gencar.

Kita ketahui , banyak pernyataan Amin Rais yang bikin panas kubu Jokowi dan pendukungnya. Misalnya tetang pemerintah yang suka ngibul, belum lagi yang paling viral tentang tuduhan sebagai anggota partai besar yaitu partai setan, selain keturunan PKI , mengkriminalisasi ulama , presiden sekelas lurah dan masih banyak lagi yang lainnya .

Namun nyatanya , Amin Rais tetap ‘untouchable’. Tidak tersentuh dan aman-aman saja. Bahkan pendukung Jokowi dengan setia dan harap-harap cemas menanti kicauan berikutnya yang lebih heboh.
Kenapa ya , Jokowi diam saja , apa Jokowi kalah pamor , tentu tidak , walaupun Jokowi adalah tokoh yang muncul belakangan , namun Jokowi adalah presiden yang dipilih rakyat , sedang Amien Rais justru kalah di pilpres . Tentu saja poin ini menempatkan Jokowi diatas Amien karena pendukungnya lebih banyak .

Lantas kenapa Jokowi adem ayem saja menanggapi Amien Rais , berikut analisanya :

1.Pencitraan Sebagai Pemimpin Yang Demokratis

Politik adalah pencitraan , itulah quote pak SBY yang populer , artinya jika ingin disukai rakyat , politikus harus pintar dalam melakukan pencitraan , masa bodoh dengan orang lain yang penting disukai rakyat .
Pihak yang bersebrangan dengan Jokowi dan yang ingin cepat-cepat kalender diganti menjadi 2019 tentunya akan bilang dengan mendiamkan saja Amin berserta segala kicauan yang bikin kuping panas, maka Jokowi akan mendapat citra yang baik sebagai pemimpin yang bersedia mendengarkan kritik dan tidak otoriter. Coba kalau terjadi pada masa Orla atau Orba, kritik seperti itu tentu sudah ditangkap.

2.Strategi Senjata Makan Tuan

Kalau dari kubu Jokowi, ada juga sih kemungkian menjaga eksistensi Amin Rais di kubu sebrang sebagai tokoh antagonis yang secara politis malah menguntungkan kubu Jokowi.
Teorinya, semakin sering Amin berkicau menyerang pemerintah. Rakyat malah makin mengenal jatidiri Amin Rais yang sesungguhnya  Akibatnya simpatinya kepada Amien Rais malah berkurang dan tetap lebih baik memilih Jokowi walau amat sangat banyak kekurangannya. Waduh, senjata makan tuan dong. Ya setidaknya Jokowi belajar pada SBY yang dulu menang pilpres karena kesan dikuyo-kuyo sama Megawati .
Atau belajar pada dirinya sendiri pada pilpres 2014 kemarin yang mana Jokowi difitnah habis-habisan , namun justru rakyat menyukainya .

3.Strategi Gitu Aja Koq Repot

Kalau yang ini, mungkin Jokowi belajar ilmu Gus Dur. Gitu aja koq repot. Biar saja Amin Rais terus berkicau. Toh pemerintah akan jalan terus dengan programnya.
Diam-diam Jokowi akan mendengar kritik yang bagus dan masa bodo dengan kicauan yang ngawur.

Begitulah dunia politik dan kekuasaan. Sebenarnya semua yang dilakukan kubu Jokowi maupun kubu oposisi adalah mencari suara rakyat. karena nanti pada 2019, rakyat lah yang akan menentukan siapa yang pantas menjadi penguasa selama 5 tahun ke depan.
Yang jelas tidak ada satu partaipun yang ingin jadi oposisi , karena tujuan akhirnya adalah kekuasaan , bahkan ada yang menghalalkan segala cara .

Nah kalau anda merasa rakyat, tentunya harus pintar memilih. Jangan mau yang suka ngibul dan jangan mau yang suka berkicau nyinyir , jangan mau yang cuma retorika , jangan mau sama yang pesimis … lalu siapa dong ?

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s