Kisah Gus Dur Mengusir Hantu Istana Yang Ditakuti Suharto

image

M2000 – Gus Dur memang unik , dengan segala kelebihan dan kekurangannya ,banyak orang mengidolakan Gus Dur , bahkan warga Nahdliyin menganggapnya sebagai wali .
Di dunia islam , Gus Dur pernah menjadi pemimpin ormas terbesar di tanah air , bahkan di kancah perpolitikan tanah air , Gus Dur nyatanya pernah menjadi orang nomor satu di negri ini .

Ada kisah menarik Gus Dur saat menjabat presiden yaitu cara Gus Dur mengusir hantu istana dengan caranya .
Gedung itu dibangun pada era pemerintahan Gubernur Jenderal James Loudon, 1873. Total biaya yang dikeluarkan mencapai 360,000
Gulden. Enam tahun kemudian, 1879 baru diresmikan.
Di bawah kekuasaan gubernur baru, Jenderal Johan Wilhelm van Lansberge gedung tersebut dijadikan sebagai istana pemerintahan Hindia-Belanda dan diberi nama Paleis te Koningsplein (Istana Koningsplein).
Namun masyarakat lebih suka menyebutnya, Istana Gambir. Karena di sekitar gedung tersebut terdapat banyak pohon gambir tumbuh.

Ketika Belanda angkat kaki dari Indonesia, gedung ini dikuasai oleh Jepang. Penjajah yang baru datang itu menjadikan gedung tersebut sebagai kediaman resmi Saiko Shikikan.
Baru setelah kemerdekaan, gedung tersebut jatuh ke tangan bangsa Indonesia. Pada tanggal 27 Desember 1949, sebuah upacaya mengharukan berlangsung di halaman gedung itu.
Upacara tersebut diselenggarakan dalam rangka penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) oleh Belanda. Wakil dari Indonesia adalah Sultan Hamengkubuwono IX, sedangkan dari kerajaan Belanda, A.H.J. Lovink.

Salah satu sesi yang paling berkenang adalah penurunan dan pengibaran bendera. Bendera Belanda pelan-pelan diturunkan dari tiang. Kemudian menyusul, Bendera Indonesia dikibarkan di langit biru.
Bersamaan dengan itu, ketika Sang Merah Putih sudah melambai-lambai di ujung tiang, ratusan ribu orang yang turut menyaksikan serentak berteriak: Merdeka! Merdeka!. Dari situlah kenapa kelak gedung tersebut diberi nama Istana Merdeka.

Di hari berikutnya, 28 Desember, Bung Karno selaku Presiden langsung pindah dari Yogyakarta dan menempati Istana Merdeka yang berada di Jakarta itu. Dialah orang Indonesia pertama yang menempati gedung tersebut.
Ketika dia lengser dari jabatannya, Seoharto naik menggantikan posisinya. Namun, Soeharto tak mau tinggal di Istana Merdeka seperti yang dilakukan Soekarno.
Seoharto sama sekali tak pernah mau menginap apalagi tidur di gedung tersebut. Selama memimpin Indonesia, dia hanya mengunjungi gedung tersebut tiap setahun sekali.

Menurut Greg Barton, Biografi Abdurrahman Wahid, Soeharto biasanya hanya menghabiskan setengah hari menjelang peringatan 17 Agustus. Itu saja. Selebihnya, dia tinggal di rumahnya sendiri, Jalan Cendana.
Setelah diselidiki kenapa bisa begitu, ternyata, Soeharto takut diganggu oleh hantu. Kabarnya, di Istana Merdeka banyak hantu-hantu berkeliaran dan kerap mengganggu.
Terutama, sebuah kamar yang berada di ujung ruang utama. Kamar yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan bendera pusaka itu diyakini sangat angker dan hanya dibuka setahun sekali.
Oleh karena itu, tak heran bila banyak yang takut menempati gedung tersebut. Dari saking angkernya, tak ada satupun orang yang berani memberi umpan ikan-ikan aquarium di istana itu. Apalagi sampai menyepu atau menginap.
Kalau dibiarkan terus menerus seperti itu kondisinya, bisa jadi istana tersebut akan menjadi gedung mati. Dengan alasan takut hantu, tak ada lagi yang mau mengurusnya.

Namun beruntung ada Gus Dur. Dia yang menyelamatkan istana tersebut. Gus Dur ‘lah orang yang berhasil memecahkan mitos hantu di istana itu.
Menariknya, untuk “mengusir” hantu itu, Gus Dur tak menggunakan ilmu magis apapun. Dia justru mengandalkan pendekatan rasional.
Meski begitu, ternyata jurus Gus Dur sangat ampuh. Berkat Gus Dur, tak ada lagi yang takut untuk memasuki istana. Dan, keangkeran itu hilang secara tiba-tiba.

Apa sih yang dilakukan Gus Dur?

Nampaknya Gus Dur sangat memahami gejala phobia hantu yang berkembang di masyarakat.
Orang biasanya takut hantu kalau keadaannya sepi. Nah, untuk mengatasi persoalan tersebut tinggal dibalik. Jadikan kondisinya seramai mungkin.
Dengan sadar, Gus Dur melakukan itu. Sejak dia dan keluarganya berada di sana, pintu Istana Merdeka yang awalnya tertutup dibuka lebar-lebar. Bukan hanya pejabat. Siapapun bisa mengunjungi gedung tersebut.
Jadinya, gedung tersebut tak lagi sepi. Justru sebaliknya, Istana Merdeka ramai oleh para pengungjung. Dan, seiring dengan itu, mitos hantu ‘pun lenyap .

image
Rumah Pilkada 2018...Sangarrr
image
Kalau ini adalah suasana TPS saat pilkada serentak 2018 kemarin ...Unik apa menakutkan ?

Library : Merdeka

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s