Bolehkah Seorang Muslim Memelihara Anjing ?

image
Hesti Sutrisno , wanita muslimah yang merawat anjing

M2000 – Beberapa waktu lalu , media sosial sempat dihebohkan dengan foto dan video seorang muslimah yang bercadar yang diketahui bernama Hesti Sutrisno bersama anjing-anjing disampingnya .
Dalam keterangannya disebutkan bahwa , dia sengaja merawat anjing-anjing tersebut karena  menemukannya dalam keadaan sekarat .

Banyak pro dan kontra akibat postingan tersebut bahkan tidak sedikit teman-teman kita yang juga muslim menghujat si wanita bercadar tersebut karena haram hukumnya memelihara anjing .

Mengenai kisah wanita dan anjing , tentu kita tahu bahwa ada sebuah hadist shahih yang menyebutkan bahwa dulu ada wanita tuna susila yang menyelamatkan anjing , kemudian masuk surga .

Hadits yang dimaksudkan adalah hadits dengan lafazh sebagai berikut :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ غُفِرَ لِامْرَأَةٍ مُومِسَةٍ مَرَّتْ بِكَلْبٍ عَلَى رَأْسِ رَكِيٍّ يَلْهَثُ قَالَ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ فَنَزَعَتْ خُفَّهَا فَأَوْثَقَتْهُ بِخِمَارِهَا فَنَزَعَتْ لَهُ مِنْ الْمَاءِ فَغُفِرَ لَهَا بِذَلِكَ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang wanita pezina telah mendapatkan ampunan. Dia melewati seekor anjing yang menjulurkan lidahnya dipinggir sumur. Anjing ini hampir saja mati kehausan, (melihat ini) si wanita pelacur itu melepas sepatunya lalu mengikatnya dengan penutup kepalanya lalu dia mengambilkan air untuk anjing tersebut. Dengan sebab perbuatannya itu dia mendapatkan ampunan dari Allâh Azza wa Jalla.

Hadits itu riwayat oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih beliau rahimahullah, hadits ini shahih.

Meskipun begitu , anjing bagi sebagian orang dinilai sebagai hewan yang menarik. Mereka kemudian memutuskan untuk memelihara anjing di rumah masing-masing.
Di dalam kajian fiqh atau hukum Islam, anjing dimasukkan dalam kategori hewan najis. Ini berakibat pada tidak bolehnya seorang muslim memelihara anjing.

image
Hesti Sutrisno , muslimah yang merawat anjing

Tetapi, larangan itu ditekankan pada niat pemeliharaan tanpa maksud atau untuk hiburan atau bahkan sengaja dipelihara untuk ikut dilombakan . Sementara untuk hajat tertentu, terdapat ulama yang membolehkan memelihara anjing.

Berdasarkan pendapat Imam Nawawi yang tertuang dalam kitab Al Majmu Syarah Al Muadzab membolehkan umat Islam memelihara anjing dengan hajat untuk berburu, menjaga ternak, menjaga kebun, termasuk menjaga rumah. Selain hajat itu, maka dilarang memelihara anjing.

Dalam kitab tersebut, Imam Nawawi berkata:

” Nabi SAW memberikan keringanan pada anjing buruan dan anjing penjaga ternak, dalam riwayat yang lain, anjing penjaga tanaman dan melarang memelihara anjing dari selain tujuan itu. Para sahabat kami dan lainnya telah sepakat bahwa haram memelihara anjing tanpa ada hajat (keperluan) seperti memelihara anjing karena kagum dengan bentuknya atau karena untuk bangga-banggaan, maka ini semua haram tanpa khilaf.”

Pendapat ini didasarkan pada hadits Rasulullah Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

” Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak dan anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak satu qirath (satu qirath sama seperti sebesar Gunung Uhud).”

Tetapi, dalam kitab Fathul Bari, ulama Ibnu Abdil Barr menyebut memelihara anjing merupakan amalan makruh dan bukan haram. Dia berpendapat kata ‘berkurang dari amalnya’ dalam hadits Rasulullah itu tidak berarti mengharamkan memelihara anjing, sehingga Ibnu Abdil Barr menghukumi makruh.

“ Dan ucapan, ‘Berkurang dari amalnya’ maksudnya ‘dari pahala amalnya’, ini mengisyaratkan bahwa menjadikannya (binatang peliharaan) tidaklah haram, karena setiap yang menjadikannya dihukumi haram, maka dilarang juga menjadikannya dalam keadaan apapun, sama ada pahalanya berkurang ataupun tidak. Maka hal itu menunjukkan bahwa menjadikannyanya hukumnya adalah makruh bukan haram.”

Pendapat ini dibantah oleh Al Hafidz Ibnu Hajar. Dalam kitab Fathul Bari pula, dia menyebut pendapat Ibnu Abdil Barr tidak lazim.

” Apa yang diklaim Ibnul Abdil Barr dari tidak haramnya hal itu dan bersandar dengan apa yang telah ia sebutkan tadi, tidaklah lazim. Bahkan berkemungkinan hukuman (kurang satu atau dua qirath) terjadi dengan tidak mendapat taufiq untuk beramal pada kadar satu qirath daripada amalan-amalan baiknya walau tidak memelihara anjing sekalipun. Dan berkemungkinan memelihara anjing itu adalah haram, dan apa yang dikehendaki dengan pengurangan ialah dosa yang terhasil dengan memelihara anjing adalah bersamaan kadar satu atau dua qirath daripada pahala, maka pahala pemelihara anjing berkurang pada kadar apa yang ditetapkan ke atasnya daripada dosa kerana memeliharanya iaitu satu atau dua qirath.”

Dari pendapat ini, para ulama menyatakan memelihara anjing hanya dibolehkan apabila dimaksudkan untuk berburu, menjaga binatang ternak, kebun dan rumah.
Selain dari maksud yang disebutkan, maka memelihara anjing tidak diperbolehkan, meski jika karena mengagumi jenis anjing itu sebaimana hadist shahih Bukhari seperti yang disebutkan diatas .

Jadi sudah jelas bukan , mana hukumnya yang diperbolehkan dan dilarang memelihara anjing .
Untuk si wanita bercadar yang memelihara anjing karena awalnya menyelamatkan nyawanya , sebaiknya setelah kondisinya baik sebaiknya diserahkan ke pihak atau organisasi pecinta binatang saja atau biar diadopsi para pecinta anjing saja .
Tentu ini bertujuan supaya tidak terjadi lagi caci maki dan fitnah dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab .

Tapi yang patut dicatat adalah jangan suka menghujat orang hanya karena apa yang kamu lihat saja , belajarlah khusnudhon .

” Yang menjadi masalah orang-orang yang pikirannya tertutup adalah mulutnya yang selalu terbuka “

Library : almanhaj.or.id

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s